
"Indira.....? " ucap Raina terkejut.
" wah.. wah...ini supraise banget ya buat kita semua,jadi ini wanita licik yang kabur keluar negeri itu" ucap stella.
Indira ketakutan melihat mereka semua yang sedang berkumpul di situ, Indira mencoba kabur tetapi Boy menarik tangan nya.
"lepasin, sialan kamu ya Boy. Bisa-bisa nya kamu menjebak aku seperti ini" ucap Indira dengan amarah nya.
"Indira, Indira terus yang kamu lakuin itu apa, menjebak aku dengan mencuri gelang terus menyuruh orang suruhan kamu itu menaruh gelang nya di rumah tua tempat penyekapan Raina itu apa...? kamu lebih sialan lagi" ucap Boy.
"kenapa Indira.....? mau kabur lagi, sayang nya udah gak bisa" ucap Alex menghampiri Indira.
"wah.. wah... mantan karyawan perusahaan X, mantan karyawan kamu kan Lex... ?" ucap Ken.
"iya bener, sekarang dia ada di depan mata kita semua setelah beberapa kali coba untuk kabur" jawab Alex.
"Lepasin... "teriak Indira mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Boy.
"lepasin aja Boy, dia juga akan bisa kabur kemana-mana kok" perintah Alex.
Pintu ruangan tersebut di tutup dan di jaga ketat oleh penjaga sehingga Indira tidak bisa kabur keluar.
"saya masih berbaik hati sama kamu di hari terakhir kamu bebas menghirup udara segar ini, saya sengaja mengundang kamu makan malam lezat, karena mulai besok kamu gak akan bisa lagi menikmati makanan seperti ini" ucap Alex.
"maksud kamu apa...? " tanya Indira ketakutan
"maksud nya setelah ini Polisi akan datang menjemput kamu" jelas Boy.
"gak, aku gak mau" teriak Indira.
Indira berlari menghampiri Raina.
"Rain tolong maafin aku, tolong bilang sama suami kamu jangan penjarain aku, aku mohon" ucap Indira memohon dan menangis.
Raina bingung harus berbuat apa dan merasa kasihan melihat Indira.
"aku.... " ucapan Raina terpotong oleh Alex.
"sayang, kamu jangan sampai luluh ya, ingat apa yang udah dia lakuin kepada kamu dan calon anak kita" ucap Alex kepada Raina.
"aku janji gak akan berbuat seperti itu lagi, aku menyesal Rain" ucap Indira lagi.
"Mas, udah ya tolong maafin Indira" pinta Raina kepada Alex.
"Rain ,udah ya biar masalah ini jadi urusan Polisi aja " ucap Stella.
"tapi kasian Indira Stell" ucap Raina lagi.
"pliss Mas aku mohon lepasin Indira jangan di laporin ke polisi ya, dia juga udah menyesal kok Mas.Lagian aku dan anak kita juga gak kenapa-napa"ucap Raina lagi memohon kepada Alex.
__ADS_1
"sayang gak bisa, Mas udah buat laporan ini kan udah lama" jelas Alex.
"kita bisa cabut kan Mas laporan nya" pinta Raina.
"tapi sayang, aku gak yakin kalau perempuan ini benar-benar menyesal, siapa yang berani jamin kalau dia gak akan berbuat hal ini lagi" kata Alex.
"Pak Alex saya janji gak akan ngelakuin ini lagi" ucap Indira memohon dan bersujud di bawah kaki Alex.
Alex menghela nafas panjang.
"bangun... bangun" teriak Alex kepada Indira.
Indira berdiri di depan Alex dan Raina.
"oke ,ini semua karena saya gak tega melihat istri saya menangis, kamu lihat kan dia sampai memohon kepada saya hanya untuk perempuan yang udah hampir membuat diri nya celaka ,harus nya kamu pikir pakai otak kamu. Kalau kamu masih berani nyakitin keluarga saya lagi, saya pastikan hukuman seumur hidup untuk kamu" ancam Alex.
"saya janji Pak tidak akan berbuat seperti ini lagi" ucap Indira.
Alex menelpon polisi bahwa ia akan ke kantor untuk melepas tuntutan nya kepada Indira.
"makasih ya Rain,makasih banget kamu baik banget udah mau nolongin aku" ucap Indira dan memeluk Raina.
"iya sama-sama In" jawab Raina.
"lepasin pelukan kamu dari Istri saya "pinta Alex dan menarik Raina untuk melepaskan pelukan Indira.
"kamu ini kenapa sih Mas, apa salah nya sih .Aku sama Indira udah baikan juga" ucap Raina kesal.
Indira berlari keluar dari ruangan tersebut, penjaga pintu mau mencegah nya, tetapi Alex meminta mereka untuk membiarkan Indira pergi.
"Pak Alex, Raina dan semua nya aku pergi dulu ya" ucap Boy.
"kamu gak ikut makan dulu Boy...? " tanya Raina.
"ehem... ehem" Alex memberi kode dengan batuk nya.
"cieh... ada yang cemburu ni" ejek Stella.
"gak usah Rain, aku pulang dulu, permisi semua nya " jawab Boy dan pergi meninggalkan ruangan tersebut menyusul Indira.
...
"Brengsek....... " teriak Indira kesal .
Indira pulang ke rumah lama nya karena untuk sementara ini ia sudah bebas .
"dasar Raina bodoh, baru kena air mata dikit aja langsung luluh, liat aja nanti" gumam Indira.
"dan kamu Boy aku pastikan kamu akan menyesal dengan ini semua" gumam Indira lagi.
__ADS_1
Boy yang sejak tadi mengikuti Indira,sudah tahu jika Indira pulang ke rumah lama nya langsung menghubungi Rey.
"kamu awasi terus gerak gerik Indira karena Bos Alex tidak percaya sama perempuan itu.Besok jangan lupa datang ke kantor tepat waktu" perintah Rey lewat telpon.
"baik terima kasih Pak"ucap Boy dan memutuskan panggilan telpon.
...
"pagi Mas" ucap Raina yang melihat Alex sudah bangun tidur.
"hmm... " jawab Alex dan langsung menuju kamar mandi.
Raina hanya tersenyum mendengar jawaban dari suami nya itu.
"Mas sarapan dulu ya, udah aku buatin dan aku tarok di meja" ucap Raina ketika alex sudah selesai memakai pakaian nya dan akan pergi ke kantor.
"Udah gak sempat, buat kamu aja ya " ucap Alex dengan wajah jutek nya .
"Mas kamu masih marah soal tadi malam....? " tanya Raina.
Alex tidak menjawab pertanyaan Raina.
"Mas, udah dong marah nya .Aku gak suka di diemin seperti ini, udahan ya marah nya " pinta Raina.
"Mas pergi dulu ya " pamit Alex dan tidak menggubris saat Raina akan menyalami dan mencium tangan nya seperti biasa.
Raina menghela nafas panjang dan mengerutkan kening nya.
"Alex kamu sudah mau pergi ya, tumben Raina gak antar kamu keluar...? " tanya Oma.
"iya Oma, Raina lagi di toilet dan aku buru-buru Oma" jawab Alex.
"Alex......? tidak sedang berantem kan kalian...? "tanya Oma lagi.
"gak Oma " jawab Alex.
"Claudia ayo pergi" panggil Alex.
"iya Pa " jawab Claudia dan menghampiri Alex.
"Mama mana Pa ,belum pamit sama Mama" ucap Claudia.
" Mama lagi di toilet, udah ya Kita pergi aja yuk" ajak Alex.
Setelah berpamitan dengan Oma, Alex dan Claudia pergi untuk beraktifitas.
"Mas tunggu...... Mas Alex.... " Panggil Raina.
Raina berlari menuruni tangga membawa dompet Alex , Raina tidak terlalu fokus melihat jalan karena perut nya yang sudah membesar.Hingga Raina terpeleset dan jatuh dari tangga.
__ADS_1
"ahkk....... "teriak Raina
***