
"sekarang kamu senang kan sayang Mas gak jadi kemana-mana...?"tanya Denis.
"ya aku senang Mas, udah seharusnya kamu nemenin anak dan istri kamu di rumah malam hari"jawab Rita.
"untungnya asisten Mas bisa menghandle semua"ucap Denis.
"kasian juga asisten kamu Mas, harusnya dia bisa istirahat dan me time bersama keluarga nya"ucap Rita.
"gak masalah, dia belum berkeluarga dan orang tua nya juga di luar Negeri"terang Denis.
"oh.. ya udah kamu mau aku masakin apa nih buat makan malam kita...?"tanya Rita.
"bukannya kamu udah masak ya sayang...?"tanya Denis.
"iya sih, tapi siapa tau kamu lagi mau menu yang lain Mas"jawab Rita.
"memang boleh...?"tanya Denis.
"ya boleh dong sayang"jawab Rita.
"hm... kalau gitu masakin Mas spagethi instan aja boleh...?"pinta Denis.
"oke, kamu jaga Dania dulu ya Mas, jangan di ganggu lagi bobok"ucap Rita.
"iya sayang, paling Mas cium aja. Gemes banget sama anak Papi"ucap Denis sembari mencolek pipi anak imutnya itu.
Rita tertawa kecil lalu menuju ke dapur untuk memasak spagethi permintaan suaminya itu.
...
"selamat ya Raina, Pak Alex bentar lagi anak kalian jadi 2"ucap Indira.
"makasih ya In"ucap Raina tersenyum.
"iya sama-sama Rain"jawab Indira juga tersenyum.
"Bukan 2 tapi 3 ,kan ada Claudia"terang Alex.
"oh iya maaf ya Pak Alex,Raina aku lupa"ucap Indira.
"no problem"jawab Raina.
"kalian cepatlah nikah biar bisa cepat punya anak juga,jangan lama-lama Ky"sindir Alex.
"iya Lex tahun ini juga kok, saya juga sudah gak sabar"jawab Riky menggoda Indira.
"ih Riky apaan sih"ucap Indira malu.
"udah In jangan malu-malu"ucap Raina ikut menggoda.
"Raina jangan ikut-ikutan dong"pinta indira.
__ADS_1
"ha.. ha.. ha.. "Raina hanya tertawa.
"Riky terimakasih ya sudah menolong istri saya, kamu juga Indira terima kasih sudah menjaga Raina"ucap Alex.
"sama-sama Lex"jawab Riky.
"iya Pak santai aja, itu gunanya sahabat"jawab Indira pula.
"ya udah In kita pulang ya sekarang"ajak Riky.
"yuk"jawab Indira menyetujui.
"kok pulang, kalian harus ikut makan malam dulu baru boleh pulang"ucap Oma Alex yang tiba-tiba menghampiri mereka di ruang tamu.
"nah benar tu kata Oma, kalian harus makan dulu"ucap Raina.
"terima kasih Oma, tapi udah malam kelamaan mampirnya,gara-gara Pak Alex dan Riky juga sih bahas kerjaan"ucap Indira.
"tapi juga senang kan bisa main lama sama Adrai"sindir Riky.
"iya dong"jawab Indira.
"justru karena sudah malam kalian harus makan malam dulu baru pulang ya"perintah Oma.
"gak apa-apa Oma kita makan di luar saja"jawab Riky.
"anak muda ini suka sekali boros, ayo makan dulu"ajak Oma.
"ayo In"ajak Raina.
Akhirnya Riky dan Indira menyetujui untuk makan malam bersama di rumah Oma Alex sebelum mereka pulang.
"Oma sudah lama sekali tidak makan ramai-ramai seperti ini, terima kasih ya Riky, Indira sudah mau makan malam bersama-sama"ucap Oma.
"kita yang seharusnya terima kasih Oma"ucap Riky.
"iya sudah ayo kalian semua makan yang banyak ya, terutama kamu Raina, ingat ada nyawa juga dalam perut kamu"ucap Oma.
"iya Oma sayang"jawab Raina tersenyum.
...
"Mbak udah tau belum kalau Mbak Raina tadi pingsan...?"tanya Maya lewat telfon.
"apa kok bisa..?"tanya Stella balik.
"aku juga gak tau cerita jelasnya kayak gimana, tapi tadi katanya Riky ketemu sama Mbak Raina di jalan dalam keadaan lemah lalu pingsan gitu aja, jadi langsung di bawa ke Rs sama Riky"jelas Maya.
"terus Raina nya gak apa-apa kan May...?"tanya Stella lagi.
"gak apa-apa kok Mbak,tadi Mas Rey telpon Pak Alex katanya Mbak Raina udah pulang ke rumah"jawab Maya.
__ADS_1
"huft... syukurlah"ucap Stella lega.
Meskipun Stella merasa kecewa akan sikap Raina, akan tetapi ia tidak bisa berpura-pura tidak peduli dengan sahabatnya itu, ia dan Raina sudah seperti Kakak adik, jadi sangat tidak mungkin jika Stella tidak mengkhawatirkan Raina.
"Mbak, emang nya Mbak Raina sama sekali gak kasih tau ke Mbak...?"tanya Maya tiba-tiba.
"enggak May, wajar aja pasti saat ini Alex melarang Raina buat berhubungan sama Mbak"jawab Stella.
"Mbak yang sabar ya"ucap Maya.
"gak apa-apa May, lagian Mbak juga kan yang memutuskan tali persahabatan kami, mungkin ini memang yang terbaik agar hubungan rumah tangga mereka baik-baik aja May. Mbak yakin Raina bisa kayak tadi pasti karena masalah ini, Mbak yang salah May"ucap Stella sedih.
"Mbak jangan sedih ya, kalau butuh temen cerita aku akan selalu ada kok buat Mbak"ucap Maya.
"iya May terima kasih ya"ucap Stella.
"iya sama-sama Mbak, kalau gitu aku matiin ya Mbak telpon nya, wassalamu'alaikum "ucap Maya.
"iya May, wa'alaikumsalam "jawab Stella.
Lalu panggilan telfon terputus.
"untunglah Raina baik-baik aja, mudah-mudahan kamu selalu bahagia Rain bersama Suami dan anak-anak kamu tanpa adanya aku pengganggu di rumah tangga kalian, sebenarnya aku gak mau hubungan kita jadi kayak gini Rain, tapi ini yang terbaik"gumam Stella.
...
"bagaiman persiapan pernikahan kalian, apakah sudah siap semuanya...?"tanya Bapak Feby.
"sudah Pak"jawab Feby.
"iya Pak sudah semua, tinggal menunggu hari H nya saja"jawab Ken.
"syukurlah"ucap Bapak Feby.
"Mas Dimas aku udah gak sabar deh rasanya menikah sama kamu"ucap Feby.
"kamu ini ndok, mbok sing sabar, 2 Minggu lagi bukan waktu yang lama"ucap Bapak Feby.
"iya betul kata Bapak, yang sabar ya Feb"sambung Ken.
"he.. he.. he.. iya Mas"jawab Feby lalu merangkul lengan Ken dengan manja.
Dengan terpaksa Ken bersikap manis terhadap Feby dengan membelai rambutnya.
"aku juga udah gak sabar menunggu hari itu tiba, aku udah muak sama semua sandiwara ini. Maaf Feb meski aku tau kamu mencintai aku, tapi cara licik kamu dan Bapak kamu udah salah,aku pasti akan kembali lagi dengan keluargaku"gumam Ken dalam hati sambil terus berpura-pura tersenyum bahagia.
"ya sudah Mas, Bapak ayo kita makan. Feby udah masak makanan yang enak-enak kesukaan Bapak dan Mas Dimas"ajak Feby.
"ya sudah ayo, Bapak juga sudah lapar ini"ucap Bapak Feby.
"iya Pak saya juga sudah lapar, apa lagi dengar Feby masak makanan kesukaan kita, jadi gak sabar saya Pak"ucap Ken pula.
__ADS_1
***