
"Raina.... "ucap Stella panik.
"jadi tadi malam Mas Alex tidur di sini, aku pikir kemana"ucap Raina.
"Rain, kamu jangan salah paham ya "pinta Stella.
"salah paham apa sih Stell maksud kamu... ?"tanya Raina.
"iya soal ini, aku bisa jelasin kok. Aku bangunin Mas Alex dulu ya,atau kamu aja yang bangunin"ucap Stella.
"kamu aja"jawab Raina.
Akan tetapi sebelum Stella menghampiri Alex dan membangunkan nya, Alex terlebih dahulu bangun dan menghampiri mereka berdua.
"Mas, kamu udah bangun...?"tanya Raina.
"sayang, maaf ya Mas ketiduran di kamar Stella"ucap Alex.
"iya Rain ,kamu jangan salah paham ya. Kita gak ngapa-ngapain kok, tadi malam itu.."ucap Stella terpotong oleh ucapan Raina.
"hust... udah Stell kamu gak perlu jelasin apa-apa ke aku, aku percaya kok kalian gak ngapa-ngapain. Lagian aku yang suruh Mas Alex tadi malam nyamperin kamu, aku denger Kania nangis terus, pasti dia rindu sosok seorang ayah deh, lagian ini bukan pertama kali nya juga kan Mas Alex nenangin Kania kalau lagi nangis"ungkap Raina.
"duh Rain, maafin aku ya"ucap Stella.
"udah santai aja"jawab Raina.
"Claudia hati-hati dong sayang, sekarang kita bangunin Mama Papa kamu ya"ucap Oma yang sedang menaiki tangga bersama Claudia.
"iya Oma"jawab Claudia.
Raina yang mendengar perbincangan antara Oma dan Claudia merasa panik, ia takut Oma akan salah paham dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Raina spontan menarik Alex keluar dari kamar Stella dan pura-pura berbicara dengan Stella dengan topik yang lain.
"Stell maaf ya ganggu tidur nya, gimana nyenyak gak tidur nya tadi malam, Kania udah bangun belum..? "tanya Raina.
Stella dan Alex bingung, namun Stella melihat isyarat kedip mata dari Raina dan Oma yang sudah terlihat membuat Stella mengerti.
__ADS_1
"oh iya nyenyak kok, Kania nya belum bangun"jawab Stella.
"loh kok pada ngumpul di depan kamar nya Stella ,ayo turun sarapan"ucap Oma.
"iya Oma ini aku sama Mas Alex mau ajakin Stella sarapan, iya kan Mas...? "jawab Raina dan mencubit Alex untuk mendukung nya.
"i.. iya Oma bener kata Raina"jawab Alex.
"Ya sudah kalian cepetan turun ya, di tunggu di bawah,anak-anak kalau masih tidur biar di urus sama baby sister saja"ucap Oma lalu kembali turun tangga bersama Claudia.
"iya Oma"jawab Alex, Raina dan Stella.
...
"Mas kamu kenapa sih semenjak kita menikah kamu jadi banyak diam, apa karena udah satu tahun menikah tapi aku belum bisa kasih kamu keturunan...? "tanya Maya.
"Mas gak kenapa-kenapa May, kamu jangan terlalu banyak berprasangka buruk"jawab Rey.
"Mas kamu jangan bohong deh, aku tau kerjaan kamu juga lagi gak banyak, kamu banyak waktu. Tapi di undang Mas Alex ke ultah anak nya aja kamu gak mau pergi"ucap Maya.
"jadi karena aku, aku minta maaf Mas. Tapi ini karir yang selama ini aku mau. Karir aku lagi Bagus, dari awal sebelum menikah kamu juga dukung aku kan"ucap Maya lagi.
"iya aku selalu dukung kamu, jadi kamu gak usah khawatir, aku gak kenapa-napa.Gak ada yang berubah seperti yang kamu bilang itu"jelas Rey.
"tapi aku liat kamu sekarang berubah,kalau kamu memang mau aku berhenti kerja dan fokus program hamil oke Mas aku mau"ungkap Maya.
"kamu ngomong gitu udah dari enam bulan yang lalu May, awal nya aku gak masalah kamu tetap kerja kalau kita udah nikah,tapi setelah kita ke Dokter apa kamu lupa apa yang Dokter bilang...? kamu kecapean May, kalau mau program hamil kamu harus fokus dan gak boleh kecapean May ya kamu harus berhenti kerja,kamu paham gak sih"ungkap Rey
"aku tau Mas,tapi kamu ngertiin aku dong,aku masih mau kerja.Aku juga kerja nya gak terlalu capek kok"jawab Maya membela diri.
"aku selalu ngertiin kamu May, gak kecapean gimana kalau setiap hari kamu selalu lembur pulang malam, bahkan weekend juga kamu lembur satu harian pulang malam. Tumben aja hari ini kamu off"ucap Rey dengan amarah nya.
"tapi Mas... "ucapan Maya terpotong.
"sebelum menikah kamu udah selalu kerja May, bahkan dari di kampung kamu udah kerja, di sini udah dua tahun kamu kerja ,apa kurang cukup...?"tanya Rey.
__ADS_1
"bukan gitu Mas, aku kerja juga buat keluarga kita. Buat anak kita nanti Mas"jelas Maya.
"owh jadi selama ini menurut kamu gaji aku gak cukup buat biayain kebutuhan keluarga kita, egois kamu"ucap Rey lalu pergi keluar rumah meninggalkan Maya.
"Mas, tunggu.. Mas Rey mau kemana kamu Mas...? tunggu aku Mas"teriak Maya sambil mengejar Rey.
Akan tetapi Rey tidak menggubris Maya dan langsung masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobil nya.
"Mas Rey"teriak Maya sambil menangis.
Sementara itu Rey yang sudah berjalan jauh meninggalkan rumah memutuskan untuk pulang karena menyesal akan perkataan nya terhadap Maya.
...
"syukurlah akhirnya kamu sadar juga" ucap seorang wanita bernama Feby.
"kamu siapa...? aku dimana...? "tanya seorang pria bernama Dimas.
Akan tetapi Dimas bukan lah nama asli pria tersebut, Feby dan Orang tua nya menemukan pria itu di pinggir kali.Karena tempat mereka ada di sebuah perkampungan yang jauh dari kota dan fasilitas yang memadai ,jadi Pria tersebut hanya di rawat di rumah dengan pengobatan mantri dan obat-obat tradisional.Setelah dua tahun koma,pria itu sadar dan hilang ingatan, Feby berinisiatif memberi nama pria itu Dimas dan mengaku sebagai calon istri nya.
"Mas Dimas ,aku Feby calon istri kamu"jawab Feby.
"nama aku Dimas,calon istri, kenapa aku gak ingat apa-apa...? "tanya Dimas.
"iya Mas kamu Dimas dan aku memang calon istri kamu"jawab Feby.
"gak ini gak mungkin, gak.... "teriak Dimas sambil memegang kepala nya yang terasa sakit.
"Mas, kamu kenapa...? "teriak Feby menangis.
"Ada apa Feb..? "tanya Bapak Feby yang baru pulang dari kebun.
Feby menceritakan semua nya kepada orang tua nya juga tentang sandiwara nya. Karena Bapak Feby tahu anak nya selama ini yang sudah merawat Dimas dan jatuh Cinta kepada Dimas, mengikuti saja apa yang anak nya inginkan.
"kamu tenang ya Nak, Bapak akan kasih obat nya dulu ke pria itu"ucap Bapak Feby.
__ADS_1
***