SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Ketahuan


__ADS_3

"Kok bisa...? Mas kamu undang mereka...?" Tanya Stella kepada Ken.


"Gak, aku sama sekali gak undang mereka," jawab Ken.


"Aneh banget, gak di undang tapi bisa punya undangan," ucap Alex.


"Ayah yang undang mereka, kenapa Ken...?" Ucap Pak Johan yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"Kok ayah bisa kenal sama mereka...?" Tanya Ken.


"Iya, Ayah baru saja mau mengenalkan ke kamu bahwa Pak Riky ini adalah salah satu rekan bisnis kita juga," jawab ayah Ken.


"Oh ya, kenapa ayah baru bilang sekarang yah," ucap Ken.


"Maaf Pak Johan, sebenarnya tadi kami sedikit kaget aja, karena sebelumnya kita udah pernah kenal dan ketemu," jelas Riky .


"Oh... Bagus lah jika seperti itu," ucap Pak Johan pula.


Ken tidak berbicara apa-apa, dia tidak mau acaranya hancur hanya gara-gara masalah ini.


"Pak Johan maaf, kebetulan saya masih ada keperluan lain, kami mau pamit dulu ya Pak," ucap Riky.


"Iya Pak, terima kasih Pak sudah sempatkan hadir disini," jawab ayah Ken.


"Iya Pak sama-sama," jawab Riky.


"Selamat atas pernikahan Pak Ken dan Bu Stella," ucap Riky sembari berjabat tangan dengan kedua mempelai pengantin dan di susul juga oleh Indira yang ikut mengucapkan selamat berbahagia.


Setelah berpamitan, Riky dan Indira pun pergi dari pesta pernikahan Stella dan Ken.


...


"Jadi ini ya sebenarnya tujuan kita datang ke Pesta pernikahan Ken dan Stella?" Tanya Indira kepada Riky saat di dalam mobil menuju perjalanan pulang.


"Iya kamu benar, saya cuma mau liat muka-muka panik mereka seperti tadi, hati saya sangat puas melihat mereka seperti itu, kamu liat sendiri kan?" jawab Riky .


"Iya, padahal kita gak ngapa-ngapain lho, kok mereka bisa panik gitu ya. Segitu takutnya kita bakalan ngerusak acara mereka," ucap Indira.


"Hm, dengan begitu kita gak perlu kan kotorin tangan kita buat sesuatu hal, dengan kita hadir aja mereka udah panik. Apa lagi Ken, dia panik banget setelah tau aku rekan bisnis orang tuanya," ucap Riky pula.


"Aku juga bisa lihat sebenarnya ada yang mau mereka sampaikan tadi, sejenis unek-unek atau apa lah, tapi mereka gak mau aja ngerusak momen bahagia," ungkap Indira.


"Iya betul sekali," ucap Riky.

__ADS_1


"Mereka itu bukan orang-orang bodoh yang bisa kita hancurkan dengan tangan kasar, tapi dengan cara halus, perlahan tapi pasti mereka semua akan hancur," gumam Indira dan tersenyum licik.


Riky mengangguk dan membalas senyuman licik dari Indira.


...


"Aduh... Anak Papa kecapean ya abis dari party-nya tante Stella," ucap Alex kepada baby Adrai saat mereka sudah tiba di rumah.


"Iya ni Pa, aku capek banget. Papa jangan gangguin aku ya," jawab Raina yang baru keluar dari kamar mandi seolah menjadi anaknya.


Alex melirik Raina dan tersenyum.


"Iya deh Papa gak ganggu kamu, Papa ganggu mama aja ya" ucap Alex menggoda Raina.


"No.. No.. No.. Mas sana gih mandi ganti baju!" Perintah Raina.


"Iya Sayang, tunggu Mas ya," jawab Alex lalu bergegas ke kamar mandi.


Raina hanya mengangguk dan tersenyum.


Selesai Mandi Alex mendapati istri beserta anaknya sudah tertidur pulas.


"hmmm, good night sayang-sayangnya Papa, dua bidadari Papa," ucap Alex sambil mencium kening Raina dan Baby Adrai lalu ikut memejamkan mata hingga tertidur pulas.


"Pagi Sayang," ucap Raina dan mengecup bibir Alex.


"Pagi honey," balas Alex saat membuka mata.


"Mas ayo bangun, udah siang nih," kata Raina.


"kiss lagi dong, baru Mas bangun," pinta Alex.


"Muach," ucap Raina sembari mencium pipi Alex.


"Ya udah Mas mandi dulu ya sayang," Kata Alex lalu bergegas ke kamar mandi.


"Mas, kalau udah siap aku tunggu di bawah ya sarapan, aku mau antar baby Adrai ke Suster sekalian siapin sarapan," teriak Raina.


"Iya sayang," jawab Alex yang juga berteriak dari dalam kamar mandi .


Saat Raina tiba di depan kamar Suster Anggit dan akan mengetuk pintu nya, Raina tidak sengaja mendengar percakapan Suster Anggit dengan seseorang lewat telepon.


"Saya gak bisa lakuin itu, sudah cukup ya saya hampir aja ketauan kemarin. Mereka semua di sini orang baik, mereka semua baik sama saya. Saya gak tega harus menyakiti mereka apa lagi lewat baby Adrai yang sama sekali tidak berdosa," ucap Suster Anggit.

__ADS_1


"Sssrrrrr........." Seketika darah Raina mengalir deras, jantungnya juga berdetak lebih cepat, ia sangat takut terjadi apa-apa dengan baby Adrai. Raina kembali membawa anaknya ke kamarnya dengan perasaan panik.


"Loh Sayang, kok balik ke kamar lagi..?" Tanya Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Raina tidak menjawab, ia hanya terlihat sangat syok. Alex yang melihat kepanikan istrinya itu langsung menghampirinya.


"Sayang, ada apa...? Mas tau kamu lagi panik, ada apa...?" Tanya Alex.


"Mas... Aku takut," ucap Raina.


"Takut...? Takut kenapa...?" Tanya Alex lagi.


Raina menceritakan semua yang ia dengar barusan kepada Alex. Alex sangat marah namun mencoba tetap tenang dan memeluk istrinya.


"Kamu tenang aja Sayang, Mas akan cari tahu siapa Anggit itu sebenarnya, sementara waktu kita pura-pura gak tau aja dulu, apa lagi tadi kamu bilang Suster Anggit juga gak tega kan nyakitin kita apa lagi bayi," kata Alex.


Tok.. Tok.. Tok.. Terdengar suara ketukan pintu kamar Alex.


Raina meletakkan baby Adrai di atas kasur lalu membuka pintu.


Ternyata yang mengetuk pintu adalah Suster Anggit, Raina berusaha tenang seolah tidak mendengar apa-apa tadi sesuai rencananya dengan Alex.


"Bu Maaf, Kenapa baby Adrai belum diantar ke saya, apa dia belum bangun...?" Tanya Suster Anggit.


"Oh iya, dia belum bangun Sus, lagian hari ini saya gak kerja kok Sus," jawab Raina.


"Loh tapi Ibu udah rapi, Bu Raina sakit ya?" Tanya Suster Anggit lagi.


"Iya tadinya mau kerja, tapi tiba-tiba agak pusing jadi mau di rumah aja," jawab Raina.


"Saya ambilkan obat ya Bu," tawar Suster Anggit.


"Gak usah Sus, udah ada obatnya kok. Makasih ya, entar kalau saya sibuk saya antar Baby Adrai-nya," ucap Raina.


"Baik Bu, saya permisi," pamit Suster Anggit dan berlalu.


Raina hanya mengangguk.


"Aneh ada apa ya dengan Bu Raina? Gak biasanya dia seperti cuekin aku gitu, malah kelihatan khawatir banget, jangan-jangan Bu Raina tau sesuatu," gumam suster Anggit dalam hati.


***


Hai guys makasih ya buat yg udah mensuport dengan membaca terus cerpen aku.

__ADS_1


maaf banget kalau up-nya suka lama.. 🥰🥰🥰


__ADS_2