SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Bab_66


__ADS_3

"May Mbak Mimpiin Mas Ken dan Mas Alex, entah lah kenapa akhir-akhir ini Mbak selalu memikirkan Mas Alex, tapi Mbak juga gak pernah berhenti berdoa dan mengharap Mas Ken kembali. Aneh nya setiap Mbak memimpikan Mas Ken, Mas Alex juga selalu datang dalam mimpi itu May"cerita Stella.


"apa yang aku pikirkan, kenapa bisa-bisa nya aku terus memikirkan Mas Alex, ingat Stella Mas Alex itu suami sahabat kamu"gumam Stella dalam hati nya.


"Mbak.. mbak kenapa...?"tanya Maya.


"Mbak gak papa May"jawab Stella.


"Mbak kalau menurut aku, mungkin aja mimpi Mbak itu pertanda bahwa mas Ken masih hidup dan dia baik-baik aja sekarang Mbak, atau.... "ucapan Maya terhenti.


"atau apa May...? "tanya Stella.


"atau Mas Ken cuma kasih tau Mbak kalau dia udah bahagia di alam sana, dan Mas Ken titip Mas Alex untuk selalu menjaga istri dan anak nya"ucap Maya.


"itu gak mungkin May, kenapa harus Mas Alex...? "tanya Stella.


"ya itu karena Mas ken percaya dengan Mas Alex, apa lagi Mas Ken juga tau kan kalau Mas Alex Cinta pertama Mbak Stella"jawab Maya.


"itu hanya masa lalu May, kalau sekarang ini Mas Alex harus jaga Mbak dan anak Mbak gimana tanggapan Raina sahabat Mbak, gimana juga tanggapan keluarga nya"ucap Maya.


"Mbak, menjaga itu gak harus menikah kan...? Mbak Raina gak akan kenapa-kenapa kok"ucap Maya.


"udah lah May, Mbak gak mau terlalu berpikir jauh. Mbak mau istirahat dulu ya, kalau kamu mau makan atau mau ngapain kamu lakuin aja"ucap Stella.


"iya mbak"jawab Maya.


...


"Indira saya tegaskan ya sama kamu, saya gak suka melihat kamu dengan laki-laki lain sekalipun itu Boy"ungkap Riky.


"loh emang kenapa..? "tanya Indira.


"pokok nya saya gak suka, nurut aja kenapa sih kamu"jawab Riky.


"ya gak bisa dong, kamu harus jelasin dulu alasan yang tepat kenapa saya harus nurut sama kamu"pinta Indira.


"Boy itu musuh kita, dia ada di grup nya Perusahaan Alex"jawab Riky beralasan.


"oh ya kalau gitu saya janji gak akan libatkan masalah pekerjaan di dalam hubungan saya sama Boy"ucap Indira.


"hubungan...? kalian udah balikan...? "tanya Riky.


"kalau iya kenapa..? "tanya Indira balik.


"saya tidak setuju"jawab Riky.

__ADS_1


"aneh, ya suka-suka saya dong.kamu itu cuma Bos saya,tidak ada hak melarang saya mau berhubungan sama siapa pun"jawab Indira.


"tapi saya sayang sama kamu"ungkap Riky spontan.


"apa...? coba ucapkan sekali lagi"pinta Indira dan tersenyum puas.


"oke saya akan jujur sama kamu,Indira saya sayang sama kamu, saya gak tau sejak kapan tapi yang jelas kamu udah buat saya nyaman, saya yang udah bertahun-tahun trauma akan Cinta, awal nya saya gak yakin kalau saya bisa sayang sama kamu, saya udah coba tepiskan tapi semakin saya mencoba lupakan, semakin dalam rasa sayang saya sama kamu"ungkap Riky.


"oh ya, akhir nya kamu bisa jujur menyatakan Cinta, udah lama aku nunggu ungkapan ini dari kamu"ucap Indira.


"maksud kamu...? "tanya Riky.


"Riky, aku sebenar nya juga sayang sama kamu. Tapi gak mungkin kan aku yang ungkapin duluan"ungkap Indira pula.


"terus kamu sama Boy...?"tanya Riky lagi.


"hahaha aku sama Boy...? kita gak ada apa-apa kok, kebetulan aja yang kamu liat kemaren itu kita gak sengaja ketemu dan cuma tanya kabar doang, aku cuma panas-panasin kamu aja. Maaf ya"ucap Indira tertawa.


"kamu ini ya, berarti kita sekarang jadian dong"ucap Riky.


"iya dong"jawab Indira tersenyum.


Riky tersenyum bahagia lalu memeluk Indira.


...


"jangan dekat-dekat sama saya, saya merasa asing sama kamu dan tidak kenal sama kamu"teriak Dimas.


"Mas kamu hilang ingatan, jelas aja kamu gak kenal sama aku, aku ini calon istri kamu Mas. Kamu lupa ya dua bulan lagi kita akan menikah Mas"jelas Feby.


"saya tidak percaya sebelum kamu bisa buktikan sama saya"ucap Dimas.


Feby terdiam, dia bingung harus menunjukkan bukti apa kepada Dimas.Lalu tiba-tiba Bapak Feby datang dan menunjukkan sebuah cincin.


Bapak Feby menemukan cincin itu yang terjatuh dari saku Dimas saat ia menolong nya .


"cincin ini, ini adalah cincin tunangan kalian berdua,cincin ini adalah cincin yang kamu berikan kepada Feby waktu kamu melamar nya"ucap Bapak Feby.


Dimas menatap cincin itu, ia teringat melamar dan memakaikan cincin itu pada seorang wanita, akan tetapi Dimas tidak bisa mengingat dengan jelas siapa wanita itu.


"akh..... sakit..."teriak Dimas memegang kepala nya.


"Mas Dimas sakit kepala kamu kumat lagi ya...?"tanya Feby.


"biarkan saja Feby, Dimas tidak akan kenapa-kenapa"ucap Bapak Feby.

__ADS_1


"tapi Pak,Bapak sih"ucap Feby panik.


"kamu tenang saja nak,ikuti saja apa yang Bapak katakan"perintah Bapak Feby.


...


"pagi istriku tercinta"ucap Alek mengecup bibir Raina.


"Pagi Mas, kok cepat banget bangun nya kan weekend"ucap Raina.


"gak papa sayang, Mas pengen bangun cepat aja dan Mas udah siapin sarapan buat kamu"ungkap Alex.


Raina tersenyum sambil melihat sarapan yang telah di buatkan oleh suami nya.


"Mas, ini udah kesekian kali nya di saat weekend kamu buatin aku sarapan, harus nya aku sebagai istri yang bangun lebih duluan dan siapin kamu sarapan, makasih ya sayang"ucap Raina menatap Alex.


"sayang kamu udah setiap hari siapin aku sarapan, makan siang kalau kita di rumah,makan malam, kamu juga kerja, aku gak akan pernah rasain gimana capek nya kamu walaupun aku tau kamu capek banget kan. Aku yang harus nya makasih sama kamu"ucap Alex pula.


"Mas Alex... "gumam Raina dan memeluk nya.


"ya udah Mas aku mau cuci muka dulu ya terus kita sarapan bareng"Ucap Raina.


"iya sayang" jawab Alex.


tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar Alex.


"masuk... teriak Alex.


"sayang sini masuk"panggil Alex yang melihat Aldrai dan memeluk nya.


"maaf Pak, Den Adrai minta di antar ke Kamar Bapak"ucap Suster.


"gak papa Sus"jawab Alex.


"kalau begitu saya permisi ya Pak"pamit Suster.


"iya Sus"jawab Alex mengangguk.


Lalu Suster keluar dari kamar Alex bersamaan dengan Raina yang keluar dari kamar mandi.


"eh ada sayang nya Mama Papa ni"ucap Raina setelah melihat Adrai.


"Mama"panggil Adrai dan memeluk nya.


"cepet banget bangun nya, kita sarapan bareng yuk sama Papa"ajak Raina.

__ADS_1


Alex tersenyum bahagia melihat anak dan istri nya itu.


***


__ADS_2