SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Ken Kembali Part 2


__ADS_3

"Mas Ken...? Itu beneran kamu Mas...?" Tanya Stella tidak percaya.


"Ken,"gumam Pak Johan.


"Ken,bagaimana mungkin dia bisa kembali?" Robert bertanya dalam hatinya.


"Hai sayang,Yah, Robert," sapa Ken. "Aku memang Ken, aku udah kembali."


"Mas ken....." Teriak Stella lalu memeluk Ken, ken juga membalas memeluk Stella dengan erat.


"Ken, Ayah benar-benar tidak menyangka, ternyata benar kata Stella kalau kamu masih hidup," kata Ayah Ken lalu memeluknya.


Setelah itu Robert juga memeluk Ken secara bergantian.


"Ken, kemana aja kamu selama hampir tiga tahun ini...?" Tanya Robert.


"Ceritanya panjang, yang jelas selama ini aku selamat dan terdampar, ada yang menolongku, akan tetapi aku sempat koma selama dua tahun, maka itu aku baru bisa kembali," cerita Ken.


"Jadi yang waktu itu aku ketemu di cafe memang kan Mas?" Tanya Stella. "Tapi kamu ilang ingatan jadi gak ingat sama aku."


"Iya itu memang Mas sayang, Mas ingat kok sama kamu," jawab Ken. "Nanti Mas cerita sama kamu, sekarang Mas mau masuk dulu, apa yang Mas lihat kemarin itu anak kita...?" Tanyanya pula.


"Oh iya Mas itu ana kita, tadinya aku mau ajak dia keluar, tapi ternyata dia ngantuk, jadi aku tinggal sama Suster di dalam," jawab Stella.


"Mas mau mau ketemu sama anak kita sayang," kata Ken.


"Ayo masuk Mas," ajak Stella.


"Tapi bukannya kalian mau pergi?" tanya Ken.


"Ayah tadi ke sini hanya mau melihat cucu Ayah saja Ken, Ayah sengaja ajak Robert untuk menemani Ayah, sekarang kita mau pulang sekalian mau antar Stella katanya ada urusan," jelas Ayah Ken menyembunyikan kebenaranya.


"Tapi sekarang aku gak jadi pergi karena Mas Ken pulang," kata Stella.


"Terus urusan kamu gimana sayang...?" Tanya Ken.


"Gak terlalu penting Mas," jawab Stella.


"Kalau begitu Ayah belum jadi pulang, Ayah mau mendengar cerita dari Ken," kata Ayah Ken.


"Saya juga," kata Robert. "Boleh kan?"

__ADS_1


"Ya udah ayo semuanya masuk," ajak Stella.


Mereka masuk ke dalam rumah, Pak Johan dan Robert duduk di ruang tamu, sementara Ken masih melihat-lihat sekitar rumah yang sangat ia rindukan itu, semuanya masih tampak sama, tidak ada yang berubah, bahkan foto pernikahan Ken dan Stella juga masih terpampang jelas, hanya ada tambahan foto-foto Kayla yang membuat Ken begitu terharu.


"Mas kenapa? ayok kita ke kamar Kayla," kata Stella.


"Hah," Ken tampak kebingungan.


"Kayla nama anak kita Sayang, sesuai sama nama yang kamu inginkan dulu," kata Stella.


Ken semakin terharu, setelah lama ia meninggalkan Stella, tetapi Stella masih saja setia padanya.


Ken dan Stella masuk ke kamar Kayla, Ken menangis menatap wajah polos anaknya yang sedang tertidur pulas, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan sang istri dan buah hatinya.


"Mas, jangan sedih," kata Stella. Ia menghampiri Ken karena melihat Ken yang meneteskan air mata,lalu merangkulnya agar Ken merasa lebih tenang.


"Sayang, Mas benar-benar terharu, Terima kasih ya kamu udah setia sama Mas selama ini," Kata Ken lalu mencium sekilas bibir Stella.


Stella yang sangat merindukan Ken dan belaian kasih sayang itu tidak tinggal diam, ia membalas ciuman Ken hingga mereka bercumbu mesra semakin dalam. Untungnya Kayla sedang tidur dan Suster Kayla keluar dari kamar itu jadi tidak ada yang melihat mereka sedang melepas kerinduan.


...


"Morning sickness Mas namanya," kata Raina.


"Iya itu maksud Mas," kata Alex.


"Iya Mas, tapi makan aku jadi banyak nih, entar kalau aku gendut gimana? entar aku jelek dong," kata Raina.


"Kata siapa? gak apa kok kalau kamu gendut, kamu akan tetap cantik, karena dasarnya kamu memang udah cantik sayang," puji Alex yang membuat wajah Raina memerah karena malu.


"Makasih ya Mas," ucap Raina.


"Iya sayang sama-sama," jawab Alex lalu mencium kening Raina.


"Pulang yuk Mas, capek," ajak Raina.


Saat ini Raina dan Alex sedang berada di sebuah mall untuk belanja dan mereka baru saja selesai makan siang.


"Capek banget ya sayang?" Tanya Alex.


"Iya Mas, hamil anak kedua ini rasanya beda banget, lebih cepat capek juga," jawab Raina.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang!" Kata Alex lalu mengandeng lembut tangan istrinya untuk keluar dari mall.


"Mas, aku kelupaan beli sesuatu," kata Raina saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Apa sayang?" Tanya Alex. "Mumpung belum jalan, kita masih bisa belanja."


"Tapi aku capek Mas kalau harus jalan lagi ke atas," kata Raina


Alex mengerutkan dahinya, memang akhir-akhir ini Raina suka mengeluh capek walaupun dia cuma berada di dalam rumah seharian dan tidak melakukan tugas apa-apa, karena memang di larang oleh Alex kecuali mengurus Adrai, itupun harus di bantu oleh Baby Sister.


"Kalau gitu bilang aja mau beli apa? biar Mas aja yang beli," kata Alex.


"Kamu tega Mas mau tinggalin aku sendirian di sini?" Kata Raina dengan ekspresi ngambeknya.


Alex menghembuskan nafas kasar, selain cepat merasa lelah, Raina juga terlalu sensitif terhadap ucapan, jadi Alex harus lebih berhati-hati jika berbicara dengan istrinya yang sedang hamil itu. Sudah berhati-hati saja masih suka salah, apa lagi jika berbicara sembarang.


"Kamu maunya gimana sekarang...?" Tanya Alex.


"Pulang," jawab Raina singkat.


"Ya udah kalau gitu kita pulang," kata Alex lalu menjalankan mobilnya.Ia tidak mau banyak bicara lagi karena takut akan semakin menambah bad mood istrinya itu.


...


"Mas Dimana kamu Mas, bukankah kita mau menikah, tapi kenapa kamu ninggalin aku Mas," tangis Feby masih terdengar jelas.


"Feby, tenanglah Nak, Bapak pasti akan mencari Dimas dan membawanya kembali untukmu," kata Bapak Feby. Ia sangat marah dan bisa merasakan bagaimana sakit hati anaknya di tinggalkan oleh calon suami di hari pernikahannya.


Bukannya mereda, tetapi Feby semakin menangis histeris, "Mas Dimas......hu.. hu.. hu...."


"Feb, sabarlah lah Nak, hati Bapak juga sangat terluka melihat kamu seperti ini terus," kata Bapak Feby lalu memeluk anaknya.


"Awas saja kamu Dimas, saya pastikan kamu akan menyesal sudah melakukan ini sama anak saya," gumam Bapak Feby dalam hati.


"Pak, kenapa Mas Dimas pergi Pak? Apa Feby ini kurang cantik, kurang baik? kenapa Pak?" Feby terus bertanya.


"bukan karena itu Nak, kamu itu lebih segala-galanya, istri idaman setiap laki-laki, Dimas saja yang tidak pernah bersyukur karena telah di cintai oleh kamu," kata Bapak Feby.


"Feby mau Mas Dimas Pak," kata Feby sambil terus menangis di pelukan orang tuanya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2