
"Pak Alex, jadi Bapak tadi malam tidur di kantor..?" Tanya Rey yang melihat Alex masih baring di sofa.
"Jadi saya harus tidur dimana setelah kamu usir saya dari rumah kamu?" Tanya Alex pula.
"Saya gak bermaksud usir Bapak, tapi Bapak kan punya rumah dan keluarga, istri Bapak cemas cariin Bapak," ucap Rey.
"Istri saya hubungin kamu..?" Tanya Alex.
"Iya Pak, jadi sekarang saya atau Bapak yang harus kabarin Bu Raina..?" jawab Rey dan bertanya.
"Biar saya saja, kamu boleh keluar dari ruangan saya," jawab Alex.
"Baik Pak kalau gitu saya keluar," ucap Rey dan keluar dari ruangan Alex.
"Kenapa Rey..? Kusut banget muka loe, bukannya tadi malam abis ketemuan sama gebetan..?" Tanya Boy yang menghampiri Rey di meja kerjanya.
"Hmm boro-boro mau ketemu gebetan," gerutu Rey.
"Loh kenapa...?" Tanya Boy lagi.
Saat Rey akan bercerita, Rey dan Boy melihat Raina yang baru datang dan membuat cerita Rey tertunda.
"Pagi Bu," sapa Rey dan Boy.
"Pagi," balas Raina.
Raina langsung masuk ke ruangan Alex.
"Mas, kamu keterlaluan ya. Setiap marah sama aku pasti kamu gak pulang. Kayak anak kecil aja tau gak," kata Raina.
"Kamu yang yang kayak anak kecil," kata Alex pula.
"Kenapa jadi aku? Wajar dong aku khawatir sama anak aku,"ucap Raina lagi.
"Tapi khawatir kamu berlebihan," ucap Alex.
"Wajar lah karena sama anak aku Mas, kamu sendiri malah khawatirnya sama Suster Anggit takut dia gak balik lagi. Sekarang dia ada di rumah lagi jagain baby Adrai sama oma," jelas Raina.
__ADS_1
"Apa...? Sekarang kita pulang,"ajak Alex dan menarik tangan Raina keluar dari ruangannya.
"Mas jangan kuat-kuat dong, sakit tangan aku," kata Raina.
Alex dengan wajah menakutkan sama sekali tidak menggubris Raina dan tetap menariknya sampai ke dalam mobil. Karyawan yang melihat akan hal itu pun tidak berani menegur Alex termasuk Rey dan Boy.
Raina menangis, sepanjang jalan Raina hanya terdiam sambil memegang lengan tangannya yang berbekas karena tarikan tangan Alex yang kuat. Raina memalingkan wajahnya dan tidak mau melihat ke arah Alex. Alex merasa sangat bersalah, tetapi ia memilih untuk diam saat ini agar masalah dengan Suster Anggit selesai terlebih dahulu.
Setibanya di rumah, Raina langsung membuka pintu dan berlari ke dalam rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Alex melihat Raina dan hanya terdiam, lalu Alex pun bergegas ke kamar baby Adrai. Sementara itu Raina masuk ke dalam kamarnya.
"Pagi Oma," sapa Alex yang masuk ke dalam kamar baby Adrai.
"Pagi, loh Alex kamu kok pulang. Bukannya Raina bilang kamu di kantor...?" Tanya oma.
"Iya Oma, tapi Raina juga pulang kok. Kita harus tanyakan ini sekarang sama Suster ini," jawab Alex dan menunjuk Suster Anggit.
Ssrrrr.... Darah Suster Anggit seketika mengalir deras, wajahnya pucat dan ketakutan.
"Ma-mau tanya apa Pak sama saya..?" Tanya Suster Anggit dengan gugup memberanikan diri.
Tiba-tiba Raina datang dan menghampiri baby Adrai yang sedang tidur di ranjangnya.
"Iya sayang, kamu bawa saja," jawab Oma.
"Raina, stop...! Kamu duduk dulu di sini. Bukannya kita mau bahas ini dulu," ucap Alex.
Raina sama sekali tidak menggubris Alex dan tetap berjalan membawa baby Adrai.
"Raina kamu dengar aku gak sih?" Teriak Alex.
"Alex sudah, kita saja bertiga. Kasian anak kamu baru saja tidur," kata Oma.
Raina berjalan tertunduk dan meneteskan air matanya lalu keluar dari kamar baby Adrai.
"oke, Suster Anggita Salsabila. Siapa kamu sebenarnya dan apa tujuan kamu datang kesini..?" Tanya Alex.
"Maksud Bapak apa, saya Baby sister dan datang ke sini buat kerja Pak," jawab Suster yang mencoba tenang.
__ADS_1
"Kamu bohong, jawab dengan jujur atau saya akan laporkan kamu ke Polisi karena sudah mencoba mencelakakan anak saya,"ucap Alex menatap Suster.
"Saya gak ngerti maksud Bapak Apa..?" Tanya Suster berpura-pura.
"Kamu lihat ini dan kamu akan mengerti apa maksud saya,"ucap Alex dan membuka beberapa rekaman CCTV di ponselnya.
"Ini saat kamu mau memasukkan bubuk ke dalam susu anak saya, ini kamu mencoba mendorongnya, tapi kamu tangkap lagi karena tiba-tiba Raina pulang. Dan ini rekaman bahwa ada seseorang yang menyuruh kamu," terang Alex sambil menunjukkan bukti rekaman CCTV itu.
"Maafkan saya Pak, tolong jangan laporkan saya ke Polisi," Suster Anggit bersujud dan memohon di depan Alex.
"Bangun kamu!" Perintah Alex.
"Tolong Pak, saya menyesal," ucap suster.
"Bangun!" Teriak Alex.
"Alex sabar, dengarkan dulu ya penjelasan Suster. Oma yakin kok sebenarnya Suster Anggit ini orang baik, jadi kita harus dengar dulu apa alasannya,"ucap oma.
"makasih Oma," ucap Suster Anggit.
"kamu lihat, lihat kan betapa percaya dan sayangnya orang-orang yang ada di rumah ini sama kamu. Oma, Raina, tapi apa yang kamu lakukan," bentak Alex.
"Maafkan saya Pak Alex, saya terpaksa dan saya menyesal," ucap Suster Anggit.
"Siapa yang suruh kamu dan kenapa kamu mau melakukannya..?" Tanya Alex.
"Saya benar-benar terpaksa Pak, yang suruh saya Pak Riky. Karena Almarhum orang tua saya punya utang banyak sama Pak Riky. Di saat saya butuh pekerjaan Pak Riky merecomend saya menjadi Baby Sister karena di kampung saya pernah menjaga Bayi selama 3 tahun. Pak Riky minta saya bekerja sama dengannya, selain saya bisa bekerja dan dapat penghasilan dari bekerja, utang keluarga saya juga di anggap lunas sama Pak Riky Pak. Saya benar-benar minta maaf Pak," jelas Suster.
"Dasar bodoh, kamu hampir saja menjadi iblis dan akan membunuh anak kecil yang tidak berdosa. Saya akan laporin kamu dan Riky ke pihak yang berwajib," bentak Alex lagi.
"Tolong Pak jangan, saya takut dengan ancaman Pak Riky yang akan membongkar makam kedua orang tua saya, Pak Riky juga mengancam akan mempersulit hidup saya Pak. Saya mohon maafkan saya Pak. Saya akan lakukan apa saja asal Bapak tidak melaporkan saya ke Polisi," pinta Suster Anggit memohon sambil menangis tersedu-sedu.
"Alex yang sabar, kamu pikirkan lagi baik-baik. Suster sudah jelaskan semuanya, sudah jelas kan Suster Anggit itu hanya terpaksa. Kamu pertimbangkan ya," pinta oma dan memenangkan Alex.
"Tapi Oma ini gak bisa di biarin," bantah Alex.
"Oma tahu Suster Anggit salah, tapi ada dalang di balik ini semua. Kamu harus memberi perhitungan sama dalang itu, bukan suster," ucap Oma .
__ADS_1
Alex terdiam dan tampak berfikir.
***