SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Menang Thender


__ADS_3

Oma melihat Claudia yang baru saja pulang sekolah di jemput oleh Mang Ujang.


"Assalammualaikum Oma uyut"ucap Claudia lalu mencium tangan Oma yang sedang berdiri di teras depan rumahnya.


"wa'alaikumsalam cicit Oma uyut, kamu sudah pulang sayang..? "tanya Oma.


"iya Oma"jawab Claudia.


"ya sudah mari kita masuk"ajak Oma.


"Oma itu siapa, kenapa rame banget...? "tanya Claudia heran sambil menunjuk para pria berbadan tegap di depan rumah.


"oh.. itu pengawal utusan Papa kamu, Oma sendiri baru tahu"jawab Oma.


"kenapa harus ada pengawal sebanyak itu Oma...?"tanya Claudia penasaran.


"entahlah tapi yang jelas kata Papa kamu ini untuk keamanan keluarga kita, jadi kamu tidak perlu khawatir atau takut ya sayang"ucap Oma sembari membelai halus rambut Claudia.


"iya Oma, aku ke atas dulu ya Oma ganti baju"ucap Claudia.


"iya sayang, setelah itu jangan lupa turun lagi buat makan siang ya, Oma tunggu"perintah Oma.


"iya Oma"jawab Claudia.


Saat hendak ke kamar dan melewati kamar orang tua nya,Claudia mendengar suara Raina yang sedang mual-mual.


huek..huek...rasa mual itu semakin jadi membuat Raina tidak berdaya.


Prang.....tiba-tiba gelas pecah menjadi beberapa bagian.


Claudia yang khawatir mendengar akan hal itu langsung saja masuk ke dalam kamar untuk melihat Mamanya.


"Mama"panggil Claudia ,ia melihat Mama nya seperti kesakitan menahan sesak di dada nya.


"sayang,kamu hati-hati di sini ada pecahan kaca"ucap Raina lirih.


"aku akan hati-hati Ma,Mama mau minum...?"tanya Claudia.


"iya sayang,tadi Mama gak sengaja jatuhin gelas"jawab Raina.


"tunggu ya Ma"Claudia mengambil minuman yang baru,untungnya di kamar Raina di sediakan dispenser air dan juga gelas sehingga dengan cepat Claudia mengambil nya.


"ini Ma minum ,pelan-pelan aja Ma"ucap Claudia dan membantu Raina untuk minum.


"udah sayang,makasih ya"ucap Raina lalu berbaring kembali dengan di bantu oleh Claudia.


"gimana Ma,masih sakit dadanya...?"tanya Claudia khawatir.


"udah gak papa kok sayang,tadi terasa sesak karena Mama abis muntah"jawab Raina.

__ADS_1


"jadi masih terasa mau muntah lagi gak Ma...?"tanya Claudia lagi.


"gak sayang (menggelengkan kepala),kamu ganti baju dulu ya terus makan"ucap Raina.


"ya udah Ma kalau gitu aku ganti baju dulu"ucap Claudia.


"sekalian minta tolong Suster atau Bibik bersihin pecahan kaca di sini ya sayang"ucap Raina.


"iya Ma"jawab Claudia lalu keluar dari kamar Raina.


...


"bilangnya tidak takut tapi baru di gertak saja sudah mengerahkan 10 anak buah ,kamu tidak bisa bermain-main denganku Alex"ucap Denis saat mendengar kabar dari Bram asisten pribadi dan juga tangan kanannya.


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Bos, apakah kita harus bertindak...?"tanya Bram.


"jangan sekarang, pelan-pelan saja, aku mau Alex merasakan penderitaan panjang tanpa akhir"jawab Denis tersenyum sinis.


"baik Bos kalau begitu saya keluar dulu"pamit Bram.


"ya, laporkan segera padaku jika anak buahmu memberikan info apapun itu mengenai Alex dan keluarganya"pinta Denis.


"siap Pak"jawab Bram lalu keluar dari ruangan Denis.


"kita lihat saja besok, kalau kamu tidak mundur maka aku akan memberikanmu peringatan"gumam Denis dengan tatapan tajam.


...


Sementara itu di jalan Alex sedang mengalami kemacetan.


"bagaimana ini Pak, di depan sangat ramai sekali, sementara meeting akan di mulai 15 menit lagi, perjalanan kita masih jauh"ucap Rey.


Alex juga tampak bingung memikirkan sesuatu, kalau bukan karena khawatir dengan keadaan Raina yang terus muntah-muntah pasti Alex tidak akan terlambat untuk pergi rapat.


"Rey berikan padaku macbook itu"Alex meminta macbook yang berada di atas kursi samping Rey, karena di situlah tersimpan materi untuk rapat hari ini.


Rey memberikan macbook itu kepada Alex.Lalu Alex membuka pintu mobil dan hendak keluar.


"Pak Alex mau kemana... ?"tanya Rey.


"aku akan mencari cara agar bisa tepat waktu ke sana, kamu langsung ke sana saja nanti Rey"jawab Alex.


"baik Pak"jawab Rey mengerti.


Di Perusahaan AB...


"alangkah baiknya jika sekarang ini rapat segera kita mulai, karena kemungkinan Pak Alex memang tidak bisa hadir"ucap Denis.


"ya Pak kemungkinan seperti itu"sambung Pak Hendry pemimpin Perusahaan D.

__ADS_1


"tunggu sebentar Pak, saya yakin Pak Alex akan datang, mungkin ada sedikit kendala yang menyebabkan beliau belum tiba"ucap Riky.


"baiklah jika dalam waktu 10 menit Pak Alex tidak juga tiba, maka rapat akan di mulai dan Pak Alex di nyatakan mundur"ucap Pak Santoso pemimpin dari Perusahaan AB.


Denis tampak tersenyum puas,sedangkan Riky tampak cemas.


Dan tiba-tiba...


Tok..tok..tok (Alex mengetuk pintu)


"maaf saya terlambat"ucap Alex sembari membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan.


"silahkan masuk Pak Alex"ucap Pak Santoso.


Alex masuk ke dalam ruang dapat, rapat berjalan lancar dan Alex tentunya yang memenangkan tender kali ini.


"selamat bekerja sama Pak Alex, Sekretaris saya akan segera mengurus surat kontrak kerja sama Perusahaan kita"ucap Pak Santoso dan berjabat tangan dengan Alex.


"terima kasih, baik Pak"ucap Alex merasa senang.


"iya Pak sama-sama"jawab Pak Santoso.


Ruang rapat telah kosong, Alex dan Riky berjalan berdampingan menuju lobi Perusahaan, di sana ada Rey yang sudah menunggu Alex.


"Pak Alex"panggil Rey.


"Rey kamu sudah datang rupanya"ucap Alex.


Riky yang sudah tahu alasan Alex terlambat tidak heran melihat Rey yang tidak ikut rapat tadi.


"sekali lagi selamat ya Lex"ucap Riky.


"terima kasih Riky"ucap Alex, mereka berjabat tangan sebagai tanda perpisahan juga untuk pertemuan hari ini.


Sementara itu Denis yang dari tadi memandang Alex tidak suka segera saja menyusul dan menghampiri Alex di parkiran mobil.


plok.. plok.. plok... terdengar suara tepuk tangan.


Alex,Riky dan Rey menoleh ke arah sumber suara tepuk tangan yang ternyata adalah Denis.


"sangat terharu, melihat dua orang sahabat yang telah bermusuhan, kini sudah berbaikan kembali"ucap Denis.


Riky mengepalkan tangan menahan amarahnya dan ingin menghajar Denis.Akan tetapi Alex memegang bahu Riky agar ia tetap tenang.


"Tuan Denis yang terhormat terima kasih atas perhatianmu karena telah peduli dengan persahabatan kami,lalu apa ada masalah dengan anda...?"ucap Alex dan bertanya dengan sikap tenang.


Denis menatap Alex tidak suka, akan tetapi ia berpura-pura bersikap tenang juga untuk mengelabui musuhnya.


"iya sama-sama Tuan Alex,oh tidak ada masalah,justru saya salut dan cukup iri melihat persahabatan kalian ini"jawab Denis tersenyum sinis.

__ADS_1


***


__ADS_2