SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Kembali Bersahabat


__ADS_3

"Hai Alex, Raina, apa kabar...?" Sapa Ken dan bertanya.


"Kamu beneran Mas Ken?" Tanya Raina tidak percaya.


"Iya Rain, aku Ken," jawab Ken.


"Ken, bagaimana mungkin? Setelah bertahun-tahun kamu kembali lagi sekarang," kata Alex.


"Tapi itulah kenyataannya Lex," kata Ken lalu memeluk Alex yang hanya diam mematung karena belum bisa percaya.


"Rain, apa kabar dan bagaimana kandungan kamu?" Tanya Stella.


"Ba...Baik Stel," jawab Raina terbata-bata, rasanya sangat canggung sekali karena sudah 2 bulan tidak berbicara dengan Stella.


"Silahkan duduk!" Ucap Alex, lalu Stella dan Ken pun duduk.


"Mas Ken kapan pulang? Selama ini kemana aja...?" Tanya Raina.


"Mas udah tiga hari ada di rumah," jawab Ken lalu menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya.


"Yang kemaren kamu cerita ketemu Mas Ken jadi itu beneran Stell...?" Tanya Raina.


"Iya Rain bener," jawab Stella.


"Ya itu memang aku Rain, cuma waktu itu terpaksa pura-pura gak kenal Stella demi rencana aku buat kabur.


"Oh.... Syukurlah," ucap Raina.


"Untunglah kamu selamat Ken, kasian Kayla masih sangat membutuhkan papanya," kata Alex.


Tiba-tiba wajah Stella tampak lain, Ken tahu jika istrinya itu merasa tidak enak hati.


"Iya Lex, untung lah Stella masih setia dan percaya aku akan pulang. Oh ya, Alex, Raina, aku mau ucapin terima kasih sama kalian, Stella udah cerita semuanya, kalian yang selama ini bantuin Stella dan Kayla," ucap Ken.


"Sama-sama Mas Ken, itu memang udah seharusnya karena Stella ini Kakak aku," jawab Raina.


Stella sangat terharu mendengarnya, ia tidak menyangka karena Raina masih saja menganggap dia sebagai Kakaknya. Stella beranjak dari tempat duduknya, lalu menghampiri Raina dan memeluknya, pelukan itu mendapat balasan hangat dari Raina.


"Rain, maafin aku ya, aku tau kok kalau aku egois," ucap Stella sambil menangis.


"Stell, aku tau kok kenapa kamu kayak gitu. Ini semua juga salah aku, aku juga minta maaf ya," ucap Raina pula.

__ADS_1


"Rain, kamu masih mau kan jadi sahabat aku?" Tanya Stella.


"Ngomong apa sih kamu, ya mau lah Stell, selama ini aku sedih banget tau, gak bisa hubungin kamu, mau ke rumah kamu juga gak bisa karena aku ngalamin morning sickness yang parah banget, padahal waktu hamil Adrai gak gini loh," kata Raina.


"Makasih ya Rain," ucap Stella. "Aku tau kok semua tentang kamu."


"Maksudnya...?" Tanya Raina tidak mengerti.


"Iya Rain, jadi Stella itu cuma marah karena emosi sesaat aja sama kamu, gak beneran marah, selama kalian gak komunikasi, Stella selalu cari info tentang keadaan kamu lewat Maya, Maya sendiri tau dari Rey," jelas Ken.


"Oh... Jadi apa yang aku bilang ke Rey selalu disampaikan ke istrinya dan langsung disampaikan ke Stella. Awas ya kamu Rey, aku pecat nanti," kata Alex bercanda.


"Ha.. Ha.. Ha.." Tawa mereka.


Lalu mereka melanjutkan makan malam dan bercerita. Raina dan Stella telah berbaikan dan menjadi sahabat baik lagi.


...


Lima tahun telah berlalu, kini kehidupan Raina telah menjadi lebih indah, ia lebih sibuk dari seperti biasanya karena telah memiliki tiga orang anak.


"Pagi Ma," ucap Claudia. "Mama lagi masak apa? sini aku bantuin," kata Claudia. Kini Claudia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan sudah menjadi mahasiswi Kedokteran semester pertama.


"Pagi Sayang," ucap Raina pula. "Gak usah sayang, Mama lagi buat nasi goreng aja buat sarapan kita, udah siap kok. Kamu duduk aja ya," Kata Raina.


"Mama....." Suara panggilan itu terdengar dari seorang anak laki-laki tampan berusia 7.5 tahun, dia adalah Adrai anak Raina dan Alex yang kini telah duduk di kelas 2 SD.


"Duh gantengnya anak Mama," kata Raina lalu mencium anaknya.


"Dek duduk sini dulu," panggil Claudia.


"tuh di panggil Kakak, sana gih! Entar Mama bawa nasi gorengnya," kata Raina.


Semenjak Oma Mirna meninggal, Raina memang sangat sibuk untuk mengurus anak-anaknya sendiri, ia hanya memperkerjakan satu Baby Sister untuk membantu mengurus Adrai, itu pun tidak menginap.


Pembantu di rumah itu juga hanya tinggal dua orang, yang bertugas untuk mencuci dan membersihkan rumah, sedangkan untuk urusan perut, Raina memilih untuk mengambil alih sendiri.


"Morning Ma, Kak Claudia, Kak Adrai," ucap Alex yang baru saja sampai di ruang makan serta menggendong Arina. Arina adalah anak terakhir Alex dan Raina yang sangat cantik persis seperti Raina.


"Eh anak Mama udah bangun," kata Raina.


"Udah Ma," kata Arina, anak manis berusia 4.5 tahun itu.

__ADS_1


"Ya udah yuk semuanya sarapan," ajak Raina.


"Ma, Pa, hari ini Claudia gak bawa mobil ya," kata Claudia.


"Loh kenapa?" Tanya Raina.


"Mau Papa anterin?" Tanya Alex pula.


"Gak usah Pa, gak kenapa-napa kok Ma. Cuma Ester sahabat aku mau jemput Ma, mau pergi bareng," kata Claudia.


"Oh gitu, ya udah deh. Yang penting tetap hati-hati," pesan Raina.


"Iya Ma," jawab Claudia.


Setelah selesai sarapan bersama, Alex, Claudia, dan Adrai pergi untuk beraktivitas, sedangkan Raina mengurus anaknya yang paling kecil di rumah.


...


"Mas pergi ke kantor dulu ya Sayang," pamit Ken kepada Stella.


"Ma, Kayla juga pergi sekolah dulu ya," pamit Kayla yang sekarang usianya 6.5 tahun dan duduk di kelas 1 SD.


"Iya Sayang-Sayangnya Mama, hati-hati ya," kata Stella.


"Kamu baik-baik ya Sayang di rumah sama Kenzo," kata Ken.


Kenzo adalah anak kedua Stella dan Ken yang masih berusia 3 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sama halnya dengan Raina, kini Stella di sibukkan dengan aktivitas rumah tangga dan tidak lagi menjadi wanita karir.


...


Hari ini tepat dimana hari kebebasan Denis yang baru saja keluar dari penjara, akhirnya setelah 5 tahun lamanya berada di balik jeruji besi, Denis bisa kembali menghirup udara segar. Akan tetapi, saat ia akan pergi, tidak terlihat satupun keluarga yang datang menjemputnya, termasuk istri dan anaknya yang kini berada di Jogja.


Hingga saat Denis sedang berdiri di tepi jalan hendak mencari taksi, tiba-tiba ada sebuah mobil lamborghini yang berhenti tepat di depannya.


"Denis, ayo masuk!" Kata seseorang yang ada di dalam mobil tersebut.


"Alex, kamu gak salah ngajak saya masuk ke dalam mobi kamu...?" Tanya Denis.


"Tidak, silahkan masuk!" Jawab Alex lalu menyuruhnya lagi untuk masuk ke dalam mobil.


Akhirnya Denis pun mengikuti keinginan Alex untuk masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Alex yang sedang mengemudi.

__ADS_1


***


__ADS_2