SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Benih-Benih Cinta Riky dan Indira


__ADS_3

Raina terbangun dari tidurnya, ia melirik jam dinding di kamarnya dan sangat terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB.


"Mas bangun, Mas.... "panggil Raina yang mengguncang pelan tubuh Alex.


"hm... kenapa sayang...? "tanya Alex.


"udah sore Mas,bangun yuk. Aku juga gak bisa bangun ni kejepit sama badan kamu"ucap Raina yang terus berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex.


"biar aja, Mas gak mau bangun"ucap Alex dan terus memeluk Raina.


"iya udah okey terserah Mas aja mau bangun atau gak, tapi Mas awasin ini tangan dan kaki Mas, berat Mas. Aku mau bangun liat anak-anak"pinta Raina.


"gak mau, anak-anak itu udah ada baby sisternya"jawab Alex dan makin erat memeluk Raina.


tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu.


"tuh kan ada yang datang, pasti pada bingung deh kita gak keliatan dari siang"ungkap Raina.


"apa yang mesti dibingungkan sayang, suami istri di kamar berdua gak keluar itu hal yang wajar"ucap Alex.


tok.. tok.. tok..." Ma, Pa.... "panggil Claudia.


"iya sayang"jawab Raina.


"Mas...... "rengek raina.


Alex tersenyum dan melepaskan pelukannya, Raina bergegas membuka pintu untuk Claudia. Sementara itu Alex langsung menuju kamar mandi.


"Hai sayang"sapa Raina saat membuka pintu.


"Mama.... "panggil Claudia dan tiba-tiba memeluk Raina.


"Claudia sayang,kamu kenapa... ?"tanya Raina.


"aku gak apa-apa kok Ma, aku cuma mau main sama Mama dan Papa"jawab Claudia.


"oh ya, ya udah sekarang kita ke kamar adek dan kita main bareng yuk"ajak Raina.


"tapi mau sama Papa juga Ma"pinta Claudia.


"Papa lagi mandi sayang,kita duluan entar Papa nyusul ya "jelas Raina.


"Oke Ma"jawab Claudia kegirangan.


Raina dan Claudia turun ke lantai bawah menuju kamar baby Adrai.


...


"cari informasi seperti ini aja gak bejus,kamu dan anak buah kamu itu kerja nya apa sih,mau makan gaji buta kamu"teriak Riky memarahi Baron anak buah nya.


"maaf Pak, tapi saya benar-benar belum ada petunjuk sehingga saya belum bisa mencari siapa keluarga almarhum Bu Rania.Tapi sebenarnya ada cara yang bisa lebih mempermudah pencarian ini Pak"ucap Baron.


"apa...? " tanya Riky.

__ADS_1


"begini Pak, apa ada seseorang yang sudah Bapak curigai..? maksud saya begini Pak, kalau Bapak sudah merasa mencurigai siapa orang-orang yang merupakan keluarga Bu Rania itu akan lebih mudah kami menyelidiki nya langsung"ungkap Baron.


"iya memang ada"jawab Riky.


"maaf, apa bisa Bapak kasih tau ke saya...?"tanya Baron.


"seberapa yakin kamu kalau ini akan lebih mudah..?" tanya Riky pula.


"yakin 100% Pak"jawab Baron.


"oke"ucap Riky lalu memberitahu kepada Baron.


"Baik Pak hari ini saya Pastikan kami langsung bergerak dan tidak akan mengecewakan Bapak"ucap Baron.


"hm... "gumam Riky.


Lalu Baron pun permisi dan keluar dari ruangan Riky.Saat itu juga Indira masuk ke dalam ruangan Riky.


"ada apa lagi..?"tanya Riky.


"maksudnya...? "tanya Indira balik.


"maaf, saya kira kamu Baron"ucap Riky.


"hm... sepertinya ada sesuatu yang tidak Bapak ceritakan kepada saya, ada apa sih Pak..?"tanya Indira.


"gak usah kepo, kamu mau ngapain ke sini..?"tanya Riky.


"terus ini ngapain dekat-dekat"tanya Riky.


"Bapak yakin gak mau cerita dulu sama saya..? "tanya Indira dan mendekati wajahnya ke wajah Riky.


Riky menelan ludah melihat dan membayangkan bibir merah Indira yang ada di depan matanya. Indira dengan sengaja menggigit manja bibirnya agar Riky semakin tidak tahan akan godaan darinya itu.


Akan tetapi Indira salah menduga, Riky yang sudah tidak kuat lagi dengan godaan darinya bukan segera memberi tahu, akan tetapi Riky malah sengaja mencium bibir Indira sehingga membuat Indira terkejut dan membelalakkan matanya.


"Riky... "teriak Indira dan menjauhi Riky.


"kenapa...?sini dong dekat-dekat lagi itu belum apa-apa lho"ucap Riky dan kini Riky yang berjalan mendekati Indira.


"mau ngapain...? stop..... "teriak Indira.


"mau lanjutin lah, kamu yang mulai duluan dan aku hanya mau ikutin permainan kamu"ungkap Riky.


wajah Indira memerah malu. Ia mengambil berkas yang sudah di tandatangani Riky dan bergegas keluar dari ruangan Riky.


Riky tersenyum dengan penuh kemenangan dan kepuasan.


"sial.... berani-beraninya tu cowok cium bibir orang sembarangan"gumam Indira kesal.


...


"Hai sayang... "sapa Ken kepada Stella dan mencium kening istrinya itu.

__ADS_1


"Hai Mas, kamu baru pulang...? "tanya Stella.


"iya nih, maaf ya karena tadi Mas masih ada urusan kamu jadi pulang sendirian deh"ucap Ken.


"gak papa Mas, gak masalah kok. Kamu buruan mandi ,abis itu kita makan malam bareng"perintah Stella.


"oke sayang, Mas mandi dulu ya"ucap Ken.


"iya Mas, aku ke bawah dulu ya siapin makan malam, entar kamu nyusul aja langsung"ucap Stella pula.


"iya sayang"jawab ken lalu bergegas mandi.


Selesai mandi Ken langsung menuju ke dapur melihat istri nya yang sedang menyiapkan makan malam.


Ken memeluk Stella dari belakang yang sedang memasak capcay.


"em...... baunya enak banget deh, masak apa sayang...? "


Stella terkejut karena Ken memeluknya tiba-tiba lalu tersenyum.


"Mas Ken, kamu bikin aku kaget tau gak, ini aku lagi masak capcay seafood kesukaan kamu"jawab Stella.


"pantes harum banget, pasti rasanya juga enak banget ni"ucap Ken.


"iya dong Mas"jawab Stella.


"mau Mas bantuin gak...?"tanya Ken dan melepaskan pelukannya.


"gak usah sayang, ini udah selesai kok dan capcay-nya, tinggal di angkat aja.


"ya udah Mas tunggu di meja makan ya" ucap Ken.


"iya Mas" jawab Stella.


Setelah itu Stella juga menuju ke meja makan dengan membawa semangkuk capcay.


"wah.... udah gak sabar deh mau makan nya"ucap Ken.


"sabar dong sayang, entar dulu"pinta Stella.


"loh emang kenapa, oh ya kamu kok masaknya banyak banget, untuk apa, terus ini kamu masak nya kapan..?"tanya Ken.


"banyak banget pertanyaannya Mas, ini aku masak sebelum kamu pulang. Baru juga kok Mas makanya masih hangat dan ini semua karena ada yang mau makan malam bareng kita"jawab Stella.


"oh ya ,siapa...? tapi kamu gak kecapean kan masak sendiri, atau sampai mbok pulang dari kampung kita cari pembantu aja selama satu minggu"ucap Ken.


"gak perlu Mas, aku udah biasa masak kok"ungkap Stella.


ting.. tung... suara bel rumah Ken.


"nah itu orangnya, aku buka pintu dulu ya Mas"ucap Stella dan bergegas untuk membuka pintu.


***

__ADS_1


__ADS_2