
Siang hari, Raina menyiapkan makan siang untuk mereka berempat. Ken kebetulan belum pulang dan buka cafe sore hari.
Claudia asik bermain dengan Ken dan Stella di ruang TV, setelah semua selesai mereka berempat pun duduk di ruang makan untuk menyantap makan siang bersama.
Tok.. tok.. tok... Terdengar suara ketukan pintu, Raina bergegas membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Alex.
"Assalammualaikum," ucap Alex.
"Wa'alaikumsalam Mas Alex, ada apa kok kesini..? Kok gak ngabarin dulu...?" Tanya Raina.
"Gak di suruh masuk dulu ni baru nanya, emang gak boleh nemuin calon istri? Aku mau liat sahabat kamu juga yg kemaren sakit," jawab Alex memberitahu tujuannya datang.
"Oh iya mas, boleh kok, yuk masuk Mas," ajak Raina dan tersenyum.
Sementara itu Stella dan Ken sudah tahu yang datang adalah Alex. Stella tampak pucat dan gugup.
"Stell, tenang ya, bersikap biasa aja, toh Alex dan Raina juga gak tau kan kalau kamu suka sama Alex? Raina cuma perlu tau kalau kalian udah saling kenal, begitu juga Alex perlu tau kalau kamu sahabat Raina, gak bisa menghindar terus," bisik Ken menenangkan Stella .
Raina dan Alex tiba di ruang Makan, Stella berusaha tegar dan pura-pura tidak tahu dan tidak terjadi apa-apa.
"Loh Stella, kok disini...?" Tanya Alex kaget.
"Jadi kalian udah saling kenal, kenal dimana...? kok aku gak tau sih," Tanya Raina pula.
"Iya jadi Stella ini...." Belum siap Alex menjawab, Stella sudah memotong pembicaraan, dia takut Alex mengatakan kalau mereka pernah kenal dan ketemu di masa lalu dan baru bertemu lagi akhir-akhir ini, Raina pasti akan tahu kalau Alex adalah cinta pertama Stella.
"Iya, kita udah kenal kok, kenal gitu aja," jelas Stella.
" oh.... jadi, Stella ini sahabat aku Mas. Ini Ken Bos aku dan Stella dulu di cafe, udah lama juga gak ketemu. Ya udah yuk makan," ajak Raina setelah menjelaskan.
"oh iya iya," jawab Alex manggut-manggut.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Ken berpamitan pulang, sementara Stella langsung masuk ke kamarnya dengan alasan istirahat karena tadi malam tidak bisa tidur nyenyak, sebenarnya hatinya masih terasa sakit melihat Raina bersama Alex cinta pertama nya itu.Stella mengunci pintu kamar dan terus meneteskan air matanya.
Alex dan Raina duduk di ruang tamu dan mengobrol. Sementara Claudia belajar di kamarnya, begitulah Claudia, dia adalah anak yang rajin belajar dan selalu mendapat nilai yang paling terbaik di sekolah.
"Rain, bosen gak...? Kita jalan yuk," ajak Alex.
"Hm berdua aja ya Mas, emang mau kemana..?" Tanya Raina.
"Iya dong, kita kan belum pernah jalan berdua, biar bisa saling kenal lebih dalam lagi," jawab Alex.
"Iya udah Mas, kalau gitu aku ganti baju dulu, terus pamitan sama Stella dan Claudia ya," kata Raina menyetujui.
"Oke," jawab Alex.
Setelah selesai berganti pakaian dan berdandan, Raina menuju kamar Claudia dan juga kamar Stella untuk berpamitan.
Saat Raina mengetuk pintu kamar dan memanggil Stella, Stella tidak menjawab dan tidak membuka pintu, Stella takut Raina tahu akan kesedihannya.
"Stella, aku jalan bentar ya sama Mas Alex, kamu istirahat aja di rumah, aku titip Claudia ya, bye.." Raina berpamitan dan ia mengira Stella sedang tidur.
"Cantik banget calon istri,"puji Alex.
"bisa aja, makasih Mas Alex," ucap Raina lalu mereka berdua tersenyum.
Stella bingung bagaimana dia harus bersikap, di satu sisi dia sangat mencintai Alex, tapi di satu sisi Alex adalah calon suami sahabat yang paling ia sayangi. Bagaimanapun juga Alex harus bertanggung jawab atas apa yang udah di perbuat. Stella berusaha tabah dan ikhlas melepas Alex untuk Raina.
...
Alex dan Raina jalan-jalan mengelilingi kota Jakarta, mereka pergi ke taman bermain, zoo dan juga makan malam bersama, benih-benih cinta antara mereka sudah mulai tumbuh, Raina merasa ini bukan hanya sekedar kagum tapi Cinta.
"Mas kamu itu sempurna, mudah-mudahan kita emang jodoh, aku beneran udah jatuh Cinta sama kamu," gumam Raina dalam hati sambil memandang Alex dan tersenyum.
__ADS_1
Alex pun membalas senyuman Raina tanda mereka berdua sama-sama merasakan kebahagiaan.
"Rain, di dekat Resto sini ada taman, entar selesai makan kita mampir bentar yuk sebelum pulang, lagian ini belum terlalu malam juga kan, kamu mau gak...? Ada sesuatu yang mau aku bicarain sama kamu," ajak Alex.
"Iya Mas boleh, aku mau kok," jawab Raina.
Saat di taman mereka berdua duduk di sebuah kursi yang panjang, melihat keindahan bintang di langit, mereka duduk berjauhan dari keramaian yang hanya ditemani oleh kicauan burung.
"Rain, ada yang mau aku omongin sama kamu," ucap Alex memandang Raina.
"Iya Mas ngomong aja, aku dengerin kok," kata Raina.
"Rain, semenjak kita berdua menjalani hari-hari bersama, aku ngerasa makin hari makin nyaman sama kamu, aku udah jatuh cinta sama kamu Rain, aku semakin yakin untuk menikah sama kamu," jelas Alex sambil memegang tangan Raina.
"Jadi ceritanya Mas nembak aku ni," tanya Raina dengan senyuman mengejek.
"Kalau iya kenapa..? Mau gak kita pacaran dulu dua minggu sambil nunggu hari pernikahan kita?" Tanya Alex.
"Aku mau mas, aku juga punya perasaan yang sama dengan kamu," jawab Raina menerima Cinta Alex.
"Beneran kan...?" Tanya Alex tidak percaya dan Raina hanya mengangguk tersenyum.
Alex mencium kening Raina, Raina tersenyum. Lalu Alex semakin berani ******* bibir mungil milik Raina, Raina pun menikmati dan membalas ciuman dari Alex. Kali ini tidak ada paksaan atau tidak sadar seperti pertama kali mereka bertemu. Mereka bercumbu mesra dan berpelukan serasa dunia milik mereka berdua saat itu, sepasang anak muda yang sedang di landa asmara.
Setelah mengantar Raina pulang, Alex juga langsung pulang ke rumahnya.
Di dalam kamar Raina tidak berhenti memikirkan Alex, terus membayangkan kejadian tadi di taman sambil memegang bibirnya, ia merasa sangat bahagia karena sudah memiliki hubungan dengan Alex sebelum mereka menikah.
Begitu pun Alex, ia terus membayangkan wajah imut Raina dan kejadian mereka di taman tadi.
"Rasanya udah gak sabar mau nikah sama kamu dan memiliki kamu seutuhnya Rain," Alex berbicara sendiri sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Sementara itu Raina tiba-tiba merasa perutnya tidak enak dan mau muntah, Raina bergegas berlari ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya. Benar saja semua isi dalam perutnya keluar, kepala Raina terasa pusing dan ia pun jatuh tergeletak pingsan di dalam toilet.
***