
Alex dan Riky segera berpisah dan masuk ke dalam mobil masing-masing, lalu tiba-tiba Denis menghampiri Alex dengan mengetuk kaca jendela mobil.
tok.. tok.. tok.. Denis mengetuk dengan gaya angkuhnya.
"ada apa....?"tanya Alex saat kaca terbuka.
"anda sudah menganggap remeh ancaman saya, jangan sampai anda menyesal"ucap Denis dengan santai.
"heh"cibir Alex dengan senyum sinis nya lalu menutup kaca jendela kembali.
"jalan Rey"perintah Alex.
"baik Pak"jawab Rey.
Rey mulai menjalankan mobil nya, Alex tahu meladeni Denis tidak akan ada habisnya.
"kita mau kemana Pak...?"tanya Rey.
"antar saya pulang saja Rey"jawab Alex.
"oke Pak siap"jawab Rey.
...
"Stell aku duluan ya"pamit Ani saat melihat Stella yang masih sibuk di depan laptop.
"oh iya An hati-hati ya"ucap Stella.
"iya Stell bye....."Ani mengucap salam perpisahan.
"bye.... "balas Stella.
Keadaan di Kantor sudah sepi, hanya tinggal beberapa cleaning service yang masih bertugas bersih-bersih,sementara Stella masih sibuk mengerjakan tugasnya yang belum selesai, semenjak Ken tidak ada ia menjadi sekretaris Robert sepupu Ken dari luar Negeri.
"Stella kenapa kamu belum pulang...?"tanya Robert yang tiba-tiba datang dan mengejutkannya.
"ehm belum Pak sebentar lagi,masih ada kerjaan"jawab Stella sambil mendongakkan kepala melihat ke arah pria yang ada di depan matanya.
"oh... oh ya mau makan bareng gak pulang kerja nanti...?"tanya Robert.
Robert memang selalu berusaha dekat dan akrab dengan Stella, alasannya karena Stella adalah istri Ken sepupunya berarti Stella juga saudara Robert, akan tetapi sebenarnya karena Robert juga menaruh hati pada Stella.Hanya saja Stella yang selalu menjauh karena alasan tidak enak.
Robert merupakan duda tampan berusia 35 tahun yang belum memiliki anak, istrinya meninggal karena kecelakaan saat sedang hamil muda 5 tahun yang lalu. Selama di luar Negeri ia tidak bisa melupakan istrinya, untuk itu lah saat Pak Johan memintanya bergabung dengan perusahaannya 2 tahun yang lalu, Robert langsung saja menerima dan bertemu dengan Stella yang merupakan sekretaris dan juga istri dari sepupunya itu.
"boleh Pak, tapi sebentar lagi ya"jawab Stella.
__ADS_1
Robert mengangguk senang, ia tidak menyangka selama 2 tahun ini ia mendekati Stella dengan berbagai cara seperti mengajaknya jalan, makan, nonton tapi selalu saja di tolak, paling mereka makan bersama sehabis meeting di luar atau makan bersama klien, Stella seperti trauma untuk membuka hati lagi.Dalam hatinya ia masih mencintai Alex tetapi juga masih mengharap Ken kembali.
"Stell makasih ya udah mau terima ajakan aku buat makan bareng"ucap Robert.
"iya sama-sama Pak, kebetulan saya juga laper karena tadi siang gak sempat makan"jawab Stella.
"kamu itu kebiasaan Stell, sesibuk apapun kerja, kamu harus sempatin buat makan, nanti kalau kamu sakit gimana,kasian anak kamu juga"ucap Robert.
"iya Pak"jawab Stella tersenyum,entah kenapa perhatian-perhatian yang selalu Robert berikan sama sekali tidak menyentuh hatinya.
Stella dan Robert menyantap makanannya hingga habis.
"mau nambah lagi gak...?"tanya Robert.
"gak Pak udah kenyang"jawab Stella.
"Stell saya kan udah bilang kalau di luar jangan panggil Pak dong,panggil aja Robert atau Mas"pinta Robert.
"oh iya maaf Pak eh Mas"ucap Stella.
Robert hanya tersenyum.
"Mas ada yang mau aku omongin"ucap Stella karena tujuan utamanya menyetujui makan bersama dengan Robert adalah untuk ini.
"mau ngomong apa Stell...?"tanya Robert.
...
drt.. drt.. drt... ponsel Raina bergetar jam 1 dini hari, ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal.
"halo...siapa ini...?"tanya Alex saat menjawab telfon tersebut.
Akan tetapi tidak ada jawaban dan panggilan langsung terputus.
"siapa sih ini gak ada kerjaan apa malam-malam ganggu orang istirahat"gerutu Alex.
Alex kembali merebahkan tubuh di samping Raina serta memeluknya.
"Mas..... "panggil Raina tiba-tiba.
"iya sayang kenapa,kamu mau muntah...? ada yang sakit atau Mas ganggu kamu ya...?"tanya Alex panik.
"aku laper Mas tapi gak selera mau makan"jawab Raina.
"ya udah harus di paksa ya, kasian juga anak kita dalam perut pasti lapar"ucap Alex.
__ADS_1
"iya Mas, buatin aku sereal aja ya yang gampang tinggal telan"pinta Raina.
"iya sayang sebentar ya"ucap Alex.
Tidak sampai 5 menit, sereal itu telah siap. Alex membantu Raina untuk makan sereal tersebut.
"gak mau di habisin sayang...?"tanya Alex yang melihat sereal nya masih sisa setengah gelas.
"gak Mas udah, huek... huek... "jawab Raina dan ingin muntah tetapi ia tahan.
...
Keesokan hari...
Seperti biasa jika Alex tidak sempat,maka Mang Ujang yang akan mengantar Claudia ke sekolah, saat dalam perjalanan tiba-tiba ada masalah pada ban mobil sehingga Mang Ujang menghentikan mobil di tepi jalan.
"ada apa...?"tanya Dante bodyguard berbadan kekar yang bertugas mendampingi Claudia dan menjaga Claudia saat di sekolah maupun di luar rumah.
"sepertinya bannya bocor Mas"jawab Mang Ujang.
Lalu Mang Ujang turun untuk melihat kondisi mobil, sementara Dante tetap berada di dalam mobil bersama Claudia.
"iya Mas ternyata ban mobilnya bocor, saya akan menggantinya dulu.
"lama gak Pakde...? aku bisa telat ke sekolah"tanya Claudia.
"akan Pakde usahakan cepat ya Non"jawab Mang Ujang.
"Om bantuin Pakde dong biar cepat selesai"ucap Claudia.
"baik Non"jawab Dante.
Dante tidak berpikiran macam-macam,karena menurutnya Claudia akan aman di dalam mobil,membantu Mang Ujang akan lebih baik agar cepat selesai.
Namun siapa sangka Claudia membuka pintu mobil sebelah kiri karena ingin menghirup udara segar,sedangkan supir dan bodyguardnya itu sedang sibuk mengganti ban depan mobil sebelah kanan.
Dua orang lelaki berbadan kekar berjalan menghampiri mobil tanpa mereka sadari.Lelaki 1 sedang melihat keadaan di depan mobil,sementara lelaki 2 langsung saja menghampiri Claudia dan menutup mulutnya dengan kain yang sudah di beri obat bius hingga Claudia tidak sadarkan diri.
Setelah itu kedua lelaki itu dengan hati-hati pergi membawa Claudia,Dante dan Mang Ujang sama sekali tidak sadar karena pandangan mereka terfokus pada ban mobil.
"akhirnya selesai juga, untung saja ada Mas Dante, terima kasih ya Mas"ucap Mang Ujang.
"iya sama-sama"jawab Dante dengan wajah datarnya.
Dante dan Mang Ujang masuk ke dalam mobil, namun betapa terkejutnya mereka karena tidak melihat Claudia di dalam mobil, yang tertinggal hanyalah tas berwarna pink.
__ADS_1
"kemana Non Claudia..?"tanya Dante yang begitu panik.
***