
"Boy.... gak mungkin... gak mungkin.... " lagi-lagi Raina berteriak histeris .
"Boy.." gumam Alex lirik dan menenangkan istri nya.
Dokter yang di panggil oleh Rey segera masuk dan menangani Raina.
"Maaf Pak, sebaik nya sudah dan jangan di paksa lagi,saya khawatir beliau akan tambah syok.Kita tunggu sampai keadaan nya membaik. Selain Pak Alex yang menemani, mohon untuk semua keluar terlebih dahulu, karena saya akan memberi obat bius agar Ibu Raina bisa tenang dan istirahat.
Polisi dan juga Rey keluar ,mereka menunggu Alex di depan pintu ruang rawat inap. Setelah Raina di bius dan tidak sadarkan diri, Alex pun keluar menemui Polisi dan Rey.
"Maaf Pak Alex kalau pertanyaan kami tadi sudah membuat Ibu Raina syok lagi, bagaimana keadaan beliau saat ini...? " tanya polisi.
"iya Pak tidak apa-apa, saya juga minta maaf atas kejadian barusan yang membuat penyelidikan jadi sedikit terhambat. Istri saya sudah di bius dan istirahat sekarang Pak" jawab Alex.
"Tetapi Pak tadi saya mendengar Ibu Raina ada menyebut nama Boy saat kami menunjukkan gelang tali ini. Apa Bapak tahu siapa Boy itu...? ini bisa sangat membantu pihak kepolisian untuk tahap penyelidikan selanjutnya " tanya Polisi lagi.
"iya saya tahu Pak, Boy adalah mantan pacar nya istri saya" jawab Alex.
"oh begitu, tidak menutup kemungkinan ini adalah perbuatan nya, segera Bapak kirim alamat nya ke kami, Pihak kepolisian akan menyelidiki Boy terlebih dahulu" pinta Polisi.
Alex memberitahu Polisi dimana alamat tempat tinggal Boy. Polisi dan Rey segera meninggalkan rumah sakit dan bergegas mencari Boy.
...
ting.. tung.. ting.. tung.. suara bel rumah Boy.
Boy bergegas membuka pintu rumah nya, ia kaget setelah tahu yang datang adalah polisi.
" selamat siang.... " ucap Polisi .
"selamat siang Pak" jawab Boy gugup.
"saya mencari Saudara Boy " ucap polisi.
"dengan saya sendiri, ada apa ya Pak...? " tanya Boy.
"kami membawa surat penangkapan Saudara Boy atas kasus penculikan dan penganiayaan saudari Raina" jelas Polisi dan menunjukkan surat penangkapan.
" maksud nya ya Pak..? kenapa saya di tangkap, saya tidak menculik Raina" ucap Boy.
"Anda jelaskan saja nanti kantor Polisi" ucap Polisi lalu memborgol tangan dan membawa Boy ke Kantor polisi.
....
__ADS_1
Stella dan Ken sedang menikmati makan siang setelah mereka selesai meeting dengan Klien dari luar daerah.
"makasih ya sayang, meeting kita hari ini berjalan lancar karena kerja keras kamu juga" ucap Ken kepada Stella.
"Mas Ken gak perlu terima kasih sama aku,aku cuma ngelakuin pekerjaan yang seharusnya aku kerjain, sebenar nya memang kamu nya aja yang udah hebat dari sana nya" puji Stella dan tersenyum menatap Ken.
"makasih ya sayang,Mas bisa seperti ini juga karena ada perempuan yang Mas cintai, yang selalu mensuport Mas " ucap Ken dan membalas senyuman dari Stella.
"sama-sama Mas, oh ya Mas pulang kerja aku mau jenguk Raina,Mas mau ikut....? karena kemarin kan kita baru liat sebentar dan Raina nya juga lagi gak sadar" ucap Stella.
"iya , Mas mau ikut ya, kita ke sana bareng" ucap Ken.
"iya Mas" jawab Stella.
Setelah selesai bekerja Ken dan Stella menuju ke Rumah sakit Medica untuk menjenguk Raina.
...
"Assalammualaikum.... "ucap Stella dan Ken saat masuk ke dalam ruang rawat Raina.
"wa'alaikumsalam" jawab Raina dan di susul Alex.
"Raina..... " panggil Stella dan memeluk nya.
"apaan sih, siapa coba yang repot. Kangen tau...
kamu keadaan nya gimana sekarang...? udah baik-baik aja kan..?"tanya Stella.
"kangen juga.. aku udah baikan kok"jawab Raina.
Raina dan Stella berbincang-bincang melepas kerinduan mereka berdua. Sementara itu Ken dan juga Alex sedang berbincang di luar ruangan.
"apa benar gelang itu milik Boy mantan pacar Raina...? " tanya Ken.
"Iya,Raina sendiri yang mengatakan nya, bahkan Raina yang memberi gelang itu sewaktu mereka masih berpacaran dulu " jawab Alex.
"lalu bagaimana pengakuan dari Boy itu sendiri...? " tanya Ken.
"Polisi bilang, saat di introgasi Boy mengaku telah kehilangan gelang itu, dan tidak tahu kenapa gelang nya bisa ada di rumah tua tersebut" jelas Alex.
"kok bisa ya...?" Ken berfikir heran.
"entah lah masih dalam penyelidikan ,bisa saja dia berbohong atau dia di jebak" ucap Alex.
__ADS_1
"hmm" Ken mengangguk.
...
"kamu yakin tidak tahu kenapa gelang ini bisa ada di lokasi kejadian Saudari Raina di sekap..?" tanya Polisi kepada Boy.
"iya saya yakin Pak, saya kan sudah jelaskan bahwa saya kehilangan gelang tersebut" ucap Boy.
"Lalu apa anda tahu sesuatu, tolong bantu kami agar kasus ini cepat terungkap dan anda kami bebaskan segera" pinta dokter.
"saya tidak salah Pak ,jadi kenapa saya harus di tahan, seharusnya saya memang di bebaskan " kata Boy lagi.
"cepat sampaikan apa yang telah anda sembunyikan, saya tahu bahwa anda menyimpan sesuatu yang tidak saya ketahui" ucap Polisi.
"oke baik Pak,awal nya saya memang di suruh seseorang untuk menculik Raina, awal nya saya menolak, akan tetapi karena terus di paksa saya bilang kalau saya setuju.Tapi setelah itu saya berubah pikiran Pak, bagaimana pun juga Raina orang yang baik dan dia sedang hamil, saya tidak tega menyakiti dia" jelas Boy.
" lalu siapa seseorang yang telah menyuruh anda...? " tanya polisi.
"Indira Pak nama nya, dia dari dulu sangat tidak menyukai Raina, terlebih lagi dia sudah di pecat oleh Alex suami Raina, jadi dia sangat dendam Pak" ungkap Boy.
"maksud anda apakah Indira itu karyawan nya Pak Alex begitu....? "tanya Polisi lagi.
"iya Pak Indira karyawan lama di Perusahaan nya Alex" jelas Boy.
Boy juga memberi alamat rumah Indira ,Polisi segera ke sana tetapi tidak menemukan nya.
Polisi mendapat kabar dari pembantu Indira bahwa majikan nya itu dari semalam sudah pergi dengan membawa koper.Akan tetapi tidak memperoleh informasi kemana Indira pergi.
...
"sialan.........." teriak Alex dengan amarah nya.
Alex baru saja mendapatkan informasi dari kepolisian tentang Indira.
"tenang Pak, ini semua masih belum berakhir. Polisi masih terus melacak keberadaan Indira. Ini sudah jelas dia melarikan diri karena dia lah dalang di balik semua ini" ucap Rey.
"kamu kerahkan anak buah untuk membantu polisi juga mencari Indira. Pastikan perempuan ular itu tertangkap dan mendapat pembalasan yang setimpal karena sudah berani mengganggu Istri dan calon anak saya" perintah Alex kepada Rey.
"baik Pak" jawab Rey.
Wajah Alex tampak penuh dengan kemarahan dan dendam.
***
__ADS_1