
Rey melihat siapa yang ada di depan pintu itu adalah Oma Alex, setelah mendapat kabar dari Alex Oma kaget, jadi tidak lama kemudian Oma memutuskan untuk datang ke rumah Raina dan memastikan keadaan calon cucu menantu kesayangannya itu baik-baik saja.
"Alex, dimana Raina...? Apa yang terjadi sama Raina...?" Tanya oma yang melihat Alex sedang membersihkan dapur.
"Oma uyut..." Panggil Claudia menghampiri Oma dan mengalaminya.
"Cicit Oma, kamu mau makan ya....?" Tanya oma.
"Iya Oma, aku baru aja mau makan sama Om Alex dan Om Rey, ayok Oma makan bareng kita," tawar Claudia.
"Raina lagi istirahat Oma, tadi dia udah aku buatin bubur dan minum obat. Oma ngapain kesini...?" Jawab Alex dan balik bertanya.
"Ngapain kamu bilang? Oma kesini mau lihat keadaan Raina lah," jawab oma.
Dan tiba-tiba Raina keluar dari kamarnya...
"Sayang kamu udah bangun...? akok keluar sih," tanya Alex dan menuntun Raina ke kursi.
"Raina...? Kamu bagaimana keadaan nya...? Ini pasti gara-gara Alex yang tidak benar menjaga kamu kan?" Tanya oma.
Alex terdiam. Mungkin yang di katakan omanya benar kalau Alex sudah tidak benar menjaga calon istrinya itu.
"Oma, ini bukan salah nya mas Alex kok. Raina sekarang udah gak apa-apa Oma, cuma kecapean aja, Mas Alex juga udah kasih aku cuti satu Minggu untuk istirahat di rumah, di lanjut lagi entar cuti nikah Oma," jawab Raina.
"syukurlah kalau begitu," ucap Oma tenang.
"Lagian bentar lagi kalian kan mau menikah. bentar lagi loh, sudah jelas kata Dokter kamu kecapean, sudah ah Raina kamu tidak usah bekerja lagi ya," ucap oma lagi.
"Nah bener banget tuh yang oma bilang, entar apa kata karyawan Mas, seorang CEO pemimpin perusahaan ngebiarin istri kerja capek-capek di kantornya sendiri," sambung Alex.
"Bukan gitu oma, aku pasti ngerasa bosen banget di rumah," jawab Raina.
"Emangnya kenapa Mas, kamu malu istri kamu cuma CS...?" Tanya Raina.
__ADS_1
"Gak gitu sayang, kamu kan juga masih mau selesaikan kuliah, belum lagi urus Claudia di tambah lagi urus Mas, Mas gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa," ucapan Alex tidak sengaja keluar dari mulutnya.
"Mas...." Raina menghentikan ucapan Alex.
Semua yang ada di meja makan terdiam mendengar ucapan Alex, oma menatap Alex dengan sorotan mata yang ingin tahu.
"Maksud nya calon anak kita nanti. Kalau udah nikah pasti hamil kan...?" Kata Alex mengelak.
"Owhhh.... Kamu ini ada-ada saja," ucap oma lega.
"Bos Alex udah ngebet banget punya anak," ejek Rey.
"Diam kamu Rey," Alex melempar tisu ke wajah Rey, sedangkan Rey hanya tertawa dan tidak membalasnya.
...
Tepat pukul 4 sore, Stella tiba di rumah di antar oleh Ken. Stella juga mempersilahkan Ken untuk mampir ke rumah terlebih dahulu sebelum pulang.
Stella mempersilahkan Ken duduk di ruang tamu. sementara Stella akan ke dapur untuk mengambil air minum. Saat melewati ruang TV, Stella tidak sengaja melihat Raina yang tertidur di pangkuan Alex dan Alex juga ikut tertidur dengan posisi duduk dan tv masih menyala. Stella hanya bisa terdiam pasrah melihat mereka berdua dan lanjut ke dapur .
Stella kaget, tiba-tiba hatinya terasa sakit dan minuman yang di bawanya pun terjatuh ke lantai.
Prang.... Terdengar suara pecahan kaca yang jatuh berserakan di lantai, Raina dan Alex yang kaget mendengarnya langsung menyudahi ciuman mereka.
"Stella..." gumam Alex.
"Stella kamu gak papa kan...?" Tanya Raina dan mau menghampiri Stella.
"Rain, kamu jangan kesini, gak pakai sendal lagi, itu kacanya berserakan, biar aku yang beresin," ucap Stella lirih .
"Gak bisa, aku akan nolongin kamu," jawab Raina lalu berjalan ke arah Stella.
Dan akhirnya....
__ADS_1
"Aw..." Terdengar suara rintihan Stella karena jarinya tertusuk kaca yang sedang ia bersihkan.
Alex bangun menyusul Raina menghampiri Stella dan ingin menolong Stella tapi tiba tiba.....
"Aduh..." Rintih Raina karena kakinya juga tertusuk kaca saat ia melewati jalan tersebut.
Darah Stella dan Raina sama-sama bercucuran. Alex bingung siapa yang akan dia tolong duluan, akan tetapi tiba-tiba muncul Ken karena mendengar suara ribut di ruang Tv.
"Stella kamu kenapa...?" Tanya Ken dan menghampiri Stella.
"Ken kamu bantu bersihin luka Stella ya, saya mau bawa Raina ke kamar dulu dan obatin lukanya," ucap Alex.
"Iya baiklah," jawab Ken.
Setelah itu Alex mengobati Raina di kamarnya. Sedangkan Ken mengobati luka Stella di ruang TV.
"Udah gak papa kan sayang? Untungnya gak terlalu dalam lukanya dan gampang di bersihin, kalau gak bisa infeksi, kalau entar terasa sakit kabarin aku ya," kata Alex.
"Iya Mas, aku tuh cuma kena kaca dikit aja Mas, kenapa seluruh telapak kaki di lilit perban gini sih, gimana coba aku mau mandi?" Kata Raina kesal.
"Gak mandi tetap Wangi kok," Alex menggoda Raina.
Sementara itu di ruang TV, Ken yang sedang membersihkan dan mengobati luka di jari Stella penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
"Stell ada apa..? Muka kamu keliatan tegang, ayo cerita sama aku," tanya Ken.
"Aku tadi ngeliat Raina dan Alex berciuman Mas, mereka pasti gak sadar kalau aku udah pulang.
Aku udah coba ikhlas, tapi entah kenapa masih terasa sakit banget, tiba-tiba aja pikiran aku nge-blank dan gak sengaja jatuhin minuman kamu. Raina nyamperin aku gak pakai sendal jadi kakinya tertusuk, sebelum itu jari aku udah tertusuk duluan Mas, tapi aku tahu Alex lebih memilih menolong orang yang di cintainya dari pada aku, luka di jari ini gak ada apa-apanya di bandingkan luka di hati aku, terasa sakit banget Mas," Ucap Stella menceritakan semuanya kepada Ken dan menangis.
"Sudah ya jangan nangis, kamu harus belajar ikhlas dan lupain Alex, gak boleh cemburu, ingat Alex dan Raina mau nikah," ucap Ken menenangkan Stella lalu memeluknya.
"kamu gak tau kalau aku juga cemburu liat kamu terus memikirkan Alex, bahkan hatiku juga ikut sakit melihat kamu sedih kayak gini Stell, kamu kan tau aku sayang banget sama kamu," gumam Ken dalam hati.
__ADS_1
Alex yang mau mengambil air minum untuk Raina ternyata dari tadi telah mendengar percakapan mereka. Alex terdiam dan tidak percaya apa yang telah di dengarnya tadi.
***