SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Kejutan


__ADS_3

Alex tersenyum mendengar ucapan Raina, Raina juga tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa .


"sayang, Mas pergi ke kantor dulu ya. Kamu jangan lupa sarapan dan cukup istirahat aja di rumah, kalau ada apa-apa kabarin Mas ya" ucap Alex.


"Loh kamu gak sarapan dulu Mas...?" tanya Raina.


"iya entar Mas sarapan di Kantor ya" jawab Alex.


"no... no... no.... bawa makanan yang udah kamu beli dengan susah payah itu untuk sarapan di kantor"perintah Raina sambil menunjuk ke arah sushi yang d beli Alex tadi malam.


"tapi sayang......" ucapan Alex terputus .


"tidak ada tapi-tapian..... " lanjut Raina.


"oke fine" jawab Alex dengan senyuman terpaksa nya.


" gitu dong baru suami Raina " kata Raina.


"Mas pergi dulu ya sayang"ucap Alex dan mencium kening Raina.


"Hati-hati ya sayang" ucap Raina dan mencium tangan suami nya itu.


...


Setelah 4 bulan berlalu kini hubungan Ken dan Stella juga semakin dekat,Stella juga sudah melupakan Alex dan sepenuhnya mencintai Ken.


"eh kamu tau gak sih, kalau anak nya Bos kita udah setuju buat memimpin perusahaan orang tua nya"ucap Susi.


" oh ya bagus dong, gimana pun juga kan Pak Bos cuma punya Anak laki-laki satu-satu nya dan pewaris tunggal, jadi mau siapa lagi coba yang urus perusahaan jika Pak Bos pensiun"jawab Ani.


"iya dan denger-denger anak nya Pak Bos cakep banget, uhhhh....jadi gak sabar deh mau ketemu"sambung Tari


Stella tidak sengaja mendengar percakapan beberapa karyawan di dapur kantor saat ia hendak mengambil air minum.


"heboh banget sih, emang secakep apa anak Pak Bos itu, jelas lebih cakep Mas Ken gue lah" gumam Stella dalam hati dan tersenyum.


Tidak lama kemudian, di saat Stella sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas, Stella di panggil untuk menemui Bos Perusahaan Y yaitu Bapak Johan Pratama.


"duhhh ada apaan ya ,jadi dag dig dug gini " gumam Stella dalam hati.


Lalu Stella pergi ke ruangan Bapak Johan tersebut


Tok.. tok... tok... Stella mengetuk pintu ruangan Bos nya.


"silahkan masuk" ucap Pak Johan.


Stella masuk dengan berjalan sangat pelan dan gugup.


"permisi Bapak panggil saya, ada apa ya Pak..?" tanya Stella.


"oh iya benar ,jadi begini mulai sekarang Kamu akan menjadi sekretaris dan juga asisten nya anak saya, karena mulai hari ini anak saya yang akan memimpin perusahaan Y ini" jelas Pak Johan sambil menunjuk ke anak nya yang duduk di kursi menghadap ke belakang.


"baik Pak , terima kasih Pak" ucap Stella.


"oke baik kalau begitu, silahkan kamu berkenalan dan berbincang dulu dengan Bos baru kamu, karena saya masih ada urusan yang harus di selesaikan, ucap Pak Johan.

__ADS_1


"Ayah pergi dulu ya " pamit Pak johan kepada anak nya itu.


Anak Pak Johan hanya mengangguk. Setelah Pak Johan keluar dari ruangan, Stella memberanikan diri untuk berbicara dengan bos baru nya itu.


"Maaf Pak saya mengganggu, nama saya Stella " ucap Stella.


Bos nya itu hanya mengangguk.


"mulai sekarang saya adalah sekretaris dan juga asisten Bapak, kalau ada yang harus saya kerjakan atau Bapak perlukan, saya akan kerjakan dan siap membantu Bapak"ucap Stella lagi .


Lagi-lagi Bos baru nya itu hanya mengangguk. Stella merasa sangat kesal dan hanya menggerutu di dalam hati.


"ini orang gak bisa ngomong kali ya, terus gak sopan banget membelakangi orang seperti itu terus" gumam Stella dalam hati.


"baik lah Pak ,kalau saat ini saya belum di butuhkan , saya akan kembali bekerja " pamit Stella dan akan berjalan keluar.


"tunggu,saya butuh kamu disini" ucap Bos Stella dan tersenyum.


Bos baru Stella membalikkan kursi nya dan menghadap ke depan, Stella yang tidak asing dengan suara itu langsung menoleh nya. Betapa kaget nya Stella karena Bos baru nya itu adalah Orang yang sangat ia kenal.


"Mas Ken,jadi dari tadi kamu kerjain aku ? " ucap Stella kesal.


"maaf deh sayang,Mas mau kasih suprise aja sama kamu" jelas Ken.


Ken berdiri menghampiri Stella dan memeluk Stella. Stella tersenyum dan membalas pelukan Ken.


Pak Johan yang dari tadi nguping pembicaraan Ken dan Stella juga melihat mereka berpelukan, ikut tersenyum bahagia lalu pergi meninggalkan ruangan Ken.


...


"aku mau kita ketemu" jawab Indira.


"untuk apa...?"tanya Boy.


"Cafe Alaska jam 7 malam, aku tunggu"ucap Indira .


"tunggu.... "ucap Boy akan tetapi Indira telah memutuskan panggilan telfonnya terlebih dahulu.


Boy yang penasaran akhirnya pergi menemui Indira di Cafe Alaska sesuai dengan waktu yang Indira tentukan.


"lama banget sampai nya" kata Indira ketika Boy baru sampai.


"masih mending aku mau datang" jawab Boy.


"iya.. iya.. maaf deh, aku mau ngomong kalau aku masih sayang sama kamu,kamu masih sayang gak sama aku ? " ucap Indira dan bertanya.


Boy tidak langsung menjawab karena bingung, Indira memegang pundak Boy dan merayu Boy, Indira juga hendak mencium Boy tetapi Boy menghentikan nya.


"iya aku juga masih sayang sama kamu, apa sih maksud kamu seperti ini....?" tanya Boy pula.


"bagus, kalau kamu masih sayang sama aku berarti kamu masih mau kan melakukan apa aja buat aku" ucap Indira.


"iya pasti" jawab Boy.


Indira menceritakan yang pernah terjadi antara dirinya dan juga Alex ,ia juga memberitahu niat busuk nya kepada Boy.

__ADS_1


"apa, kamu udah gila ya...? Raina itu lagi hamil" ucap Boy kaget.


"iya aku tahu, tapi ini gak akan menyakiti Raina kok, aku cuma mau kasih pelajaran aja buat Alex" jelas Indira.


"gak, aku gak akan ngelakuin ini" teriak Boy.


"oh kamu tega sama aku, karena kamu masih suka kan sama Raina jadi kamu gak mau ngelakuin ini buat aku, kamu udah gak sayang sama aku" ucap Indira.


"aku sayang sama kamu" ucap Boy pula.


"iya udah buktiin"teriak Indira.


"okey, aku akan lakuin, tapi ini yang terakhir" ucap Boy dengan sangat terpaksa.


Indira mengeluarkan senyum licik nya.


...


Pagi hari setelah selesai sarapan bersama , semua telah siap untuk menjalankan aktifitas seperti biasa.


"sayang kamu entar ke kampus nya hati-hati ya. minta antar mang ujang" ucap Alex kepada Raina.


"iya Mas"jawab Raina.


"Mama, Oma uyut, aku pergi sekolah dulu ya" pamit Claudia.


"Iya sayang hati-hati" jawab Oma dan Raina.


Alex mengantar Claudia terlebih dahulu sebelum pergi ke Kantor, sementara Raina di antar supir karena jam kuliah nya hari ini hanya di jam 10 Pagi.


"Mbak Raina maaf" panggil Mang Ujang yang berlari terburu-buru menghampiri Raina.


"ada apa Mang...? kenapa panik gitu" tanya Raina.


"iya Mbak, saya dapat kabar dari kampung kalau Ibu saya meninggal" jelas Mang Ujang.


"Innalilahi wainailaihi rojiun... saya turut berduka cita ya Mang,sekarang Mang Ujang pulang kampung aja ya " perintah Raina.


"Tapi Ibu gimana mbak..?" tanya Mang ujang.


"gak apa,entar saya yang kabarin Oma" ucap Raina dan memberikan beberapa lembar uang untuk Mang Ujang.


"terima kasih Mbak" ucap Mang Ujang dan bergegas pergi.


Sementara itu Raina yang dari tadi menunggu Mang Ujang mengantar Oma ke rumah sanak Saudara dan akan meminta antar ke Kampus sudah tidak sempat lagi memanggil taxi online, ia juga di larang Alex mengemudi di saat hamil.


Raina berjalan ke depan , kebetulan ada taxi lewat dan berhenti menumpangi Raina.


Raina menyebutkan alamat tujuan nya, supir taxi misterius yang menggunakan topi itu hanya mengangguk dan menjalankan taxi nya.


Tidak lama kemudian Raina sadar bahwa Taxi melaju bukan ke arah kampus.


"loh Pak ini bukan jalan ke arah kampus kan, tolong putar balik Pak saya sudah terlambat" pinta Raina.


Supir itu tidak menggubris nya dan terus melaju sehingga membuat Raina panik.

__ADS_1


***


__ADS_2