SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Pernikahan Stella dan Ken


__ADS_3

"Mas bangun" bisik Raina di telinga Alex.


"em, memang nya ini udah jam berapa sayang? " tanya Alex tanpa membuka mata.


"jam 7 Mas" jawab Raina.


"ha jam 7" Alex terkejut membuka mata nya dan pontang-panting berlarian ke kamar mandi.


"hahaha" Raina tertawa terbahak melihat tingkah suami nya itu.


Alex buru-buru mandi, sementara itu Raina sedang memberi Asi nya kepada Baby Adrai.


"sayang kamu gak siap-siap,entar telat lho, titip dulu gih baby Adrai ke suster Anggit"ucap Alex saat selesai mandi.


Raina hanya senyum-senyum saja.


"sayang kamu kok senyum-senyum gitu sih ,meskipun kamu istri Mas dan Mas ini Bos nya kita tetap harus disiplin" ucap Alex lagi.


"iya tapi kita gak harus kerja juga kan kalau tanggal merah" ucap Raina sambil menunjukkan kalender kepada Alex.


Alex yang baru saja menggunakan pakaian dalam dan celana boxer nya tiba-tiba menghampiri Raina dengan wajah kesal nya


"sayang... kamu ngerjain Mas ya " teriak Alex dan menggelitik Raina.


"hahaha... ampun Mas, ampun.... " teriak Raina dan mereka tertawa bersama.


"liat Mama kamu usil ngerjain Papa sayang"Alex berkata kepada baby Adrai.


"Mas, jagain anak kita dulu ya. Aku mau mandi" pinta Raina.


"iya sayang" jawab Alex.


...


Hari-hari berlalu dan tiba saat nya hari pernikahan Stella dan Ken.


"Mbak Stella cantik banget deh" puji Ivan seorang tata rias Stella.


"makasih, gak nyangka banget lho aku bisa berubah dari upik abu menjadi cinderella seperti ini ,ini semua berkat tangan kamu yang luar biasa. Makasih banyak lho" ucap Stella.


"sama-sama Mbak, ah mbak bisa aja. Tapi ini itu karena Mbak Stella nya udah dari sana nya cantik jadi gak susah buat aku ngerubah Mbak Stella menjadi cinderella" jelas Ivan .


"Stella... kamu udah selesai.. ?" tanya Ibu nya Stella yang tiba-tiba datang.


"udah Buk" jawab Stella..


"sayang ,kamu cantik sekali"ucap Ibu Stella dan menangis.


"loh kok Ibu nangis, kenapa Buk..? " tanya Stella.

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang, Ibu tidak menyangka saja, anak Ibu sudah dewasa dan sebentar lagi akan jadi istri orang, kamu harus jadi istri yang baik dan nurut sama suami ya nak" ucap Ibu Stella.


"iya Buk, Ibu tenang aja ya. Jangan nangis lagi dong, ini kan hari bahagia aku Buk" pinta Stella dan memeluk Ibu nya.


"loh kok pada peluk-pelukan ,bukan nya tadi Ibu ngomong mau panggil Stella .Ini kok malah tidak balik lagi ke sana,itu penghulu dan juga rombongan calon suami Stella sudah sampai" ucap Bapak Stella.


"maaf Pak, ya sudah ke sana yuk" aja Ibu Stella.


Dengan di dampingi kedua orang tua nya, Stella keluar berjalan dengan anggun di depan para tamu undangan.


keluarga besar Alex, Rey,Boy telah hadir di sana. Indira dan Riky juga bisa hadir meskipun mereka tidak di undang langsung oleh Stella maupun Ken.


Acara akad nikah pun berlangsung, kini Stella sudah resmi menjadi istri seorang CEO muda bernama Ken.Ken dan Stella saling memasangkan cincin di jari pasangan nya secara bergantian, lalu Stella mencium tangan Ken dan Ken mencium kening istri nya tersebut.


Saat Stella melempar bunga, bunga tersebut di sambut oleh Rey dan seorang wanita secara bersamaan.


"cieh.... segera nyusul nih" ledek Raina.


Rey dan wanita tersebut tersenyum malu.


"Hai, aku Rey" ucap Rey memperkenalkan diri kepada wanita itu.


"hai juga , aku Maya" ucap wanita tersebut sambil berjabat tangan.


"ini bunga nya buat kamu aja" ucap Rey menyerahkan bunga tersebut.


"iya sama-sama" jawab Rey.


Setelah berkenalan, Rey dan Maya ngobrol-ngobrol santai dan saling bercerita. Maya adalah sepupu Stella yang datang dari Bandung bersama orang tua Stella.


"ohhh jadi kamu di Bandung jadi staff di kantor lurah gitu..? "tanya Rey kepada Maya.


"iya bener, sebenar nya aku pengen banget merantau ke Jakarta ikut Mbak Stella, tapi semenjak Kakak aku dulu pernah merantau dan meninggal, orang tua aku jadi sensitif dan gak ngebolehin aku jauh dari mereka. Ini aja ya sekarang aku bisa kesini karena izin dari orang tuanya Mbak Stella" jawab Maya dan menjelaskan.


"ohhh jadi gitu" gumam Rey.


"iya parah banget kan" ucap Maya.


"parah sih, tapi itu semua buat kebaikan kamu .Wajar lah orang tua kamu jadi seperti itu karena sayang dan gak mau kehilangan kamu seperti kehilangan kakak kamu" ucap Rey.


Maya mendengar ucapan Rey itu sangat kagum dan tidak sadar telah memandang nya.


"Maya..Maya.. " panggil Rey membuyarkan lamunan Maya.


"maaf" ucap Maya terkejut.


"kenapa bengong...?"tanya Rey.


"gak papa kok" jawab Maya tersenyum.

__ADS_1


Sementara itu Raina dan Indira sedang berdebat di meja hidangan saat mereka berdua sama-sama sedang mengambil makanan.


"prang....." suara piring terjatuh dari tangan Raina sehingga membuat semua mata para tamu undangan melihat ke arah mereka, begitu juga d dengan mata kedua mempelai pengantin.


"ups... maaf Buk Raina, aku gak sengaja" ucap Indira.


"jangan pura-pura deh ,jelas-jelas kamu sengaja nyenggol tangan aku, maksud kamu apa sih" bentak Raina.


"apaan sih aku kan udah bilang gak sengaja" jelas Indira.


"saya lihat ya dengan mata kepala saya sendiri kamu sengaja nyenggol istri saya" ucap Alex yang datang menghampiri mereka.


"ini lagi, kan aku udah bilang gak sengaja" teriak Indira.


"kamu ini keterlaluan sekali ya" bentak Alex dengan amarah nya itu.


"udah Mas ,kamu yang sabar mending kita tinggalin aja orang ini" ajak Raina.


Saat Raina dan Alex akan pergi meninggalkan Indira, Riky datang menghampiri mereka.


"Cinta itu memang buta ya Pak. Pak Alex membela Istri yang jelas-jelas udah salah" ucap Riky.


"eh kamu diam aja ya ,saya tau siapa istri saya dan wanita ular ini " ucap Alex pula.


"kenapa kalian berdua ada disini...?saya tidak pernah mengundang pengacau di hari bahagia saya" ucap Ken.


"iya bener, aku juga gak pernah kok undang mereka" sambung Stella.


Stella dan Ken menghampiri mereka karena ada keributan.


"Pak security " Ken memanggil security dan security segera tiba.


"iya Pak" jawab security tersebut.


"tolong usir dua orang ini, saya sama sekali tidak mengundang mereka" perintah Ken.


Security mengangguk dan menarik tangan Indira dan Riky.


"lepasin...... "teriak Indira.


"stop.. kalian pikir kalian siapa bisa usir dan seret-seret kita seperti ini ha, saya punya undangan nya maka nya saya bisa hadir di sini" teriak Riky.


"oh ya. Tunjukkan Undangan nya kalau gitu" pinta Stella.


Riki mengambil 2 undangan dari saku jas nya.


"nih... kalian semua bisa lihat kan" ucap Riky dan memperlihatkan 2 undangan tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2