
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Di kediaman Bima,Salwa yang sedang mengeringkan rambutnya tiba tiba menghentikan kegiatannya karena pintu yang terbuka cukup kencang.
"Apaa sih kak,bikin kaget."Nayla langsung meletakkan hairdryer yang Salwa pegang dan langsung menarik tangan Salwa untuk turun ke bawah.
"Ada apa sih ?" Salwa bingung dengan kelakuakan Nayla.
"Ada tamu penting yang nyari kamu,sekarang lagi di bawah di temani sama tante."
"Tamu penting."Gumamnya.
Sesampainya di lantai bawah Salwa yang melihat Farhan berdiri seperti biasa mengerutkan dahinya,"Ada apa lagi sih ini,ya ampun.Fiks semua gara gara bang Bima dari mulut lemes nya sampai ngebocorin semua data aku,dan sekarang mereka kesini pasti ada maunya.Salwa terus bergumam hingga ia sampai di ruang tamu.
"Nah,nak Axel ini Salwa.kalau begitu kami tinggal dulu ya !"
"Terima kasih tante sudah menerima kedatangan saya." Ucap Axel penuh sopan santun.
"Biasa saja,kami senang jika nak Axel sering sering kesini."Salwa membulatkan kedua matanya mendengar perkataan tante nya itu.
Tante Yana menarik pelan lengan Nayla masuk kebelakang menuju dapur untuk membuatkan Axel minuman.Sedangkam Salwa masih berdiri dan memgamati secara detail kedua pria tampan ini.
"Apa anda tidak ingin duduk nona ?" Ucap Farhan.
Salwa dengan enggan duduk di sofa single di hadapan Axel."Ada apa ?" Tanya Salwa malas.
"Emm...bisakah kamu tersenyum sedikit saja jika bertemu dengan ku ?" Salwa yang tak ingin ini menjadi panjang,langsung menunjukan senyum terbaiknya.
"Sudah kan,jadi ada apa anda berdua kesini.jika untuk masalah investasi bukannya saya sudah mengirimkan proposal itu lewat abang saya."
Axel yang tak mengetahui masalah proposal itu melirik ke arah Farhan."Emm ... maaf nona Salwa karena akhir akhir ini pak Axel sedang dalam pemulihan serta banyaknya agenda yang tertunda jadi proposal anda masih belum sempat Tuan Axel baca.
Salwa menyenderkan tubuhya dan melipat kedua tangannya di dada,tanpa disangka saat Salwa melihat kedepan bertepatan dengan Axel yang juga melihat kearahnya.
Axel mulai mengingat ciuman singakat itu begitupun dengan Salwa,dan tanpa ia sadari pipinya merona bagai blushon yang tumpah tanpa disengja.
Salwa langsung memalingkan wajahnya saat melihat senyum tersungging disudut bibir Axel.Farhan yang tahu jika sang bos membutuhkan waktu bedua ia memohon pamit untuk keluar sebentar karena harus menghubungi seseorang.
__ADS_1
Dan tinggalah Salwa serta Axel dalam kondisi saling diam membisu.Salwa yang cukup canggung terus mengusap lengannya sampai ia tak sadar jika kulitnya memerah.
"Stop !" Kulitmu memerah." Axel mendekat kerah Salwa dan menghentikan kegiatan yang Salwa lakukan.
"Apakah secanggung itu setelah ciuman kita kemarin ?" Salwa langsung membungkam mulut lemes pria muda dihadapannya ini dan menatapnya kesal.
Sedangkan Axel yang mencium bau wangi dari telapak tangan Salwa tanpa sadar membuat bulu kuduknya berdiri karena sesuatu yang tiba tiba menegang.
Axel mengambil tangan Salwa dan mengecupnya singkat."Aku akan datang lagi dengan seserahan nanti,aku harap kamu menerima dan tidak ada agenda kabur kaburan seperti di sinetron atau drakor yang sering kamu tonton.
Salwa blank,ia tak bisa mencerna perkataan Axel yang menurutnya terlalu banyak.
"Kalau begitu aku pamit".
Cup
Axel mengecup singkat kening Salwa dan seketika langsung membuat Salwa tersadar dari lamunannya.
"Apa kah anda terbiasa mencium wanita seenaknya pak Axel."Salwa menjauhan tubuhnya kebelakang.
"Emm sejauh ini,hanya kamu yang pernah meraskannya.disini dan disini."Axel menujuk kening serta bibir mungil Salwa.
Siapa yang tidak mau berkencan dengan Axel walau hanya satu hari,dia bukan abang becak,melainkan CEO yang banyak uang dan pasti sudah banyak wanita yang dikencaninya,apa lagi ia masih sangat muda dan energik,pikir Salwa.
"Percaya dan tidak itu urusan mu nona Salwa,tapi kenyataan jika hati ini hanya berdebar kala berada di dekat mu,itu nyata adanya dan kamu harus percaya itu."Axel menjauhkan tubuhnya dan kemabali duduk di kursinya.
Tanpa Salwa duga perkataan manis yang Axel lontarkan membuat Rona di wajahnya kembali datang tanpa ia sangka.
Sedangkan dua wanita di balik tembok itu menahan tawanya karena keponakan dan adik iparnya itu bisa bungkam di hadapan Axel.
"Sepertinya ini awal yang bagus Nay."bisik tante Yana,dan di,angguki oleh Nayla.
"Kalau begitu aku permisi,masih ada banyak pekerjaan di kantor."Axel berdiri dan mengancingkan kemejanya.
"Lalu untuk apa anda kesini ?" Pertanyaan secara naluri Salwa ucapkan seakan hatinya ingin tahu apa yang membuat pria ini datang dan meninggalkan pekerjaanya.
"Hanya ingin melihat senyum mu."Salwa tak lagi bisa berkata kata,sungguh Axel membuat hatinya tak karuan saat ini.
__ADS_1
Tante Yana dan Nayla pura pura mengantarkan minuman hangat itu seakan ia tak tahu menahu akan kejadian yang mereka lihat tadi.
"Maaf tan,Axel tidak bisa berlama lama.karena pekerjaan sudah menunggu.
"Oh ya sudah,jangan sungkan untuk main main kesini ya nak Axel."Axel mengangguk,ia pamit kepada wanita paruhbaya itu serta Nayla selaku istri dari manager keuangannya.
Salwa terduduk di kursi memegangi dadanya yang terus berdebar.ia tak ikut keluar mengantar Axel hingga ke mobilnya karena kaki nya tiba tiba lemas bagai tak bertulang.
"Ya Allah,aku butuh dokter."Salwa memejamkan matanya mengingat setiap kata yang Axel lontarkan tadi dan...
"Seserahan !" Salwa terkejut,ia membuka mata dan berlari menuju kamarnya.
Axel memandang rumah berlantai dua itu hingga menghilang seiring laju kendaraan yang Farhan kemudikan.
"Siapkan pengawal secara diam diam untuk Salwa Han,kamu lihat mobil sedan biru itu kan ?"
"Iya pak,dia mengikuti kita sedari kita melaju di jalan utama setelah keluar dari kantor.
Axel tahu jika ada hal yang tak beres entah dengannya saja atau dengan Salwa juga.walau ia tahu jika Salwa bisa bela diri,tapi tak menutup kemungkinan jika ada kejadian yang mungkin Salwa tak bisa menanganinya sendiri.
"Suruh Bara cek Pria yang bernama Gavin Suhendra secara detail,kami tidak saling mengenal tapi entah apa yang mendalanginya melakukan penyerangan di malam itu.dan suruh Bara cek Pria berpakaian serba hitam yang sempat tertangkap kamera lebih mendalam lagi.
Jika untuk urusan ini,jelas tanpa diminta Axel pasti akan mengerjakannya sampai detail.
"Lalu bagaimana dengan kejadian di Club itu pak ?"
"Jaringan hitam Han,kita berurusan dengan jaringan hitam.
Farhan yang mendengar kalimat yang Axel katakan terkejut sampai tak sengaja melepas pedal gas dikakinya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Yuk yuk semangat .....🥰🥰
Thanks untuk yang udah mampir ya.....🙏🙏🙏
Dan mau menunggu setiap kelanjutan cerita ini..
__ADS_1
Salam Hangat
Sichuz