
Stella tampak mengotak atik ponselnya, di layar ponsel pada menu kontak terlihat jelas nama Raina yang telah ia blokir, akan tetapi nomor itu masih tersimpan rapi di ponselnya.
Bagaimana Raina mau menghubunginya, sementara seluruh akses untuk menghubunginya telah Stella blokir.
"ah sudahlah sebaiknya aku ke kantin aja"gumam Stella lalu beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke kantin.
...
"Raina... bagaimana keadaan kamu...?"tanya Oma yang menghampiri Raina di kamarnya.
"masih sama Oma"jawab Raina.
"makan siang dulu ya terus minum obat dan vitaminnya"perintah Oma.
Oma membawakan Raina semangkuk kecil bubur dan potongan buah Apel segar serta segelas susu Ibu hamil untuk Raina.
"Oma boleh gak Rain makan buah aja, gak selera banget Oma liat bubur"ucap Raina.
"boleh, sama minum susu ya, yang penting perutnya di isi dulu sebelum minum obat dan vitamin"jawab Oma.
"iya Oma"jawab Raina mengangguk.
Raina menggigit 1 potongan apel, 1 gigitan, 2 gigitan dan...
huek.... Raina merasakan mual dan ingin muntah, langsung saja Raina memuntahkan isi perutnya ke dalam tong sampah.Oma mengelus lembut tengkuk dan punggung Raina serta memberinya minyak angin sama seperti yang selalu Alex lakukan.
"makasih ya Oma, maaf Rain harus muntah di depan Oma terus ,Oma pasti jijik kan"ucap Raina lalu merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur dengan di bantu oleh Oma.
"tidak apa-apa sayang, siapa bilang Oma jijik,tidak sama sekali.Sebenarnya Oma sangat kasihan melihat keadaan kamu yang seperti ini. Tapi ini bukan penyakit yang harus di obati, jadi kamu yang sabar dan ikhlas saja ya menjalaninya demi anak dalam kandungan kamu,mudah-mudahan ini tidak berlangsung lama"ucap Oma.
"iya Oma,Rain ikhlas kok jalanin ini semua,apa lagi ada Mas Alex,Oma,Claudia dan orang-orang yang menyayangi Rain,yang selalu mensuport aku"jawab Raina tersenyum.
"itu sudah pasti sayang, kalau kamu tidak bisa makan,kamu minum susu saja ya Rain,minum obat dan vitaminnya lalu tidur saja lagi untuk mengurangi rasa mual kamu seperti biasa"ucap Oma.
"iya Oma"jawab Raina.
"ya sudah kalau begitu Oma tinggal dulu tidak apa-apa kan, Oma mau sholat zuhur, nanti Oma minta Suster sering-sering cek kondisi kamu"ucap Oma.
"iya Oma gak papa kok, makasih ya Oma"jawab Raina tidak lupa berterima kasih.
"Sama-sama sayang"jawab Oma.
Lalu Oma melangkahkan kaki keluar dari kamar Raina.
__ADS_1
...
"Pak Alex"panggil Rey membuyarkan lamunannya.
"iya ada apa...?"tanya Alex.
"lagi mikirin apa Pak...?"tanya Rey.
"saya lagi kepikiran sama istri saya aja di rumah, beda banget waktu hamil Adrai kemarin"jawab Alex.
"masih muntah-muntah Pak...?"tanya Rey lagi.
"ya begitu lah,istri kamu gimana Rey..?"jawab Alex dan bertanya pula.
"kalau istri saya sama kondisinya dengan istri Bapak waktu hamil anak pertama, morning sickness itu tetap ada, hanya saja masih bisa makan, sensitifnya terhadap bau gak terlalu parah, waktu mual dan muntahnya itu ada jam-jam tertentu aja Pak, ya kalau masalah ngidam suka aneh-aneh sih"terang Rey.
Alex manggut-manggut mendengarkan ucapan Rey,waktu yang seharusnya di gunakan untuk bekerja malah di gunakan untuk curhat tentang Ibu hamil oleh Ayah dan calon Ayah yang tampan-tampan ini.
"jadi kamu ada apa ke ruangan saya...?"tanya Alex.
"oh ini Pak laporan yang Bapak minta"jawab Rey sembari memberikan berkas kepada Alex.
Alex menerima berkas itu lalu melihat dan membacanya.
"oh ya sudah conform sama pabrik...?"tanya Alex.
"Bagus kalau begitu"ucap Alex.
"ya sudah kalau begitu saya keluar dulu ya Pak"pamit Rey.
"silahkan Rey"jawab Alex.
Rey keluar dari ruangan Alex dan menuju meja kerjanya.
tok.. tok.. tok... seseorang mengetuk pintu ruang kerja Alex lalu masuk ke dalam.
"ada apa lagi Rey...?"tanya Alex tanpa melihatnya karena masih sibuk melihat berkas yang baru ia terima dari Rey.
Karena tidak ada jawaban Alex pun melirik ke arah orang tersebut.
"Denis"mata Alex terbelalak dan langsung beranjak dari kursinya.
"selamat siang Tuan Alex, sudah lama tidak bertemu"ucap Denis dengan santainya.
__ADS_1
Alex menghembuskan nafas kasar, mencoba bersikap tenang menghadapi musuh di depan matanya itu.
"ya selamat siang juga, suatu kehormatan karena perusahaan saya di datangi oleh tamu tidak di undang. Bos besar perusahaan B yang selalu sibuk menyempatkan datang ke perusahaan saya"ucap Alex dengan senyum smirk.
"boleh saya duduk...?"tanya Denis.
"silahkan"jawab Alex juga duduk di kursinya.
"langsung saja karena saya tidak suka basa-basi"ucap Denis.
"saya juga tidak ada waktu untuk melayani anda berbasa-basi"jawab Alex.
"sebaiknya anda mundur dalam rapat besok kalau anda mau keluarga anda tetap selamat"ancam Denis.
"anda mengancam saya, begitu takutnya anda akan kalah dalam tender kali ini sampai anda dengan terang-terangan mengancam saya di Perusahaan saya pula"ucap Alex.
"heh sudah saya bilang kalau saya tidak suka berbasa-basi"terang Denis.
"saya tidak takut, saya akan tetap melawan kamu meski saya tahu kamu tidak pernah menang melawan saya"ucap Alex.
Denis mengepalkan tangan menahan amarahnya, niatnya ingin memberikan Alex peringatan malah dia yang di hina.
"baik lah Tuan Alex kalau begitu saya permisi dulu"pamit Denis lalu keluar dari ruangan Alex.
Meskipun Alex tidak terlalu menggubris ancaman dari Denis ,akan tetapi dalam hatinya tetap merasa khawatir jika keluarganya dalam bahaya.
Alex segera mengerahkan beberapa pengawal untuk menjaga rumahnya, menjaga setiap keluarganya yang sedang berpergian, juga menjaga Claudia di luar sekolahnya agar semua tetap aman.
"kalau kamu berani menyakiti keluargaku, aku pastikan kamu akan menyesal Denis"gumam Alex dengan wajah amarahnya.
Beberapa saat kemudian...
drt.. drt.. drt.. drt... ponsel Alex bergetar ada telfon masuk dari Oma.
"Assalammualaikum Alex"ucap Oma dari sebrang telfon.
"wa'alaikumsalam Oma, ada apa...?"jawab Alex dan bertanya.
"kamu yang kerahkan para pengawal ini...?kenapa banyak sekali sampai 10 orang...?"tanya Oma.
"iya Oma, maaf gak bilang Oma dulu. Gak papa Oma biar seluruh keluarga kita tetap aman. Sekarang lagi banyak pesaing di Perusahaan, aku takut akan ada bahaya dengan keluarga kita"terang Alex.
"apa ada yang mengancam kamu ,jika ada harus langsung di laporkan ke polisi"ucap Oma.
__ADS_1
"gak ada Oma, cuma mau berjaga-jaga aja"jawab Alex menyembunyikan yang sebenarnya dari Oma, karena takut Oma khawatir.
***