
Selepas solat dzuhur berjamaah dengan sang istri, Axel segera melajukan kendaraannya menuju ke perusahaan tanpa makan siang terlebih dahulu. Ia kendarai mobil BMW nya sendiri karena Farhan yang biasa menyetir untuknya sudah lebih dulu ada di perusahaannya, mengingat sedang terjadai hal genting, Axel tak mau merepotlkan siapapun alhasil ia mengendarai mobil nya sendiri.
"Jun, ada masalah apa di ART MEDIA?" tanya Salwa.
"Saya tidak tahu persisi Nyonya, namun sepertinya ada sedikit masalah dengan sisten IT disana," ujar Jun.
Salwa hanya menanggapi jawaban Jun dengan mengedipkan kedua matanya dan sedikit anggukan di kepala. Salwa kembali menikmati buah yang sedang berada di pangkuannya, buah berbintik dengan rasa manis dan asam yang bersamaan, walau terkadang lebih terasa asamnya.
Satu jam Axel berkendara, ia hidupkan lampu sein kekiri saat Perusahaan milik sang ayah terlihat di depan matanya. Ia berhenti di didepan loby begitu saja tanpa melajukan mobilnya ke parkiran khusus petinggi perusaahaan.
Para karyawan yang sedang ada di lantai satu menunduk hormat kala berpapasan dengan Axel sang CEO muda mereka. Dan Axel seperti biasa, hanya acuh dan terus berjalan tanpa melihat arah manapun.
Terlihat di salah satu meja, Sania sang sekretaris tengah memandangi beberapa berkas yang akan ia laporkan pada Axel hari ini. Ia nampak serius hingga kedatanagan pria muda ini sama sekali tak mengganggunya.
"Sania!" suara bariton itu seketika mengejutkan wanita pemilik body aduhai bak model papan atas ini.
Sania sekejap langsung berdiri dan menunduk hormat di hadapan Axel.
"Maaf pak, saya tidak tahu bapak sudah datang!" ujarnya.
"Dimana Farhan?" tanya Axel tak mau basa-basi.
"Dia sedang berada di lantai 5 Pak, di ruang sistem perusahaann," jawab Sania.
"Suruh dia langsung mengahadap saya!"
Tanpa menunggu jawaban Sania pria muda berpredikat suami dari wanita yang bernama Salwa Mahirra ini lebih dulu melajukan langkahnya masuk ke dalam ruangannya sendiri.
Sania terbengong, melihat sang Bos tak seperti biasanya.
"Pak Axel kayanya stres banget!" gumam wanita ini.
Sania anggkat ponselnya dan menghubungi Farhan yang sedang berada di lantai 5. Terdengar bunyi tersambung di sana.
"Halo mas, di tunggu pak Axel di ruangannya sekarang!"
Farhan seketika membulatkan matanya mendengar jika atasannya sudah datang, tanpa pamit kepada tim IT ia langsung berbalik arah menuju pintu dan berlari ke arah lift.
Tring
Pintu lift lantai satu terbuka, segera ia lajukan langkahnya menuju di mana ruangan nya dan Axel berada. Sesampainya di lorong menuju ruangannya, ia sedikit berlari dan terus hingga ia sampai di depan pintu yang bertuliskan RUANG CEO, tanpa peduli dengan Sania yang terus memanggilnya.
"His! aku di cuekin, awas nanti!" sungut wanita ini jengjel.
Axel yang sedang menatap layar laptopnya, langsung mendongak kala pintu ruangannya di buka dari arah luar.
"Permisi pak!" ijin Farhan.
Axel tak menjawab, ia hanya menatap Farhan dengan kedua mata bulatnya tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Dari kapan hal ini terjadi!"
Farhan menelan ludahnya kasar, Sungguh bukan maksudnya menyembunyikan keadaan ini.
"Maaf, pak, dari pukul 8," ujar Farhan.
"Lalu kamu memberi tahuku pukul 11 siang, apa kamu sudah bisa menangani ini?" tanya Axel dengan ekspresi datarnya.
Farhan tercekat, ia tak bisa mengatakan apapun, ia salah dan Farhan tahu itu.
"Sudah sampai mana?" lanjut Axel.
Farhan menjelaskan dengan pelan,tetapi secara detail pertanyaan yang mengarah padanya. Ia juga mengatakan kini seluruh sistem tak bergerak bahkan CCTV juga tak berfungsi.
Axel menatap Farhan, hingga membuat Frahan salah tingkah. ia melipat bibirnya dan menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Ada penyusup!" ujar Axel lirih.
Farhan seketika mendongak mencoba memasang telinganya dengan baik agar celetukan yang ia dengar dari mulut sang bos sesuai apa yang terlintas di lubang telinga nya tadi.
"Penyusup, pak?" ujar Farhan tanpa suara.
"Jemput Max di depan, ia akan membantu kita menangani ini, dan dengarkan perkataannya baik-baik!"
Farhan mengangguk, ia pamit dan segera menuju lobi untuk menyambut Maxim, tanpa bertanya lebih jauh dengan kata singkat yang terlontar lirih dari mulut Axel tadi.
Axel mengamati sekitar ruangannya, ia mulai berjalan-jalan pelan, dengan mata yang terus menelisik setiap sudut ruangannya. sambil membuka-buka buku yang ada di rak yang langsung mengahdap ke meja kerjanya.
Axel melihat kamera tersembunyi di salah satu buku yang ada disana. namun ia tak mengambilnya , justru ia mendiamkannya saja. ia ambil salah satu buku, dan berjalan kembali ke meja kerjanya seolah ia tak menyadari apapun.
Setibanya di meja, ia ambil salah satu pena yang berada di dalam kotak berbahan kayu itu, dan yah ia menemukan penyadap di salah satu pena yang ada disana, ada satu pena yang jelas bukan miliknya.
"Mau main-main, aku layani!" gumamnya Axel dalam hati.
Ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Iya bos!" jawab seseorang di seberang sana.
"Bagaimana pengiriman senjata yang sudah aku pesan Bar?"
Pria di seberang sana menukikkan alisnya, ia tak mengerti tentang apa yang bosnya katakan, karena setahu ia , senjata yang ia mau sudah datang bersamaan dengan kedatangan Max ke Indonesia.
"Bagaimana ?" ulang Axel.
Bara mengernyit, ini hanya siasat gumamnya. setelahnya ia pun mengikuti permainan sang bos dan mejawab dengan cukup lantang, ia mengatakan jika pengiriman akan segera di antar tiga hari mulai dari sekarang.
"Baik kalo begitu, sesuaikan saja tempatnya seperti biasa." ujar Axell.
"Baik bos!" ujar Bara dari seberang sana.
__ADS_1
Jika Axel sedang berakting dengan sangat santai, wanita paruhbaya di antah berantah sana, di buat bingung dengan percakapan singkat yang Axel lakukan barusan.
"Kemarin kamu mengatakan jika CEO muda itu tak pernah bermain dengan senjata Jer? kamu melewatkan sesuatu?" tanya nya penuh selidik.
"Tidak nyonya, saya sudah memeriksa seluruh latar belakang teman dan rekan bisnis nya, tak ada satu pun dari mereka yang memiliki bisnis senjata legal ataupun ilegal." Jerry menjawab dengan tenang.
Sang Nyonya besar, memijat keningnya. ia mulai mengingat segala hal yang sudah ia periksan satu tahun terakhir ini tentang anak muda itu, apa kah ada hal yang ia tak memeriksanya secara teliti, atau memang ada hal yang di sembunyikan dengan rapih oleh anak muda itu.
Namun informan terpercaya yang ia miliki dan sedang ada di kediaman Hadinata mengatakan Jika Axel hanya menjadi CEO ART MEDIA saja dan tak memiliki bisnis apapun.
"Cari tahu jer, sepertinya wanita gila itu tak memberikan informsi yang benar kepada kita, dan hubungi Vin, agar segera melakukan transakasi itu dengan cepat. ini sudah dua hari, apa yang pria mesum itu lakukan!" kesalnya.
Asisten setia berusia matang ini hanya mengangguk, ia keluar dari ruangan sang nyonya dan kembali melanjutkan pekerjaan yang sudah ia lakukan dan harus ia lakukan lagi.
Tut... tut...
"Halo, diamana kau?"
"Aku sudah di pelabuhan K, segera meluncur ke pulau B. Ada apa?"
"Percepat, Nyonya sudah tak sabar, dan jangan ceroboh!"
"Tentu, aku masih ingin hidup dan melebarkan club ku bodoh! sudah aku tutup telponnya." sarkas pemuda yang kini sedang menjadi kurir itu.
"Dasar orang gila!" sungut jerry.
Sedangkan Bara kini sedang menatap cctv di sebuah dermaga lewat bantuan GPS salah satu orang yang sudah ia sadap beberapa waktu lalu melalui sistem baru yang ia miliki.
"Wah, sepertinya mereka merambah lewat pulau ke pulau yang bang!" ucap Bagus sang adik angkat.
"Jika semua data yang kita miliki penuh dan jelas, segera kita laporkan ke bos, dan menunggu langkah-langkah selanjutnya.
"Lalu bagaimana tentang kejadian 15 tahun lalu itu, kamu menemukan sesuatu?"
"Tentu, ini sungguh di luar dugaan kita, benar feeling bos Max, sepertinya ada hal yang sengaja di tutupi oleh Ayah bos Axel sendiri."
"Lihat sendiri bang, aku mau makan dulu!" Bagus beranjak dari duduknya menuju dapur yang ada di apartemen mewah itu.
Bara menarik kebawah dan membaca setiap kata yang ada disana.
"Terarra!" gumamnya.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Hai guys... aku up bawa cerita baru nih, dari Age Naire
dengan Judul KAMUFLASE CINTA SANG CEO..
hanya di NovelToon ya, yang suka cerita CEO jangan lupa mampir ....
__ADS_1
Cekidot ...