SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Menyambut Denis


__ADS_3

Suasana di dalam mobil begitu canggung, Denis yang merasa sangat bersalah tidak berani untuk banyak bicara kepada Alex. Mungkin saja Alex masih dendam dan kali ini membawanya karena ingin membalas dendam, dia hanya bisa pasrah, terserah apa pun yang akan Alex lakukan padanya nanti, pikirnya.


"Bagaimana kabar kamu Denis? Apa kamu tidak penasaran kemana aku akan membawamu pergi?" Tanya Alex.


"Ba-baik, aku baik Lex," jawab Denis gugup. "Aku tidak penasaran, terserah kamu aja mau bawa aku kemana."


"Kelihatannya kamu sangat pasrah," kata Alex.


"Lex, aku mau minta maaf sama kamu, aku tau kalau aku salah. Selama di dalam penjara, aku sudah merenungi kesalahanku sama seperti keinginan Rita," ucap Denis.


"Baguslah jika kamu benar-benar menyadarinya, aku harap kamu tidak akan mengulanginya lagi," kata Alex.


"Tidak Lex, aku janji," ucap Denis.


"Lalu apa kamu ingin bertemu dengan istri dan anakmu...?" Tanya Alex.


"Tentu saja aku mau, tapi Rita tidak mau lagi bertemu denganku Lex," kata Denis.


"Kata siapa?" Tanya Alex seolah dia tahu sesuatu.


"Satu tahun belakangan ini, Rita tidak pernah datang lagi membesukku di penjara, biasanya sebulan atau dua bulan sekali dia pasti datang serta membawakan makanan kesukaanku," kata Denis dan Alex hanya tersenyum kecil.


Beberapa menit kemudian...


"Kita sudah sampai," kata Alex.


Denis tampak bingung, saat ini mereka sedang berada di sebuah Hotel Bintang 5, apa yang sebenarnya akan Alex lakukan padanya, batin Denis.


"Ayo masuk," ajak Alex.


"Tapi Lex, kita mau ngapain? Aku gak pantas ada di sini, kamu lihat sendiri kan bagaimana penampilan aku saat ini?" Kata Denis. Dia merasa tidak PD dengan tampilannya mengenakan kaos oblong dan sandal jepit untuk masuk ke dalam hotel mewah.


"Ikut aja," kata Alex.


Denis mengikuti Alex masuk melewati loby hotel, lalu menuju ke suatu ruangan yang merupakan salon khusus untuk para tamu hotel baik laki-laki mau pun perempuan.

__ADS_1


"Buat dia seperti pak Denis yang dulu, bila perlu lebih!" perintah Alex kepada seorang pelayan.


"Baik Pak," jawab pelayan tersebut.


"Lex ini aku mau di apakan...?" Tanya Denis kebingungan.


"Ikuti saja pelayan itu Den, nanti kamu akan tahu semuanya," kata Alex.


Setelah setengah jam berlalu, Denis yang tadinya lusuh tidak terurus serta pakaiannya yg sangat biasa, sekarang telah menjadi Denis yang dulu, Denis yang tampan dengan tuxedo yang ia kenakan meskipun kini usianya sudah bertambah 5 tahun lebih tua.


"Lex untuk apa kamu memintaku berdandan rapi seperti ini? aku tidak pantas Lex, aku bukanlah seorang pengusaha seperti dulu lagi, aku hanya seorang mantan napi yang sudah tidak punya apa-apa," kata Denis.


"Sudahlah, sebaiknya kamu ikut sekarang!" kata Alex.


Lagi-lagi Denis hanya bisa pasrah mengikuti Alex dari belakang hingga mereka tiba di suatu ruang perjamuan. Penjaga pintu ruangan tersebut membukakan pintu untuk Alex dan Denis.


Saat Alex dan Denis masuk ke dalam ruang perjamuan tersebut, tiba-tiba saja langkah Denis terhenti, matanya terpaku pada sosok yang sangat ia rindukan, sosok yang selama ini membuatnya sadar akan kesalahannya dan ingin cepat keluar dari balik jeruji besi, seorang wanita berusia 30 tahun dan seorang anak kecil berusia 5 tahun. Mereka duduk bersama dengan yang lain yang juga menatap Denis.


"Papa... Ucap Dania. Selama ini Dania hanya melihat sosok ayahnya itu di album foto atau pada foto yang terpajang di rumah mereka, wajar saja jika Dania tahu bahwa Denis adalah orang tuanya.


"Sayang...." Panggil Denis dengan air mata yang membasahi pipinya. "Anak Papa," ucapnya pula.


"Mas....." ucap Rita, lalu mereka berpelukan secara erat, setelah itu Denis juga memeluk Dania, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan anak dan istrinya.


"Ini acara apa...?" Tanya Denis.


"Selamat datang Denis, masih ingat aku kan?" Tanya Riky. "Ini acara perjamuan yang memang di buat khusus untuk menyambut kamu," katanya pula.


Tampak di sana ada Indira dan seorang anak kecil perempuan berusia 4 tahun yang merupakan anak dari Riky dan Indira.


"Siapa yang membuat acara ini?" Tanya Denis lagi, ia merasa tidak pantas di perlakukan dengan baik seperti ini.


"Tentu saja pak Alex dan Mbak Raina," celetuk Rey.


"Alex? Terima kasih Lex," ucap Denis lalu memeluk Alex.

__ADS_1


"Sudahlah, kamu tidak perlu merasa sungkan atau tidak pantas, ini semua juga karena ide istriku," kata Alex.


"Terima kasih Rain, aku tidak menyangka kalian memberikan aku kejutan seperti ini," ucap Denis.


"Iya sama-sama Mas, tapi sebenarnya ini semua aku lakukan demi Rita dan Dania. Kejutan untuk kalian setelah lama berpisah," kata Raina tersenyum.


"Iya Mas, jujur aku sendiri aja awalnya gak tau soal perjamuan ini," kata Rita.


"Jadi kamu juga di kasih kejutan...?" Tanya Denis.


"Iya Mas, selama satu tahun belakangan ini, aku tidak membesukmu juga untuk hari ini Mas," jawab Rita.


"He.. He.. He.. Maaf ya Rita, Mas Denis," ucap Raina nyengir.


"Gak masalah Rain, justru aku mau terima kasih banget sama kalian untuk hari ini, dan buat semua yang udah hadir untuk menyambut kepulangan Mas Denis," kata Rita.


"Terima kasih Alex, Raina dan semua yang telah hadir di sini, aku harap kalian bisa menerima aku di tengah-tengah kalian setelah apa yang udah aku lakukan di masa lalu, aku janji akan menjadi orang yang lebih baik lagi." kata Denis.


"Om masih ingat sama aku...?" Tanya seorang gadis yang beranjak dewasa itu.


"Clau-Claudia," gumam Denis terbata.


"Iya Om, aku udah gak marah kok sama Om, mama sama papa udah kasih tau ke aku kalau Om udah menebus semua kesalahan Om di penjara," kata Dania. Kini traumanya juga sudah sembuh, Raina juga diberi tahu karena saat itu trauma Claudia pernah kumat di depan Raina.


"Terima kasih banyak ya Clau, Om gak nyangka kamu udah tumbuh jadi gadis dewasa dan baik hati seperti kedua orang tua kamu," ucap Denis.


"Om itu siapa sih?" Tanya Kenzo.


"Iya, kenapa dia nangis telus?" Tanya Arina dengan suara pelatnya.


"Aku juga gak tau," Kata Kayla.


"Kalian gimana sih, tadi kan Dania udah bilang kalau itu papanya," celetuk Adrai.


Celotehan anak kecil terdengar, membuat para orang tua mereka tertawa gemas.

__ADS_1


***


__ADS_2