SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Kegelisahan Stella


__ADS_3

"Mas gimana...? enak kan makanannya...?"tanya Feby.


"tentu aja enak Feb, kenapa kamu bertanya seperti itu...?"jawab Ken dan bertanya pula.


"gak papa Mas aku senang kalau Mas menyukai masakanku"jawab Feby.


"Feb, Dimas sudah terbiasa dengan masakanmu, apa lagi masakanmu enak-enak, bagaimana mungkin Dimas tidak menyukainya"ucap Bapak Feby.


"benar kata Bapak Feb"sambung Ken membenarkan ucapan Bapak Feby.


"iya Pak, Mas"jawab Feby tersenyum bahagia.


"Bapak sudah selesai makannya, kalian lanjut saja dulu,Bapak mau sholat dan istirahat dulu sebentar sebelum kembali lagi ke sawah"ucap Bapak Feby.


"iya Pak"jawab Feby dan Ken.


Feby dan Ken masih menikmati sisa makan siang mereka yang belum habis, Ken tampak menikmati setiap makanan lezat yang di masak oleh kekasih palsunya itu.


Feby terus menatap Ken dengan tersenyum manis, ia sangat bahagia karena pria yang ada di depannya itu tidak lama lagi akan menjadi suaminya,Ken yang melihat Feby tersenyum kepadanya segera membalas senyuman itu.


...


Huwek.. huwek.. Alex menemani Raina yang sedang muntah-muntah di dalam toilet, Raina mengalami morning sickness yang membuat kondisi dirinya selalu lemah karena tidak berselera untuk makan,hidungnya begitu sensitif bila mencium aroma makanan atau bau yang menyengat hidungnya, bahkan bau wangi Alex saja bisa membuat Raina ingin muntah.


"sayang kamu gak papa kan...?"tanya Alex sambil terus mengusap-usap tengkuk Raina dan memberinya minyak angin.


"aku gak papa Mas, ini kan udah biasa di alami sama Ibu yang sedang hamil muda"jawab Raina.


huwek.. lagi-lagi Raina memuntahkan isi perutnya.


"kita ke Dokter aja ya"ajak Alex karena khawatir.


"mau ngapain Mas....?Dokter juga udah bilang ini bawaan ,kamu gak usah khawatir ya"ucap Raina.


"tapi sayang udah Seminggu kondisi kamu kayak gini,kamu gak bisa makan,kondisi kamu lemah,kamu cuma bisa minum susu sama makan bubur 1 atau 2 sendok dan selalu kamu muntahin lagi,beda banget waktu kamu hamil Adrai"ucap Alex.


"iya Mas bawaan orang hamil kan beda-beda,udah ya kamu jangan khawatir,sekarang kamu sarapan terus pergi kerja,entar Claudia telat sekolahnya"ucap Raina.


"kamu beneran gak papa aku tinggal...?"tanya Alex.

__ADS_1


"Mas udah biasa kan,di sini ada Oma,ada Baby sister Adrai,ada baby sister Claudia yang sekarang ngurusin aku,aku baik-baik aja Mas"jawab Raina.


"ya udah kamu masih mau muntah gak ,kalau gak Mas antar kamu ke kasur lagi ya"ucap Alex.


Raina mengangguk ,Alex menggendong Raina yang yang masih ringan karena usia kandungannya masih muda lalu membaringkan Raina di atas kasurnya.


"kamu tidur aja ya sayang biar mual nya berkurang,kalau mau muntah dan gak kuat ke toilet seperti biasa muntah aja di sini"ucap Alex sambil menunjukkan tong sampah berisi kantong plastik bersih yang memang selalu di siapkan jika Raina ingin muntah dan tidak sempat untuk ke toilet.


"iya Mas"jawab Raina mengangguk.


"ya udah Mas ke bawah dulu ya sarapan terus pergi kerja"pamit Alex dan tidak lupa mencium kening Raina serta mengelus perut Raina yang masih datar.


"hati-hati ya Mas"pesan Raina.


"iya sayang"jawab Alex.


Alex keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama Oma dan Claudia.


"Alex bagaimana keadaan Raina...?"tanya Oma saat melihat Alex.


"seperti biasa Oma,muntah-muntah"jawab Alex.


"sudah Oma,buburnya cuma di makan dua sendok dan di muntahkan langsung Oma"jawab Alex.


"itu biasa Lex,kamu jangan khawatir"ucap Oma menenangkan Alex yang tampak khawatir.


"biasanya berapa lama Ibu hamil mengalami morning sickness Oma...?"tanya Alex.


"paling cepat sampai usia kandungannya memasuki 4 bulan bahkan ada yang sampai melahirkan"jawab Oma.


"hah Oma serius...?kasian Raina Oma,badannya lemah karena gak bisa makan,beda banget waktu hamil Adrai"ucap Alex.


"Pa,Oma,Mama seperti itu karena dedek dalam perutnya ya..?"tanya Claudia yang dari tadi diam menikmati sarapannya.


"iya sayang"jawab Oma.


"ya udah aku mau pamit sama Mama dulu ya"ucap Claudia.


"gak usah sayang,Mama lagi istirahat biar gak muntah terus"ucap Alex.

__ADS_1


"oh ya udah deh"ucap Claudia mengerti.


Setelah selesai sarapan,Alex dan Claudia pergi meninggalkan rumah menuju sekolah dan Perusahaan.


...


Stella tampak gelisah memikirkan Raina, ia sangat khawatir memikirkan bagaimana kondisi Raina,ia tidak bisa terus menerus berpura-pura cuek kepada Raina,Stella diam-diam selalu menanyakan kondisi Raina kepada Maya, karena Maya selalu tahu bagaimana keadaan Raina melalui Rey suami, tentu saja Rey tahu dari Alex yang selalu memberitahu soal Raina.


Kini Stella juga tahu bahwa sahabatnya itu sedang hamil muda dan mengalami morning sickness, dalam hati Stella merasa bersalah karena telah memutuskan persahabatan mereka secara sepihak. Sudah Seminggu Stella dan Raina tidak berkomunikasi, rasa rindu menyelimuti Stella yang sangat ingin menemui sahabatnya itu, akan tetapi ia terlalu takut jika Raina tidak mau menerimanya lagi, terlebih lagi Alex pasti akan melarangnya untuk bertemu dengan Raina.


"maafin aku Rain, aku kangen banget sama kamu ,aku sedih kenapa hubungan kita sekarang jadi seperti ini, harusnya aku ada di sisi kamu dalam kondisi kamu saat ini. Tapi aku terlalu takut Rain, aku sadar aku yang salah, ah sudahlah aku yakin tanpa aku juga kamu akan selalu bahagia dan baik-baik aja, karena kamu punya suami dan keluarga yang sangat menyayangi kamu"gumam Stella dalam hati dan meneteskan air mata nya.


"Stella kamu kenapa...?"tegur Ani salah satu teman baik Stella di kantor.


"aku gak apa-apa kok Ani"jawab Stella yang tersadar dari lamunannya.


"beneran...? kayak nya kamu lagi sedih deh"tanya Ani dan menebak.


"bukan apa-apa kok An"jawab Stella menyembunyikan rasa sedihnya.


"kalau ada masalah, kamu bisa kok cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu"ucap Ani.


"ia An, makasih ya"ucap Stella.


"iya sama-sama Stell,ya udah kalau gitu, mau ke kantin bareng gak..?"tawar Ani.


"kamu duluan aja An aku belum laper"jawab Stella.


"ya udah, tapi kalau laper nyusul ya"ucap Ani.


"iya entar aku nyusul kalau laper"jawab Stella.


"ya udah bye Stell"ucap Ani melambaikan tangan.


Tanpa menjawab Stella hanya membalas melambaikan tangan dan memaksa tersenyum hingga punggung Ani menjauh dan tidak terlihat lagi dari pandangan mata nya.


Stella terus saja melamun memikirkan Raina dan tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini.


***

__ADS_1


__ADS_2