
"Pak udah Pak"ucap Feby.
"kamu ingat ya kalau bukan karena Feby kamu sudah saya usir dari sini, saya biarkan kamu jadi gembel"ucap Bapak Feby.
Dimas hanya terdiam ,namun di dalam hati nya penuh dendam.
"Pak udah ya Feby mohon"ucap Feby.
Bapak Feby meninggalkan Feby dan Dimas dengan amarah nya.
"Mas, kamu tenangin hati kamu dulu ya. Aku mau nyusul Bapak"ucap Feby dan juga meninggalkan Dimas.
"Pak tunggu..." panggil Feby.
"ada apa Feby...?kalau kamu panggil Bapak hanya mau membahas tentang pria itu lebih baik kamu pendam dulu"ucap Bapak Feby.
"tapi pak.. "ucap Feby.
"sudah lah kamu urus saja pria itu ,Bapak mau ke sawah"ucap Bapak Feby dan pergi.
...
Saat di taman bermain, Alex sedang menemani anak-anak nya bermain, sedangkan Raina menemani Oma duduk beristirahat di sebuah kursi taman karena kelelahan berjalan.
"Oma gak papa...? atau mau pulang aja...? "tanya Raina.
"tidak, Oma tidak kenapa-napa sayang. Maklum nama nya juga orang tua, cukup istirahat saja"jawab Oma.
"syukur lah Oma, Raina hanya khawatir sama Oma"ungkap Raina.
"sudahlah Oma baik-baik saja kok ,Rain Oma mau bicara sama kamu"ucap Oma.
"mau bicara apa Oma..? "tanya Raina.
"kamu jangan terlalu sering ya melibatkan masalah rumah tangga kamu sama orang lain, meski itu sahabat kamu sendiri"pinta Oma.
"maksud Oma...? "tanya Raina kebingungan.
"maksud Oma Stella,jangan sedikit-sedikit ada apa-apa kamu libatkan Stella, apa lagi kamu suruh suami kamu antar jemput Stella, jangan sering membiarkan suami kamu dengan wanita lain kalau itu tidak mendesak"jelas Oma.
"maksud Oma gimana ya, aku beneran gak paham Oma...? "tanya Raina lagi.
"Rain, gini ya Oma mau kasih tahu kamu. Saudara perempuan kandung kamu sendiri saja bisa jadi penghianat apa lagi orang lain"jelas Oma.
"Oma, Stella gak mungkin jadi penghianat, aku tau gimana Stella "bantah Raina.
"terserah kalau kamu tidak percaya sama perkataan Oma sekarang, yang penting kamu hati-hati jangan terlalu berlebihan"nasehat Oma.
"iya Oma"jawab Raina.
"Mama, Oma uyut..."teriak Claudia.
Oma dan Raina tersenyum melihat Alex, Adrai dan Claudia menghampiri mereka.
"iya sayang, jangan lari-lari dong kak, udah besar lho"ucap Raina.
__ADS_1
"aku hati-hati kok Ma"jawab Claudia.
"hm.. sini sayang sama Mama"ucap Raina mengambil Adrai dari gendongan Alex.
"Oma gimana keadaan nya...? "tanya Alex .
"Oma tidak kenapa-napa, jangan khawatir"jawab Oma.
"Oma kecapean Mas, mendingan sekarang kita cari makan aja terus pulang ya Mas, anak-anak juga pasti kecapean"ucap Raina.
"sayang kamu kenapa..? kayak nya kamu jadi gak mood gitu..? "tanya Alex.
"gak papa Mas,aku cuma capek aja"jawab Raina.
"hm... aku tau ada yang lain sama ekspresi Raina, nanti di rumah aja baru aku tanya"gumam Alex dalam hati.
...
"Sayang makasih ya kamu benar-benar berhenti kerja demi program hamil"ucap Rey.
"Mas kamu gak perlu terima kasih sama aku, ini kan demi keluarga kita Mas"ucap Maya.
"iya tapi bagaimana pun kamu udah rela berkorban ninggalin karir kamu, Mas ada sesuatu buat kamu"ucap Rey.
"apa Mas...? "tanya Maya.
Rey mengeluarkan kotak perhiasan dari saku baju nya dan di berikan kepada Maya.
"apa ini Mas... ?tanya Maya.
Maya membuka kotak perhiasan tersebut dan berisikan gelang mutiara.
"ya ampun Mas ini Bagus banget lho"ucap Maya takjub.
"kamu suka...? "tanya Rey.
"ya suka lah Mas"jawab Maya.
Rey mengambil gelang tersebut dan memakaikan nya di tangan kiri Maya.
"cocok banget buat istri aku yang cantik"puji Rey tersenyum.
"makasih ya Mas"ucap Maya tersenyum malu.
"sama-sama sayang"jawab Rey lalu mengecup kening Maya dan memeluk nya.
"besok jadwal kita ke rumah sakit buat cek, kamu udah izin sama Pak Alex kan Mas... ?"tanya Maya.
"tenang aja sayang, Pak Alex bilang besok aku gak usah izin 1 hari tapi aku di kasih cuti 1 Minggu biar kita benar-benar bisa fokus dulu"ungkap Rey.
"oh ya, baik banget ya Pak Alex itu Mas sama kayak Mbak Raina"ucap Maya.
...
"Ky, kita harus bantu Rita"ucap Indira.
__ADS_1
"tapi gimana cara ngomong nya ke Denis...? gak semudah itu In. Kamu tau sendiri kan justru saya bisa jahat ke Alex karena siapa,ya karena Denis lah, dan sekarang kita minta dia berhenti dengan ambisi nya. Kalau istri nya saja gak bisa apa lagi kita"ungkap Riky.
"iya tapi apa salahnya di coba dulu, gak salahkan...? ayo dong sayang kita coba"pinta Indira.
"hmm... kamu ini bisa saja merayu"ucap Riky.
"duh masih kaku aja sih, kita ini udah jadian lho. Masak iya masih pakai saya-saya ngomong ke pacar nya"gerutu Indira.
"terus kamu mau nya gimana..? "tanya Riky.
"gak usah terlalu formal, aku kamu gitu aja"jawab Indira.
"iya bawel, ya udah ayok kita ke kantor Denis"ajak Riky.
"sekarang, harus sekarang banget ya...? "tanya Indira.
"jadi apa enggak..? "tanya Riky balik.
"ya jadi dong, masak gak"jawab Indira.
"ya udah nunggu apa lagi..? "tanya Riky lagi.
"gak ada yang di tunggu, iya ayok jalan"ucap Indira tersenyum.
Lalu Indira dan Riky bergegas pergi ke kantor Denis.
Sesampainya di kantor Denis..
"Apa yang membawa kalian buru-buru kesini buat menemui saya..?"tanya Denis kepada Riky dan Indira.
"jadi gini Den, saya mau to the point aja sama kamu"ucap Riky.
"iya itu bagus, lanjut ucapan kamu"pinta Denis.
"sebaiknya kamu berhenti untuk mengusik Alex karena sudah jelas sebenarnya Alex sama sekali tidak ada masalah sama kita"ungkap Riky.
"waw luar biasa sekali ya kamu, kamu itu siapa berani nya memerintahkan saya"ucap Denis.
"Pak bukan begitu maksud nya Riky"ucap Indira.
"kamu diam"bentak Denis.
"Denis, kamu yang diam. Jangan bentak Indira seperti itu"ucap Riky.
"aku gak papa kok ky"ucap Indira.
"oh selain bersekutu dengan Alex sekarang kamu juga pembela wanita ya"ucap Denis.
"kamu dengar ya Denis saya datang kesini dengan baik-baik dan sebagai sahabat kamu hanya mau memperingatkan kamu, hati-hati kamu sama Alex .Upaya apa pun yang kamu lakukan tidak akan pernah berhasil"terang Riky.
"itu buat kamu yang terlalu lemah, saya tidak akan pernah takut sama Alex atau siapa pun ,saya tetap harus buat dia hancur tidak perduli apa yang akan terjadi sama saya nanti nya"ungkap Riky.
"oke, tapi paling gak kamu pikirin istri kamu"ucap Riky.
Denis terkejut mendengar ucapan Riky dan memandang Riky dengan mata tajam.
__ADS_1
***