
Sesampainya di rumah, Oma dan Claudia sudah menunggu kepulangan Raina dan baby Adrai di depan rumah.
"Mama...... "teriak Claudia dan memeluk Raina.
"ya Allah apa yang barusan aku lakukan, kenapa aku sama sekali gak mikirin Claudia"gumam Raina dalam hati.
"Mama dari mana, Mama mau tinggalin aku ya..? "tanya Claudia menangis.
"sayang, kamu kenapa ngomong gitu. Mama tadi cuma jalan-jalan aja kok bawa Dedek Adrai"jawab Raina mencari alasan.
"ayo Raina, Alex, masuk dulu kita ngobrol di dalam"ajak Oma.
"sini Baby Adrai-nya saya gendong Buk"pinta Suster Anggit.
Karena di perjalanan Alex sudah menceritakan semuanya, jadi Raina tidak takut lagi menyerahkan anaknya pada Suster Anggit.
"Rey kamu gak masuk dulu...? "tanya Oma.
"terimakasih Oma, saya sudah di jemput Boy dan kita masih ada kerjaan"jawab Rey.
"Bagus tu, kerja yang benar"ucap Alex.
"siap Pak Alek"jawab Rey.
"Alex kamu gak boleh suruh Rey kerja terus, entar susah dapat jodoh lho Rey nya"ucap Oma.
"iya Oma, Pak Alex sengaja tu Oma biar saya gak nikah-nikah"ucap Rey pula.
"maksud kamu apa? mau cari dukungan dari Oma..? sana ke kantor "usir Alex bercanda.
"baik lah Pak dan semuanya saya pamit"ucap Rey meninggalkan rumah Oma.
....
"akhirnya siap juga nih kerjaan dan besok weekend, Jumat, Sabtu, Minggu. Tiga hari bisa santai nih, mudah-mudahan gak ada kerjaan mendadak dari Pak Bos"ucap Rey kepada Boy.
"ciehh.. ada jadwal kencan ya loe...? "tanya Boy meledek.
"kok loe tau, loe tau kan dari kapan gue pengen banget kencan, gue berharap banget kali ini gak gagal lagi dan dia memang jodoh gue"ungkap Rey.
"hust......" ucap Boy memberi isyarat bahwa ada seseorang di belakang Rey, akan tetapi Rey tidak mengerti.
"apaan sih loe ,gue cuma berharap kali ini Pak Bos tidak menggagalkan rencana kencan gue, karena ini adalah untuk masa depan gue, itu aja kok Boy"ucap Rey lagi.
__ADS_1
"ehem" Alex berdehem.
"apaan sih, kenapa kalian pada gak ngedukung doa gue" ucap Rey lagi .
"ehem..." Alex kembali berdehem.
"liat ke belakang Rey.."kata Boy dan menunjuk.
Rey mulai sadar dan dengan perlahan menolehkan kepalanya ke belakang.
"hehehe... Pak Alex"ucap Rey nyengir saat melihat Alex ada di belakangnya.
"jadi udah berapa kali saya gagalin rencana kencan kamu..?" Tanya Alex.
"maaf Pak, saya hanya bercanda kok"ucap Rey.
"hmm.... tadinya saya kesini mau kasih kamu bonus untuk weekend besok, saya juga gak akan ganggu weekend kalian selama tiga hari. Tapi karena kamu udah berani ngomongin saya di belakang, bonus kamu saya tarik dan bonus kamu saya transfer sekarang ya Boy,coba aja cek"ucap Alex.
"terima kasih banyak Pak Alex"ucap Boy.
"iya sama-sama "jawab Alex.
"yah jangan begitu dong Pak, saya kan hanya bercanda, bonus saya mana Pak"pinta Rey.
Alex pun pergi dari hadapan Rey dan Boy.
"happy banget ya loe liat temen menderita"ucap Rey.
Lalu ada pemberitahuan di ponsel Rey dan Rey segera memeriksanya.
"akhh.... terima kasih Bos"teriak Rey kegirangan.
Alex yang mendengar teriakan itu hanya tersenyum dan terus berjalan keluar kantor menuju mobilnya.
...
Weekend telah tiba, Rey pergi ke Bandung untuk menemui Maya sepupu Stella. Saat ini Rey dan Maya sedang duduk di atas bukit di bawah pohon, menikmati angin sepoi-sepoi dan melihat pemandangan indah di bawah yang merupakan kebun teh nan luas.
"pemandangannya bagus banget ya, udaranya juga seger banget lagi"ucap Rey.
"iya Mas, maaf ya kamu udah jauh-jauh datang kesini buat nemuin aku tapi kamu malah harus nginap di penginapan. Maklum lah Mas ini kan Desa, orang tua aku cuma gak mau entar orang mikirnya macam-macam"ucap Maya.
"gak papa May, kamu gak perlu minta maaf.Gak masalah kok, bisa ketemu kamu aja aku udah seneng banget"ungkap Rey.
__ADS_1
"iya Mas, tapi Mas memangnya kamu beneran serius sama aku...?" tanya Maya.
"oh ya maaf Maya, mungkin karena kemarin aku ngomong nya lewat telpon jadi kamu kurang yakin ya kan...?tanya Rey.
"bukan gitu Mas"Jawab Maya.
Lalu Rey memegang kedua tangan Maya dan kembali menyatakan perasaannya secara langsung.
"May, aku tahu kita baru aja kenal, tapi aku benar-benar udah jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama, semakin lama aku semakin yakin kalau aku serius. Apa kamu mau menerima Cinta aku...? "tanya Rey.
"iya Mas aku mau"jawab Maya mengangguk dan tersenyum.
"yes... teriak Rey kegirangan dan membuat orang-orang di sekitar memperhatikan mereka berdua.
"malu Mas jangan teriak-teriak ,pada liatin kita tu"ucap Maya.
"biarin aja"jawab Rey.
Rey ingin memeluk Maya, akan tetapi di cegah oleh Maya karena banyak orang di sekitar mereka dan Rey pun hanya tersenyum malu.
"Bos kamu baik banget ya Mas sama kamu. Mau liburan aja di kasih bonus dan kalau aku dengar dari ceritanya Mbak Stella,Mbak Raina juga baik banget"ucap Maya.
"iya kamu bener, Bos aku itu ya nampaknya aja galak dan dingin, padahal bucin banget dan takut kehilangan istrinya.Yang pasti memang baik banget, Aku beruntung bisa punya Bos seperti mereka"ungkap Rey.
....
Sementara itu keluarga Alex pergi berlibur ke Villa Puncak milik keluarga Alex. Tepat di hari itu juga kedua orang tua Alex datang dari Inggris.
"Duhh.. cucu-cucunya Oma udah pada gedek, gemesin banget ya Opa"kata Mami Alex kepada Suaminya.
"Iya bikin kangen. Kamu mau tau gak Lex, Mami kamu itu waktu di Inggris pikirannya di Indonesia saja, katanya kangen sama Claudia dan baby Adrai. Ya Papi bisa apa selain ikut apa maunya Mami untuk sering terbang ke Indonesia," ungkap Papi Alex.
"Mami harusnya jangan gitu dong, Papi kan ada kerjaan juga Mi. Lagian entar Mami kecapean lho bolak balik gitu" ucap Alex.
"ya habis mau gimana Lex, Mami kan kangen sama cucu-cucunya Mami"jawab Mami Alex.
"iya deh Mi"ucap Alex.
"Raina, kamu dan Alex baik-baik aja kan...?" Tanya Mami Alex.
"iya, kita baik-baik aja kok Mi seperti yang Mami lihat"jawab Alex dan merangkul pundak Raina.
"Alex, kamu kebiasaan deh. Mami tanya sama Raina lho"ucap Mami Alex.
__ADS_1
"oh iya ya Mi, maaf deh" ucap alex nyengir yang membuat Mami dan Papinya itu geleng-geleng kepala.
***