
Pria yang membuntuti Axel akhirnya membelokkan mobilnya kearah berlawanan dengan mobil Axel.pria yang berada di dalam mobil itu melakukannya karena sudah selesai menjalankan tugas dari pria yang masih berada disambungan teleponnya.
Sedangkan Axel dan Farhan tak terkejut sedikitpun saat mobil itu berbelok berlawanan dengan mobil mereka.
Akhirnya kedua pria tampan itu langsung menuju ke perusahaan dan tak lagi membahas yang mereka sempat bicarakan tadi.
Lain Axel,lain Salwa.kini wanita usia 27 tahun itu sedang meringkuk di balik selimutnya karena tak kuat menahan debaran jantungnya sekaligus rasa malu yang ia rasakan secara bersamaan.
Ia terus bergumam menyebut kata seserahan yang terus terucap dari bibir mungil nya itu.
"Ya Allah gimana nih,beneran apa enggak sih kalimatnya tadi."Salwa terus meracau sambil memukul mukul kepalanya,bahkan rona merah di wajahnya masih nampak terlihat.
Salwa tak mengira jika hati kokoh sekeras beton itu bisa meleleh begitu saja hanya dengan godaan yang Axel layangkan padanya.apakah ia jatuh cinta ?
"Enggak,masa iya secepat itu ?" Salwa kembali bertanya pada dirinya.ia berusaha menyangkal semua perasaan yang ada padanya saat ini.
Karena ia tak ingin larut dengan semua hal yang ada di kepalanya,Salwa memutuskan untun bersiap saja dan berangkat ke kafe &resto miliknya.
.
.
.
Yanti yang sibuk mengatur para chef memasak untuk para pelanggan di kejutkan oleh tepukan seorang wanita yang berstatuskan bos sekaligus temannya itu.
"Allahu,ya ampun Sal.bikin kaget aja sih!
Sedangkan Salwa hanya tertawa padahal Yanti hampir saja menjatuhkan tablet yang ia pegang.
"Sorry bro !"Tumben pagi udah datang,biasanya habis dzuhur baru nongol ? " Tanya Yanti.
"Malas di rumah,mending kesini.Ada tante Yana di rumah,daripada aku disuruh cari pacar mulu mending kerja.
"Cari suami woi,bukan cari pacar.Enggak usah berlagak Abg."Yanti menoyor kepala Salwa pelan.
"Em Yan misalkan nih ya,kalau tiba tiba ada yang ngelamar aku,menurutmu gimana ?"
"Ya enggak gimana gimana lah,yang penting kaya,nomer satu tuh !'
__ADS_1
"Duit aja yang kamu pikir !" seru Salwa.
Salwa yang tak ingin keceplosan akhirnya memilih untuk kembali keruangnya saja.Ia meletakkan tas ransel kecil nya di atas sofa dan mulai melakukan pekerjaan yang menupuk karena Jack sang asisten sedang mengambil jatah liburnya untuk mengunjungi sang ibu.
***
Di sebuah apartemen mewah pria pemilik GS club yang sangat terkenal itu kini sedang menatap layar laptopnya dan membaca satu persatu tulisan yang ada di emailnya.
Tidak mungkin wanita lemah itu bisa berubah menjadi seperti ini,terakhir setelah dia meninggal,istrinya bukan wanita yang seperti sekarang,gumamnya.
Lalu kenapa aku tak bisa melacak pria yang selalu ada di sampingnya itu,pria tampan bermata coklat ini berpikir keras.Ada kah hal yang ia lewatkan selama ini,ia putar memory nya,namun ia masih tak menemukan apapun.
Lalu apa hubungannya Salwa dengan Si Hadinata itu ?
"Arrgghh bre*se*k !"
Ia berteriak hingga membuat pengawal setianya masuk ke dalam ruang kerja sang bos dengan tergesa.
"Ada apa bos ?"
"Cari tahu lebih dalam lagi tentang hubungan Axel dengan wanita pemilik SATYA cafe itu,kerahkan anak buahmu untuk mengintai di lapangan !" Serunya.
Jika pemilik GS club ini uring uringan karena ia tak bisa melacak seseorang,berbeda dengan Axel yang sudah mengantongi identitasnya secara keseluruhan.
.
.
"Jadi kita harus bagaimana sekarang pak Axel ?"
"Seperti biasa Han,tenang dan kita lihat apa yang ia akan lakukan,siapa tahu dari tindakannya kita akan memiliki sebuah hasil yang tak terduga.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan ?" Sudah pak,mereka sudah bergerak dan mulai melakuakan penyamaran.
Axel menganggukkan kepalanya tanda mengerti,jika para pesaing bisnis sekaligus pemilik GS club ini hanya tahu tentang kepandaiannya dalam berbisnis Axel yakin jika mereka tidak tahu jika Axel memiliki keahlian lain.
Tapi Axel menyangsikan jika jaringan hitam itu tidak tahu akan keahliannya di dunia cyber.Axel akan lebih waspada dengan serangan dari sana,dari pada dari orang orang yang kini sedang sibuk menguras identitasnya yang lain.karena ia yakin mereka tak akan menemukan apapun kecuali mereka mempunyai keahlian yang sama dengannya.
Namun ada satu hal yang Axel lewatkan dan hal ini akan menjadi sebuah kabar tak terduga suatu hari nanti.
__ADS_1
****
Sedangkan pria yang kini membuat pemilik GS club kebingungan akan identitasnya,sedang menjenguk wanita paruhbaya di sebuah mansion yang merupakan pemilik perusahaan jewelery yang sangat terkenal dan cukup misterius.
Ia datang kesana untuk menemui seseorang yang sudah tak ia jumpai hampir 5 tahun lamanya.
Wanita paruh baya yang merupakan ibu kandungnya itu kini sedang menatap lekat kedua bola mata sang anak bagai singa yang siap menerkam kapan saja.
"Lima tahun dan kau baru datang sekarang ? dan mengatakan hal tak penting ini !'
Byuur
Prang
Gelas beserta isinya ia lemparkan kewajah sang anak hingga melukai kening sang anak,namun tak ada raut kasihan atau menyesal justru kini ia terbahak.
"Kau sama seperti ayahmu,lemah !"serunya.
"jika kau melukai wanita yang kini sedang ia dekati aku tak akan segan segan untuk melawan,bagaimana pun apa yang menjadi milik kakek sekarang sah menjadi milikku.
"Ha ha !"
"Apakah aku risau akan hal itu ?" yah,karena wasiat yang tak bisa aku rubah akhirnya aset itu bisa jatuh ketanganmu,tapi itu tak akan cukup untuk melawanku,dan jangan lupa darah Terarra mengalir di seluruh tubuhmu,sejauh apa kau mengelak darah hitam itu akan terus melekat di tubuhmu Lucas."Wanita yang melahirkannya itu menatap dingin ke arah nya.
"Dan,suatu saat nanti penyamaranmu ini akan terungkap juga,tidak ada kebohongan yang akan bertahan lama Lucas,seperti suaminya itu yang mati karena melawanku !"
Pria bermata abu abu itu hanya bisa terdiam,bagaimanapun apa yang dikatakan ibunya itu memang benar adanya.Entah sampai kapan penyamarannya akan bertahan,karena pria yang kini berada di samping wanita nya itu bukan pria biasa dan ia tahu betul akan hal itu.
"Jika urusanmu selesai,pergilah !"wanita yang merupakan ibunya itu mengangkat tubuhnya dan berlalu pergi tanpa menoleh melihat lagi kearah sang anak yang sebenarnya sangat ia rindukan.
Namun karena pemahaman tentang klan mereka tidak sejalan akhirnya pria bernama Lucas itu lebih memilih angkat kaki dan tak mau berurusan dengan keluarga yang sudah membesarkannya.
Jika semua orang mengatakan ia lemah dan mudah terbuai dengan rasa cinta terhadap wanita yang mereka kasihi,itu memang benar adanya.
Tapi terkadang mereka lupa,jiwa Terarra tetap mengalir didarahnya dan siap akan pertumpahan jika memang itu yang harus ia lakukan.
Sepert ayahnya dulu,ia memilih mengambil resiko kematian dari pada harus kehilangan wanita yang ia sangat cintai walau pada akhirnya ia terlambat.
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1