
Raina yang tersadar akan lamunannya segera berdiri dan melepaskan diri dari pelukan Alex, mereka berdua tampak salah tingkah satu sama lain.
"Maaf udah nyusahin Bapak, lagi-lagi Bapak menolong saya," ucap Raina memulai pembicaraan.
"Iya sama-sama. Gak apa kok, aku mau tanya apakah kamu masih ingat sama saya...?" Tanya Alex dengan sedikit gugup.
Raina hanya terdiam, sebenarnya ia malu, karena ia berpikir kalau waktu itu ia tidak mengikuti kata-kata orang mabuk, semua tidak akan terjadi. Raina takut Alex malah memakinya dan menyalahkannya tentang kejadian malam itu.
"Raina, hei...." Alex mengagetkan Raina yang sedang melamun.
"Eh iya Pak, saya ingat," jawab Raina kaget.
"Rain, apa bisa nanti kita makan bareng di resto sebrang kantor? ada yang mau aku bicarakan sama kamu," Ajak Alex.
"Iya Pak, Bapak duluan aja entar saya nyusul, kalau barengan gak enak di liat sama yang lain," jawab Raina mengiyakan ajakan Alex.
Saat di Resto, Raina dan Alex hanya terdiam satu sama lain, mereka sama-sama gugup dan tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, tetapi karena Alex adalah seorang lelaki akhirnya dia memberanikan diri untuk memulai berbicara
"Raina, maaf sebelumnya karena aku udah bicara ini sama kamu, aku tahu malam itu kita udah ngelakuin hal yang gak seharusnya, kamu juga udah ngelepas keperawanan kamu pertama kalinya untuk aku orang yang sama sekali belum kamu kenal waktu itu, aku tau Raina kamu pasti nyesel, aku juga ngerasa diri aku tolol dan menjijikkan. Langsung ke intinya aja, boleh gak aku tanggung jawab atas apa yang udah aku lakuin ke kamu...?" Alex bertanya dengan wajah seriusnya menatap Raina.
"Maksud Bapak apa ya...?" Tanya Raina yang belum mengerti apa maksud Alex.
"Maksudnya saya mau menikahi kamu, apa kamu bersedia menjadi istri saya...?" Jelas Alex.
Srrrr...... Darah Raina mengalir dengar deras nya, jantungnya berdetak sangat cepat, ia sangat terkejut dan hanya bisa menatap Alex tidak percaya.
"Rain, jawab aku, apa boleh dan apa kamu mau...?" tanya Alex lagi
"ta-tapi Pak kita baru aja kenal, Bapak belum kenal latar belakang saya, siapa keluarga saya, bahkan Bapak tau kan kita gak selevel Pak, saya cuma CS dan Bapak atasan saya, apa pantas pak...?" Kata Raina
__ADS_1
"Saya gak peduli apa latar belakang keluarga kamu, yang penting kamu belum punya suami, jadi saya tidak merebut istri orang. Saya juga gak peduli kamu CS atau apa, yang saya tau kamu perempuan baik-baik, semua pegawai di kantor juga bilang gitu. Yang kita lakuin malam itu atas ketidak sengajaan, asal kamu setuju kita bisa lanjut untuk kenalan dengan keluarga dan kita berdua juga bisa kenal dekat, mengerti diri kita satu sama lain, bisa juga belajar saling mencintai seiring berjalannya waktu kan...?" Alex terus berkata untuk meyakinkan bahwa ia serius.
"Gini aja Pak, kasih saya waktu, saya akan bicarakan ini dulu sama keluarga saya, secepatnya saya akan kabarin Bapak," ucap Raina
"oke nanti malam, saya mau nanti malam saat saya telpon kamu udah ada jawabannya iya atau tidak, dan tolong kalau di luar kantor jangan panggil saya Bapak, panggil saya Alex atau Mas aja, kesannya tua banget di panggil Bapak," kata Alex sembari tertawa kecil.
"Oke Pak, eh Mas," jawab Raina sambil tersenyum. Alex juga membalas senyuman Raina. Untuk pertama kalinya mereka berdua tersenyum bersama dan lanjut makan siang bersama.
...
Malam hari saat di rumah, Raina yang baru selesai mandi langsung merebahkan tubuh mungilnya di atas kasur, aktivitas hari ini membuat ia sangat lelah, mulai dari pekerjaannya sebagai CS, juga kuliahnya yang banyak menguras otak dan tenaga. Raina juga terus kepikiran dengan ajakan Alex.
"Menikah, apa aku harus menjadi istri di usia yang ke 22 tahun ini, hmmm imut juga kalau jadi istri CEO tampan dan kaya," gumam Raina dalam hati dan tersenyum.
Raina keluar dari kamarnya dan menghampiri Claudia di kamarnya yang sedang membuat PR.
"entar lagi deh Ma, nanggung 2 soal lagi selesai, Mama duluan aja ya, selesai ini aku nyusul," jawab Claudia menatap Mamanya.
"Ya udah, tapi cepetan ya, ini udah jam 8 malam lho. Mama tungguin kamu di ruang TV," ucap Raina dan berjalan keluar kamar Claudia.
"Iya Mama sayang," jawab Claudia pula.
D ruang TV ada Stella yang sejak tadi menunggu Claudia dan Raina untuk makan malam bersama.
"Dorrr....." suara Raina mengagetkan Stella lalu ia tersenyum.
"Ya ampun buat kaget aja deh, hmmmmm.... Tapi ada apa ya, kayaknya mood udah balik ni, senyum-senyum sendiri gak kayak 2 hari yang lalu tuh cemberut aja kayak udah gak ada gairah mau hidup, lagi jatuh cinta ya hayoo...." Ledek Stella
"Ihhhh apaan sih, tapi kamu itu suka bener deh Stell.... " jawab Raina malu-malu.
__ADS_1
"jadi beneran nih, ayo dong cerita, kebetulan ada yang mau aku ceritain juga sama kamu," Ucap Stella.
"Jadi ada yang mau kamu ceritain juga ya sama aku...?" Tanya Raina.
"Iya dari 2 hari yang lalu, tapi boro-boro mau cerita liat muka kamu aja ngeri tau," jawab Stella dan mengejek Raina lagi
"uhhh.... Maaf deh," Raina memelas.
"Ya udah, yang penting sekarang kamu cerita dulu ya," pinta Stella dan Raina mengangguk.
" Jadi gini, aku mau nikah kamu setuju gak...??" Tanya Raina dengan suara lirih.
"What......????? Aku gak salah denger kan, nikah...???? Sama siapa..? Gak ada dekat sama cowok tiba-tiba mau nikah, apa aku yang gak tau..? Kamu gak hamil duluan kan...???" Muncul berbagai pertanyaan dari Stella.
"Husstttt.... Satu-satu dong tanyanya," ucap Raina sambil menutup mulut Stella.
"aku syok Rain, kamu bercanda kan...? Sekarang cerita semuanya apa yang aku gak tau, cerita semua nya Rain," Stella berkata sambil mengguncang tubuh Raina.
"Iya iya, aku ceritain semuanya sekarang, ini juga ada kaitannya dengan kemurungan aku 2 hari yang lalu, gak akan ada yang aku tutup-tutupin lagi dari kamu," ucap Raina.
Singkat cerita Raina menceritakan semua nya kepada Stella tentang kejadian malam itu, tentang pertemuannya di kantor dengan pria itu lagi hingga pria itu mengajaknya menikah. Stella yang mendengarkan cerita Raina sedikit tidak percaya, akan tetapi juga akan mendukung apa pun yang akan menjadi keputusan sahabatnya itu.
"Meskipun awalnya salah, tapi aku seneng dengernya, untungnya itu cowok baik-baik mau tanggung jawab Rain, gimana kalau gak, terus kamu hamil gimana coba...?? Kamu juga suka kan sama CEO tampan itu? Tapi ngomong-ngomong namanya siapa ya...?" Tanya Stella karena dari tadi Raina hanya menyebutnya cowok itu.
"Apaan sih aku gak hamil kok, dan namanya rahasia dong, entar biar langsung kenalan aja. ya," ledek Raina lalu pergi ke dapur meninggalkan Stella.
"Reseekkkkkkkkkk........" Teriak Stella.
***
__ADS_1