
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sudah satu minggu sejak kejadian itu,Farhan yang tak ingin lagi kecolongan mulai lebih protek lagi tentang keselamatan sang tuan muda Hadinata yang sudah sangat berjasa pada hidupnya.karena kali ini Farhan merasa sepertinya ia dan Axel tak lagi bisa bermain main.Bahkan Farhan meminta Axel untuk mengunci semua data diri dan segala rekam jejak medisnya.
Karena Farhan takut jika para musuhnya akan menggunakam kelemahan Axel sebagai senjata.sekarang yang mengetahui tentang syndrom yang di alami Axel hanya Bima saja sebagai orang luar,dan ia juga sudah meminta Bima untuk mengunci rapat rapat apa yang sudah ia ketahui kepada siapapun.
Bima dengan tegas mengatakan akan setia dengan Axel apa pun kondisinya,ia mengatakan itu kepada Farhan bukan karena Axel menyukai adiknya,tetapi karena memang Bima benar benar mendedikasikan kehidupannya kepada ART MEDIA dan juga Axell.
Tok Tok
Suara ketukan di pintu bercat putih itu membuat Axel menghentikan kegiatannya.ia tutup rapat rapat laptopnya lalu berdiri berjalan ke arah pintu.
Klek
Sang ayah Erland berdiri dengan satu tangan memegang tokatnya di depan pintu kamar Axel.
"Bagaimana kondisimu ?"Tanya sang ayah.
"Baik yah,seperti yang ayah lihat."Dengan senyum tengilnya ia menjawab pertanyaan sang ayah.
"Lalu,sudah kamu temukan siapa yang melakukan ini ?"Axel menggeleng,namun bukan karena tidak tahu,tapi ia masih belum memastikan siapa seseorang itu.
"Ya sudah istirahatlah,sampai kamu benar benar pulih.Dan biarkan Farhan serta wakil CEO mu yang menangani perusahaan.
Axel merotasikan bola matanya mendengar wakil CEO sang ayah lantunkan,ia masih tak mengerti kenapa sampai sekarang Ayah nya masih saja percaya pada pria matang itu,padahal kinerjanya di perusahaan tak pernah baik,hanya pintar menjilat sang ayah saja.
"Ya sudah,Ayah akan kembali ke bawah."Axel mengangguk,Erland sang ayah berjalan kearah Lift yang mengantarkan nya hingga kekamar Axel.
Lift yang dibangun untuk kenyamanan Axel namun nyatanya justru hanya menjadi pajangan saja.Di rumah ini yang tahu Axel mengidap Claustrophobia hanya Erland sang ayah dan Kepala maid di rumah itu,sedangkan sang ibu Tiri hanya mengira bahwa Axel memang berubah aneh semenjak di tinggal ibunya.
Karena sejak kejadian itu dan meninggalnya Rima sang ibu,hampir semua kelakuan yang biasa Axel tunjukan semuanya berubah.Ia yang biasanya cerewet menjadi pendiam dan tak banyak melakukan apa pun,sampai pada akhirnya sang ayah mengeluarkan Axel dari sekolah kala ia menginjak kelas 3 SD untuk melakukan Belajar di rumah atau HomeScholing serta mencarikan Psikiater yang mumpuni untuk menangani kejiwaan sang putra satu satunya.
__ADS_1
Walau hingga detik ini banyak sekali pesaing bisnis bahka ibu tirinya pun masih mencoba memastikan bahwa Axel memang memiliki penyakit aneh karena kebiasaan nya yang tidak biasa.tapi sayang nya ia tak pernah mendapatkan apapun.karena hasil medis Axel selalu bersih.
***
Para karyawan serta para manager yang bertempat di lantai satu dan dua,kini sedang berbaris rapi untuk menyambut CEO mereka yang sudah satu minggu ini tak berangkat ke perusahaan.
Satu jam lalu,resepsionis mendapat kabar jika pagi ini Axel akan masuk kerja seperti biasanya.
Tap tap tap...
Derap langkah Sepatu pantofel hitam serta setelan jas berwarna hitam pekat dan kemeja putih yang hampir menyilaukan mata,menghiasi tubuh Axel hari ini.Jam rolex berlapir emas murini membuat penampilannya benar benar berkelas,bahkan otot lengannya yang tersembunyi di balik Jas itu membuat pria muda berusia 22 tahun itu nampak seksi dan dewasa.
Seluruh staf menunduk kan kepala mereka hormat setiap kali Axel datang ke perusahaan.Hal ini selalu di lakukan setiap pagi selama kurang lebih 10 menit.Sampai punggung tegap bagai tembok berlin serta asisten setia itu menghilang di balik koridor dan masuk keruangan mereka.
"Wih,satu minggu enggak nunduk lumayan juga 10 menit cuy."Ujar salah satu resepsionis.
"Iya,sakit apa ya dia."Ujar yang lain.
"Ganteng,muda,tapi aneh."Gumam karyawan yang lain sambil berjalan kembali ke bilik mereka masing masing.
Ucapan ucapan ini yang selalu datang dari para karyawannya setelah penyambutan kedatangan Axel di kantor setiap pagi.
Dulu waktu Axel pertama kali datang dan menggantikan Tuan Erland,pesona nya sungguh menghipnotis seluruh karyawan wanita.Bahkan mereka berbondong bondong mendaftarkan diri sebagai staf khusus di bawah Axel.
Namun baru satu minggu menjabat para karyawan langsung dibuat ternganga akan aturan yang menurut mereka terasa aneh.
Farhan sang asisten memberikan sebuah aturan tertulis yang harus mereka patuhi.Yang isinya,pertama tidak boleh ada wanita selain Sania sekretarisnya yang boleh masuk kedalam ruangannya dan tidak ada acara jabat tangan walau dengan karyawan laki laki,khusus untuk Axel.
Bahkan Farhan juga mengkhususkan hanya OB laki laki saja yang bisa masuk untuk membersihkan ruangannya.
Dan karena hal itu banyak yang mengira jika Axel adalah seorang Gay,ada juga yang mengatakan jika Axel mengidap kelainan atau memiliki syndrom tertentu karena hal hal yang di cetuskan itu.
__ADS_1
Walau begitu mereka tak pernah memungkiri jika kecerdasan Axel memang diatas rata rata,dan sejak ART MEDIA di pimpin oleh Axel banyak karyawan baru atau lama yang berpotensi,ia berikan beasiswa pendidikan untuk mereka yang mau melanjutkan mencari gelar yang lebih tinggi,dan Axel juga tak segan memecat karyawan yang selalu tak bisa ia ajak berkembang.
.
.
.
"Jadwal saya Sania." Sekretaris cantik bak model papan atas itu menyebutkan satu persatu jadwal yang harus Axel lakukan hari ini.
"Kenapa banyak Sania."Axel mengeluh seperti anak kecil.
"Maaf pak Axel,itu adalah agenda yang tidak bisa Pak Farhan gantikan."Jelas Sania.
Farhan yang berdiri di sisi Axel hanya bisa menggaruk tengkuknya."Semua pemimpin perusahaan itu hanya mau jika anda yang datang ke meeting tersebut pak Axel.
"Bukan kah,dari 4 perusahaan itu ketiga pemimpinnya wanita semua."Farhan mengangguk.
Farhan sudah mengatakn jika Axel sedang tidak sehat,tetapi justru jawaban mereka membuat Farhan tak bisa berkutik,mereka hanya mau jika Axel yang datang dalam penandatanganan kontrak kerjasama yang sudah mereka sepakati.
"Hah,aku butuh asupan gizi sepertinya."Sania dan Farhan mengernyit,"bukankah setipa pagi anda sudah meminum banyak suplemen pak."Ujar Sania.
"Kamu tidak tahu,ada suplemen yang lebih ampuh dari semua suplemen itu."Axel menyunggingkan satu sudut bibirnya.
Farhan yang mengerti kemana arah perkataan Axel hanya bisa tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.Sedangkan Sania memandang Farhan dan mengedikkan bahunya tanda tak mengerti.
"Jadwalkan ulang setelah jam makan siang Sania,saya akan keluar sebentar."Ayok Han !"
Farhan menegakkan tubuhnya tanda ia siap sedia.
Axel berdiri dan merapikan Jasnya serta menyisir rambut berponinya itu sedikit kebelakang.
__ADS_1
...🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴...