SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Bab_62


__ADS_3

"Assalammualaikum... "ucap Raina dan Alex yang baru saja tiba di rumah Stella.


tok.. tok.. tok... Alex mengetuk pintu karena tidak ada jawaban.


Raina juga menekan bel rumah Stella namun tetap sama sekali tidak ada jawaban nya.


"sayang, apa mungkin Stella gak ada di rumah kali ya"ucap Raina.


"mungkin iya juga sih sayang"jawab Alex.


"hm.... sia-sia deh gak jadi kasih kejutan nya, kita pulang aja deh Mas"ajak Raina.


"ya udah yuk"ajak Alex pula.


"yah.... gak jadi ketemu dong ketemu sama tante Stella"gumam Claudia.


"next time ya sayang, salah Mama juga sih gak ngabarin, kemungkinan tante Stella nya ada keperluan mendadak"jelas Raina.


"hm... gimana kalau sebelum pulang kita beli es cream dulu, Claudia mau...? "tanya Alex.


"mau... "jawab Claudia tersenyum.


"ya udah yuk lets go... "ajak Alex.


"Mas, tunggu deh tapi mobil mas Ken dan Orang tua nya ada di rumah"ucap Raina.


"naik gocar kali sayang, atau di jemput family"ucap Alex.


"bisa jadi sih"gumam Raina.


"ya udah yuk jalan"ajak Alex lagi.


Saat akan berjalan menuju mobil ,tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan minta tolong dan seseorang membuka pintu.


"tolong.... tolong.... "teriak Pak Johan.


Alex dan Raina terkejut dan menghampiri pak Johan.


"Ada apa Pak Johan....?"tanya Alex.


"Om ada apa....? "tanya Raina.


"Alex, Raina tolong bantu saya. Stella dan Istri saya pingsan"ungkap Pak Johan.


Alex dan Raina langsung membawa kedua anak mereka masuk untuk melihat kondisi Stella dan Ibu mertua nya itu.


Setelah Kedua nya di baringkan di atas kasur, Raina membantu memberikan minyak angin ke hidung Stella, begitu juga yang di lakukan Pak Johan kepada istri nya agar mereka cepat sadar, sementara itu Pak Johan juga menceritakan kepada Alex dan Raina penyebab dari pingsan nya menantu dan istri nya itu.


Alex dan Raina juga sangat syok mendengar kabar tentang Ken.


...


"Ini berita yang sangat bagus, satu persatu musuh musnah dengan sendiri nya"ucap Riky.

__ADS_1


"gak usah seneng dulu Pak, belum pasti kalau Ken itu mati. Cuma belum di temukan"ucap Indira.


"kamu itu gak bisa ya buat saya senang sedikit saja. Kamu dengar ya ,jarang banget orang yang kecelakaan pesawat di tengah hutan, belum di temukan dan dia selamat, itu sangat mustahil"tegas Riky.


"terserah Bapak aja deh, saya mau pulang Pak. Lain kali saya juga gak mau bahas kerjaan di rumah Bapak lagi"jelas Indira.


"kenapa...?"tanya Riky.


"karena Bapak selalu membahas yang gak penting sama saya"jawab Indira.


"maksud kamu apa...? "tanya Riky kesal.


"di pikir aja ya Pak sendiri"jawab Indira lalu pergi meninggalkan Riky.


Akan tetapi tiba-tiba Riky menarik tangan Indira sehingga Indira hampir terjatuh dan di sambut oleh Riky.


kini wajah Riky dan indira saling berhadapan sehingga membuat kedua nya terdiam.


"duh... deg-degan banget ni jantung"gumam Indira dalam hati.


"cantik"gumam Riky dalam hati.


"lepasin..... "teriak Indira yang membuat Riky tersadar dari lamunan nya.


Dengan spontan Riky melepaskan Indira dari pelukan nya dan membuat Indira terjatuh di lantai.


"aw....sakit Pak"rintih Indira.


"itu bukan urusan saya, kamu yang suruh saya lepas, saya gak mau ya kamu bilang ambil kesempatan dalam kesempitan"ucap Riky.


"gak usah manja kamu, cepetan bangun dan keluar dari rumah saya"perintah Riky.


Dengan sangat kesal Indira pun bangun dan bergegas meninggalkan rumah Riky.


...


"Mas Ken..... kamu dimana Mas"ucap Stella menangis.


"sabar ya Stell, Mas Ken pasti baik-baik aja kok"ucap Raina.


"aku gak bisa tinggal diam di rumah Rain, aku harus cari Mas Ken"ungkap Stella.


"mau cari kemana..? kamu harus pikir kandungan kamu dong, ini juga udah malam. Biar tim SAR yang cari ya. Kita cukup berdoa dan tunggu kabar nya"ucap Raina.


"tapi Rain.... "rengek Stella.


"udah ya"pinta Raina lalu memeluk dan menenangkan Stella.


"kalian malam ini gak pulang kan...? "tanya Stella.


"gak Stell,malam ini kita temenin kamu "jawab Raina.


"makasih ya Rain"ucap Stella.

__ADS_1


"iya sama-sama"jawab Raina.


"Stella sayang"panggil Bunda Ken yang datang bersama suami nya dan memeluk Stella.


"Bunda....Mas Ken belum ada kabar ya ?"tanya Stella menangis.


"belum sayang"jawab Bunda Ken yang juga menangis.


"kita saling menguatkan ya Bund,aku yakin Mas Ken pasti baik-baik aja" ucap Stella menangis


"kamu benar Stella,Ken pasti selamat dan dia baik-baik aja"sambung ayah Ken .


"oek...oek... oek.... "terdengar tangisan dari baby Adrai.


"maaf semua nya,aku boleh izin sebentar mau kasih Asi dan tidurin Anak aku dulu"ucap Raina.


"iya sayang, kamu sama suami dan juga anak-anak tidur di kamar yang udah di siapin ya"perintah Bunda Ken.


"makasih ya Tante, harus nya Tante gak usah repot-repot"ucap Raina.


"sama-sama Rain, gak ada yang repot kok"jawab Bunda Ken.


"Stell, setelah anak-anak tidur aku temenin kamu lagi ya"ucap Raina.


"Iya Rain, makasih banget ya"ucap Stella.


Raina pun tersenyum, lalu pergi ke kamar bersama Alex dan anak-anak mereka.


...


"bagaimana Pak apa sudah ada kabar tentang anak saya...? "tanya Ayah Ken melalui ponsel nya.


"maaf Pak saat ini Tim SAR belum bisa melanjutkan pencarian di karenakan hari sudah larut malam dan di tambah lagi kabut yang membuat pandangan mata menjadi tidak jelas Pak, kami akan melanjutkan pencarian besok"jelas seseorang.


"baik Pak terima kasih"ucap Ayah Ken dan menutup panggilan telpon nya.


Sementara itu Raina yang menemani Stella belum bisa tertidur di karenakan Stella yang terus menangis dan memanggil nama Ken suami nya, hingga dini hari barulah Stella dan Raina tertidur.


"sayang kamu kemana aja sih, kamu tu buat aku takut tau gak"ucap Stella.


"sayang kamu tenang aja ya, Mas baik-baik aja kok. Kamu janji ya sama Mas jaga anak kita nanti dengan baik"ucap Ken pula.


"iya Mas, kita akan jaga anak kita sama-sama dengan baik"jawab Stella.


Stella dan Ken berpelukan, tidak lama kemudian Ken melepaskan pelukan itu.


"sayang maaf ya Mas gak bisa bantu rawat anak kita, tapi Mas janji akan selalu ada di dekat dan di hati kalian"ucap Ken menatap Stella.


"maksud kamu apa Mas...? "tanya Stella.


"maaf, Mas harus pergi"Ken pamit dan perlahan menjauh dari pandangan Stella.


"Mas Ken.... kamu mau kemana, jangan tinggalin aku Mas"teriak Stella.

__ADS_1


***


__ADS_2