SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 52 - Sungguh aku tak berdaya


__ADS_3

Di perjalanan setelah bertemu dengan Jo, Salwa lebih memilih datang ke kafenya dari pada pulang ke rumah sang kakak atau rumah yang ia tempati bersama Axel.


Entah apa yang akan Axel lakukan setelah tahu jika istrinya itu pergi tanpa pengawalan serta juga tak memberi kabar kepadanya. Salwa tak memikirkan itu sama sekali. Bahkan Jun yang memaksa ingin mengantarnya, langsung di tolak mentah-mentah karena Salwa mengatakan jika ia sedang membutuhkan waktu untuk sendiri, ia bahkan sampai mengancam pria gurun itu agar tak mnegatakan apapun kepada Axel.


Jun hanya bisa mengangguk patuh, dan bersiap menerima kemurkaan Axel jika bos muda nya itu tahu jika sang istri pergi tanpa pengawalan langsung darinya. Tapi walau begitu Jun tetap meminta bawahannya untuk mengikuti kemana pun istri tuan muda nya itu pergi. Sedangkan ia tetap di rumah, memantau dari GPS yang terpasang langsung di ponsel Salwa tanpa wanita itu ketahui.


Salwa keluar dari taksi online dan segera masuk ke dalam kafe tanpa menoleh kearah manapun. Ia bahkan tak menyapa karyawannya yang ada di depan, termasuk pramusaji dan kasir. Mereka cukup heran dengan sikap Salwa yang tindak ramah, ini adalah kali pertama Salwa bersikap seperti ini.


"Bruk"


Ia banting tubuh mungil itu di sofa ruangannya. ia rebahkan tubuhnya dengan berbantal lengannya sendiri.


"Tok tok"


Ketukan pintu membuat Salwa sedikit membuka matanya, namun mata itu terpejam kembali saat tahu siapa orang yang mengetuk karena pintu itu dalam kondisi terbuka.


"Sal, boleh masuk?" tanya Yanti yang masih tetap berdiri di ambang pintu menanti ijin dari sahabat serta atasannya itu.


Salwa tak bergeming, ia justru semakin menekan matanya agar rasa tak nyaman dalam hatinya bisa sedikit memudar. Tapi sekuat apa ia mencoba tetap saja semuanya tergambar jelas di mata dan hatinya.


Yanti yang tak mendapat respon, sadar jika sahabat nya itu pasti sedang membutuhkan waktu untuk sendiri, Yanti yang tak ingin mengganggu memilih melangkahkan kakinya kembali ke dapur dimana ia seharusnya berada.


"Darimana Yan?" tanya Jack yang baru saja datang dari keperluannya di luar kafe.


"Dari ruangan nya Salwa!" ucap Yanti singkat, dan melanjutkan langkahnya.


Jack mengerutkan dahi, untuk apa Yanti keruangan Salwa jika sang empunya saja tidak ada, atau jangan-jangan wanita itu datang berkunjung? Jack bergumam dalam hatinya, karena ia tak hanya ingin menebak, akhirnya ia lajukan kakinya ke arah ruangan wanita yang masih menjadi pujaannya walau hanya bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Dan benar saja Jack mendapati Salwa tengah bebaring di sofa hitam yang ada di sana. Dari arah pintu Jack menatap wanita yang hampir satu bulan ini tak ia temui. Masih sama, debaran itu masih sama.


Jack tersenyum, ia langkahkan satu kaki nya namun tanpa ia duga seseorang lebih dulu menghalangi niatnya untuk menyapa wanita itu.


"Aku harap jangan lagi dekati istriku!" sarkas pria dengan setelan jas yang masih rapi membalut tubuhnya.


Jack menatap tajam pria yang tiba-tiba datang di hidup Salwa, yang dengan sangat egois melakukan banyak hal agar wanita itu mau menerima cintanya.


Yah, Axel tak pernah pungkiri itu, ia menggunakan segala apa yang ada padanya untuk menarik perhatian wanita yang memiliki usia 6 tahun di atasnya namun pesonanya mengalahkan semua gadis yang ia temui selama ini.


"Sebelum aku memastikan siapa dirimu sebenarnya, aku tidak akan membiarkanmu mendekatinya!" Axel dengan tegas tanpa ada rasa ragu menyatakan semua yang mengganjal di hatinya di hadapan pria ini.


Sedangkan Jack, ia tersenyum mengejek kearah Axel, suami dari wanita yang masih sangat ia kagumi. Jack sama sekali tidak gentar dengan ancaman yang Axel utarakan padanya barusan. Selama ini ia hanya memastikan keselamatan wanita yang sedang berpura-pura mengarungi mimpi itu. Ia sama sekali tak peduli dengan Axel, karena baginya Axel bisa menggunakan segala kekuasaan dan keahliannya untuk menjaga dirinya, tapi wanita itu ia tak memiliki apapun.


"Aku tak peduli dengan bentuk ancaman yang kamu kirimkan padaku, karena disini orang yang sangat aku pedulikan hanya Dia! jadi kau tak perlu bersikap sok keras padaku, Karena dari awal kita memang tidak ada sangkut paut dalam masalah apapun!" Jack menyenggol lengan Axel saat ia kembali mejauh dari sana, menuju ke ruangannya snediri.


Jo mengatakan segala hal tentang maksud kedatangan Salwa ke rumah sakit tanpa menutupi apapun dari pria ini, Jo bahkan mengatakan kepada Axel jika ia harus menyudahi kebohongan itu, dan mulai menjelaskan kenapa selama ini Axel lebih milih berbohong dari pada mengatakan yang sejujurnya kepada Salwa.


Axel bertolak pinggang, ia tatap tubuh kecil namun sedikit berisi itu penuh kecemasan. Ia kulum bibir tebalnya karena tak tahu harus darimana mengatakan segala hal yang sudah ia tutupi sebaik mungkin beberapa bulan ini.


Axel mulai melangkahkan kaki nya satu demi satu sampai ia tiba di kursi yang sedang sang istri gunakan untuk sedikit menenangkan hati dan raganya.


Ia berjokok menekuk kakinya, Axel mendekatkan wajahnya pelan sampai berada di samping pipi merah alami sang istri yang jarang ia poles tersebut.


"Sayang!" panggil lembut bagai kapas yang siap tertiup ke udara.


Axel usap pelan lengan yang menutupi kedua mata sang istri, dan memindahkannya, tetapi alangkah terkejutnya Axel kala Salwa membuka mata bersamaan dengan airmata yang ikut mengalir.

__ADS_1


Axel menggelengkan kepalanya tanda jangan, airmata itu sangat berharga hanya untuk rasa sesal yang kini sedang wanita itu rasakan. Rasa yang tak seharusnya ada di tengah-tengah mereka, jika? Salwa menambah kata jika dalam setiap kalimat yang tergambar dalam hatinya. Jika saja malam itu ia memilih tak ikut, jika saja ia bisa lebih waspada, jika? jika? dan jika? Salwa terus bergumam dalam hatinya dengan menatap manik mata hitam sang suami. Pria yang kini sangat ia hormati dan cintai.


"Maaf!" Axel membuka suara yang tertahan itu.


Salwa memalingkan wajahnya, ia tak tahu kenapa hal ini harus terjadi pada hidupnya. Haruskah ia menyalahkan pria di hadapannya ini? karena jika ia rasa, semua hal buruk selalu terjadi pada kehidupannya setelah bertemu berondong tampan yang sudah menjadikanya seorang wanita sesungguhnya dalam balutan kata halal nan sakral.


"Kenapa Axell?" tanya Salwa menatap sendu kedua bola mata suaminya.


Mulut Axel terkatup rapat, bagai pintu yang kehilangan kuncinya. Ia sama sekali tak bisa menjawab, ia takut jika mulutnya terbuka sedikit saja justru akan membuat wanita yang sudah banyak merubah hidupnya ini kembali tergores di bekas luka yang sama.


...💙💙💙💙💙...


Assallamualaikum semua...


kali ini aku up bawa cerita temen lagi nih buat di promoin, bantu like and share ya readers..


Napen : Reni


Judul : Terjerat CInta mafia tampan


Blurb :


Adelia fasha adalah gadis berusia matang 25 tahun, sehari-hari dia mencari nafkah dengan berjualan gorengan yang dia jajakan dengan berjalan keliling kampung.


Suatu hari dia menemukan seorang pria tergeletak di pinggir jalan, penuh dengan luka, dia pun menolongnya dan membawa kerumahnya. namun tanpa ia sadari bahwa pria yang ia tolong sebenarnya merupakan seorang MAFIA.


__ADS_1


__ADS_2