SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Stella Hamil


__ADS_3

"Raina..." Teriak Alex saat masuk ke dalam kamar.


"Ada apa Mas teriak-teriak?" Tanya Raina.


"Apa sih yang ada di dalam pikiran kamu, kemarin kamu melepaskan Indira, Mas pikir kamu bisa belajar dari kesalahan, tapi sekarang terulang lagi," ucap Alex.


"Mas ngomong apa sih...? Aku gak ngerti Mas," kata Raina.


"Kamu sengaja buat Suster Anggit pergi dari rumah, kan kamu tahu kita lagi selidiki dia. Kalau dia gak balik lagi ke rumah gimana...?" Tanya Alex kesal.


"Mas, jadi gara-gara itu kamu marah sama aku...?" Tanya Raina pula.


"Iya," jawab Alex menatap Rain, Raina hanya terdiam lalu menangis.


"Kamu gak tau gimana rasanya jadi seorang ibu Mas, aku khawatir anak aku dalam bahaya dan aku gak mungkin ngebiarin orang yang mau nyakitin anak aku ada di rumah ini," jelas Raina.


"Mas ngerti maksud kamu, tapi bisa kan kamu bersabar sedikit. Apa yang kamu khawatirkan, kamu seharian ini jaga anak kita kan, lagian Suster itu juga gak tau kalau kamu dengar percakapan dia tadi. Coba jangan gegabah, justru dengan kamu bersikap seperti ini bikin Suster itu curiga kalau kita tau sesuatu dan bisa aja sekarang dia kabur dan gak akan kembali. Pikirkan itu Raina," teriak Alex.


Raina tidak menjawab dan hanya menangis. Sementara itu Alex yang takut amarahnya semakin menjadi dan tidak bisa mengontrol emosi, ia pergi keluar meninggalkan Raina.


Saat alex keluar dari kamar, oma yang sengaja pergi ke kamar Claudia mendengar teriakan dari Alex.


"Alex," panggil Oma.


"Oma, tolong jangan ganggu aku dulu," pinta Alex lalu pergi meninggalkan rumah.


Melihat Alex pergi, oma masuk ke dalam kamar Raina dan melihat Raina yang sedang menangis.


"Raina sayang, ada apa...? Kenapa Alex begitu marah sama kamu..?" Tanya oma.


"Oma....." Raina menangis dan menceritakan semuanya kepada oma.


"Raina, Oma paham kok posisi kamu. Tapi Oma juga gak bisa salahkan Alex kalau dia marah sama kamu. Yang sabar ya, biar Alex tenang dulu. Oma yakin dia pasti akan kembali," ucap oma.


"Iya Oma" jawab Raina mengangguk lalu memeluk oma.


...


"Gak habis pikir aku, apa sih yang ada di dalam pikirannya Raina," kata Alex kepada Rey.


"Kalau mendengar cerita dari Bapak, itu wajar aja sih, karena bu Raina khawatir akan keselamatan anaknya" ucap Rey.


"Iya karena Raina itu memang gak bisa sedikit aja bersikap tenang," ungkap Alex.


"Sudah lah Pak, saran saya Bapak pulang aja. Ini kan udah malam, pasti Bu Raina khawatir" ucap Rey.

__ADS_1


"Kamu ngusir saya mentang-mentang ini rumah kamu..?" Tanya Alex.


"Iya gak lah Pak, mana berani saya usir Bos," jawab Rey.


"Bagus kalau gitu" ucap Alex.


Rey bingung harus apa sekarang , ia hanya pasrah mendengar keluh kesah dari Bos-nya. Karena Alex memang tidak punya teman dekat kecuali keluarga dan Rey yang menjadi asisten pribadinya.


"Pak Saya ambilkan minum dulu ya, kebetulan pembantu udah pada istirahat, jadi saya yang buatin minuman," ucap Rey.


"Gak usah Rey, ini udah jam 10 malam. Saya mau pergi, kamu istirahat saja. Terimakasih sudah mendengarkan keluh kesah saya, saya pergi dulu," ucap Alex.


"Hati-hati Pak," ucap Rey pula.


Keesokan harinya..


Raina yang sangat mengkhawatirkan Alex karena semalaman tidak pulang, terus mencoba menghubungi Alex tetapi ponselnya tidak aktif.


"Rain gimana..? Apa Alex sudah bisa di hubungi..?" Tanya oma kepada Raina.


"Gak bisa Oma, dari tadi malam Mas Alex gak angkat telpon aku dan sekarang malah gak aktif," jawab Raina khawatir.


"Kamu sudah coba hubungi Rey...?" Tanya oma lagi.


"Belum Oma, sekarang aku telpon ya," ucap Raina dan bergegas menelpon Rey.


"Oma kata Rey tadi malam Mas Alex memang ke rumahnya tapi dia gak nginap Oma," jelas Raina setelah menelpon dan mendapat informasi dari Rey.


"Lalu apa lagi yang Rey katakan..?" Tanya Oma.


"Rey akan segera hubungi aku kalau dia tau dimana Mas Alex," jawab Raina.


...


"Mas aku punya kabar bahagia buat kamu" ucap Stella kepada Ken .


"Oh ya, apa tuh sayang..?" tanya Ken.


"Ini kamu liat aja sendiri," kata Stella sambil memberikan sebuah amplop.


"Ini apa sayang..?" Tanya Ken lagi.


"Hadiah buat kamu Mas," jawab Stella.


Ken yang penasaran akhirnya membuka amplop tersebut.

__ADS_1


"Hah sayang ini testpack? dua garis merah yang artinya kamu hamil...?" Tanya Ken kegirangan.


"Iya Mas aku hamil," jawab Stella tersenyum.


"Alhamdulillah"ucap Ken lalu mencium kening Stella dan memeluknya penuh haru.


"Iya Mas alhamdulillah banget," ucap Stella.


"Berarti kita harus cek ke Dokter kandungan dulu buat pastiin kondisi calon anak kita dan buat dapat vitamin kan...?" Tanya Ken.


"Iya Mas tapi besok aja ya pas weekend, sekarang kita pergi kerja dulu," jawab Stella.


"Gak bisa, harus sekarang. Mas akan bilang sama Ayah kalau kita izin dulu pagi ini," ucap Ken.


"Tapi Mas, kita ada meeting penting hari ini"ucap Stella.


"meeting hari ini masih bisa di re-schedule, sekarang kamu dan calon anak kita lebih penting," ucap Ken lagi.


Stella mengangguk dan mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


Sesampai nya di RS, Stella dan Ken langsung ke ruang dokter kandungan untuk memastikan kandungan Stella.


"Selamat ya Buk, Pak calon debay nya sehat dan usia nya sudah 8 Minggu, masih terlalu kecil jadi belum bisa di pastikan jenis kelamin nya" ucap Dokter.


"Alhamdulillah terima kasih banyak ya Dok" ucap Ken dan Stella.


"Tapi Bu Stella harus tetap jaga kondisi ya, hamil muda ini sangatlah rentan, jadi harus hati-hati ya, gak boleh terlalu capek. Pak Ken harus benar-benar menjaga istri Bapak," ucap Dokter lagi.


"Baik Dok"jawab Stella.


"iya Dok, saya pasti akan menjaga istri saya selama 24 jam," jawab Ken pula.


Setelah itu Ken mengambil vitamin untuk Stella dan menyelesaikan administrasi, lalu mereka pergi meninggalkan rumah sakit.


"loh Mas, ini kan bukan jalan ke Kantor...?" Tanya Stella.


"iya siapa bilang kita mau ke kantor," jawab Ken.


"terus kita mau kemana Mas..? "tanya Stella lagi.


"Mau pulang, kamu hari ini istirahat aja di rumah. Setelah antar kamu pulang, Mas aja yang pergi ke Kantor sendiri," jawab Ken.


"Tapi Mas, ada kerjaan yang belum selesai. Aku mau kerja Mas," pinta Stella.


Sayang, please nurut sama Mas. Mas mau kamu hari ini istirahat," pinta Ken pula.

__ADS_1


"iya deh sayang," jawab Stella tersenyum dan Ken juga membalas senyuman manis dari istrinya itu.


***


__ADS_2