
"Alex gimana, udah tau belum Raina dimana...?"tanya Ken lewat telpon.
"belum, tolong kabarin gue kalau loe tahu dimana Raina"pinta Alex.
"pasti Lex"jawab Ken dan mengakhiri panggilannya.
"ya Allah aku mohon pertemukan lah aku dengan Istri dan anak ku, seandainya aku menemukan mereka aku janji ini yang terakhir kali aku membuat Raina kecewa"ucap Alex berdoa.
Tiba-tiba ponsel Alex berdering dan ada panggilan masuk dari Rey.
"Halo Pak Alex," ucap Rey dari sebrang telepon.
"Iya Rey gimana, apa kamu melihat Istri dan anak saya..?" Tanya Alex.
"Begini Pak, salah satu anak buah yang saya utus telah melihat Ibu Raina ada di Bandara," jelas Rey.
"Apa...? Jadi kamu sekarang ada dimana..?" Tanya Alex.
"Saya sudah tidak jauh dari bandara Pak, saya juga sudah perintahkan anak buah bagaimanapun harus bisa mencegah Bu Raina agar tidak pergi," jawab Rey.
"Oke, saya juga akan segera ke sana," kata Leo.
Lalu telepon terputus...
...
"sabar ya sayang, Mama akan bawa kamu jauh ke tempat yang aman,Mama yakin kok kita bisa hidup lebih baik. Mama benar-benar udah kecewa banget sama Papa kamu ,maafin Mama ya Nak"ucap Raina kepada anak nya.
Sementara itu, dari kejauhan ada seseorang yang terus memantau Raina dan baby Adrai.
Saat terdengar bahwa pesawat tujuan Bali akan segera berangkat, Raina bergegas beranjak dari tempat duduknya.
"Duh.... "rintih Raina karena ada yang sengaja menyenggol nya dan membuat tangan nya sedikit sakit.
"maaf Buk saya gak sengaja"ucap Orang tersebut.
"iya gak papa, untung anak saya gak jatuh,lain kali hati-hati ya Mas" ucap Raina.
"iya Buk sekali lagi maaf ya, ada yang sakit gak buk... ?"tanya orang itu lagi.
"gak ada kok, maaf saya buru-buru dan harus pergi sekarang Mas"ucap Raina.
__ADS_1
"Buk, saya mau minta tolong sebentar aja.Ibu mau ke Bali kan, saya juga Buk. Tapi saya udah gak tahan lagi mau ke toilet. Saya titip barang saya dulu ya Buk, saya akan segera kembali"pinta orang itu.
"aduh Mas, entar saya bisa terlambat"keluh Raina.
"masih beberapa menit lagi kok Buk, kan masih persiapan. Tolong ya Buk" pinta orang itu lagi.
"ya udah jangan lama-lama ya Mas"ucap Raina menyetujui.
Orang itu langsung bergegas pergi meninggalkan Raina.
lima menit kemudian Alex ,Ken ,Rey dan juga Boy sudah tiba ke bandara dan bergegas menghampiri Raina.
"sayang..."panggil Alex dari kejauhan.
Raina terkejut dan ingin segera melarikan diri, akan tetapi ia teringat akan barang titipan dari orang yang tidak ia kenal tadi.
"sayang, please jangan kabur. Mas seneng banget bisa ketemu kalian"ungkap Alex.
Raina hanya terdiam dan sama sekali tidak mau melihat Alex di hadapannya.
"Rain, lihat Mas. Mas menyesal udah buat kamu kecewa. Mas janji gak akan melakukan kesalahan ini lagi, kamu pulang ya. Mas mohon sayang"pinta Alex dan mulai meneteskan air mata.
Raina masih tetap terdiam dan belum mau melihat suami nya itu, sampai akhirnya Alex bersujud tepat di bawah tatapan Raina.
Bukan hanya Ken, Rey dan Boy saja yang melihat mereka, akan tetapi Raina dan Alex sudah menjadi pusat perhatian banyak orang di bandara.
"Mas Alex bangun, kamu gak perlu seperti ini Mas ayo bangun Mas"pinta Raina.
"Mas akan bangun kalau kamu mau maafin Mas dan pulang ke rumah sama Mas"ucap Alex.
"Mas udah dong jangan seperti anak kecil"ungkap Raina.
"iya Mas memang seperti anak kecil yang gak tau gimana cara nya minta maaf sama kamu dan kamu mau maafin Mas," Kata Alex dan menunduk.
"bangun Mas, aku maafin kamu"ucap Raina yang hati nya luluh seketika.
"apa..? kamu beneran kan sayang..? "tanya Alex dengan ekspresi wajah bahagia.
"iya Mas, sekarang kamu bangun ya. Aku gak bisa nunduk karena lagi gendong baby Adrai"ucap Raina.
Alex tersenyum dan berdiri, lalu ia memeluk dan mencium kening Raina juga anak nya.
__ADS_1
Semua yang menyaksikan mereka berdua bersorak dan bertepuk tangan bahagia.
...
"sial, ancaman Alex itu gak main-main Pak, bagaimana kalau mereka benar-benar mendapat bukti kalau kita yang suruh suster itu, habis kita tau gak" ucap Indira.
"kenapa kamu yang panik banget sih, padahal aku lho dalang di balik ini semua.Aku fine aja"ungkap Riky.
"tapi saya terlibat"ungkap Indira.
"kalau kamu takut masuk penjara, harusnya dari awal kamu gak usah terjun ke dunia kejahatan. Kamu tenang aja, gak semudah itu menemukan bukti dan memasukkan kita ke dalam penjara" ucap Riky.
"ya mudah-mudahan saja ucapan mu itu benar" kata Indira menatap tajam mata Riky.
Riky yang terkejut akan tatapan tajam dari Indira itu reflek menarik tangan Indira dan tidak sengaja Indira malah terjatuh di pelukan Riky serta bibir antara keduanya pun bersentuhan.
Indira dan Riky sama-sama terkejut dan membelalakkan mata nya.Lalu Indira dengan cepat melepaskan bibirnya yang menempel di bibir Riky. Mereka berdua sama-sama malu dan salah tingkah.
"saya permisi dulu Pak "pamit Indira.
"ha iya silahkan"jawab Riky gugup.
Indira pun pergi keluar dari ruangan Riky, berjalan menuju dapur kantor untuk mengambil minuman sambil memikirkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan Riky barusan.
Sementara itu Riky yang juga membayangkan kejadian tadi terus memegang bibirnya sambil tersenyum.
"sial, dia adalah wanita pertama yang mengambil kejantanan bibir ini, walaupun hanya menempel tapi udah buat jantung ini berdebar-debar"gumam Riky dalam hati dan terus tersenyum memikirkan Indira.
...
"sayang, makasih ya kamu udah mau pulang sama Mas, maafin Mas ya, Mas janji gak akan berlaku seperti ini lagi"ucap Alex kepada Raina saat di dalam mobil dalam perjalanan pulang.
"iya Mas gak papa kok, maafin aku juga ya"ucap Raina pula.
"kamu gak salah kok ,untung aja anak buah yang di utus Rey bisa mencegah kamu untuk gak cepat-cepat pergi, kalau gak Mas pasti udah kehilangan kamu dan anak kita yang akan pergi ke Bali"ungkap Alex.
"owhhh jadi tadi itu anak buah kamu ya Mas, pantes aja aneh, kamu juga tahu lagi kalau aku mau ke Bali. Bagus ya kamu Rey"ucap Raina .
"maaf Buk, tapi kan ini buat kebaikan kalian Buk"ucap Rey dan tersenyum.
Rey yang menyetir mobil untuk mereka, sementara itu mobil Rey di kemudikan oleh Boy.
__ADS_1
***