SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Asal Usul Suster Anggit


__ADS_3

"Sayang, Mas pergi kerja dulu ya," pamit Alex.


"Iya Mas," jawab Raina kurang bersemangat.


"Kamu sabar ya, Mas janji sama kamu akan secepatnya dapat informasi dan Mas akan kabarin kamu langsung entar," ucap Alex.


"iya Mas kamu hati-hati ya," ucap Raina.


Alex mencium kening Raina dan baby Adrai lalu pergi menuju ke kantor.


"Apa yang harus aku lakuin sekarang? gak sabar rasanya kalau harus menunggu kabar dari Mas Alex," gumam Raina sembari mondar-mandir ke sana kemari.


Tok.. Tok.. Tok.. Oma mengetuk pintu kamar Raina. Raina bergegas membuka pintu untuk oma.


"Rain, Oma tadi ketemu Alex di bawah, katanya kamu gak ngantor karena lagi kurang fit hari ini, mau Oma temenin berobat..?" Tanya Oma.


"Oma masuk dulu," ucap Raina mempersilahkan oma.


"Kamu sakit apa Sayang...?" Tanya oma lagi.


"Aku gak papa Oma, cuma sedikit pusing aja. Aku juga udah minum obat kok dan entar lagi pasti pusingnya hilang," jawab Raina.


"Kamu yakin...?" Tanya Oma.


"Yakin Oma, aku butuh istirahat aja," jawab Raina meyakinkan Oma.


"Ya sudah kamu istirahat ya, biar baby Adrai oma bawa ke Suster Anggit," ucap Oma.


"Eh gak usah Oma," bantah Raina dengan sigap.


"Loh kenapa, biar kamu bisa istirahat dengan tenang," jelas Oma.


"Gak papa Oma, aku kan lagi off, jadi aku pengen bisa bareng sama anak aku terus hari ini. Lagian baby Adrai juga lagi tidur Oma," jelas Raina beralasan.


"Oh ya udah Oma mengerti, kalau begitu kamu istirahat saja, Oma keluar dulu ya," ucap oma dan keluar dari kamar Raina.


...


"Ada apa Pak...? Sepertinya ada masalah serius sampai Bapak memanggil kita berdua...?" Tanya Rey kepada Alex saat di Kantor.


"Ya kalian benar," kata Alex lalu menceritakan semua yang Raina dengar serta rencananya kepada Rey dan Boy.


"Oke Pak, saya mengerti," kata Rey.


"Saya juga mengerti Pak," kata Boy pula.


Lalu Rey dan Boy pun keluar dari ruang kerja Alex.


"Hmmm masalah hati harus tertunda lagi deh," gumam Rey.

__ADS_1


"Naksud Loe...?" Tanya Boy yang mendengar gumaman Rey.


"Iya, padahal pulang dari kantor rencananya gue mau ketemuan sama sepupunya Stella, loe ingat kan yang di pesta itu..?" jelas Rey dan bertanya.


"Ingat lah, sial gercep banget loe," kata Boy.


"Hahaha... Ya iya lah," kata Rey dan tertawa.


"Tapi tetap kerjaan dulu kan prioritas utama...?" Tanya Boy.


"Iya, karena masa depan juga membutuhkan uang," jawab Rey.


"Iya udah, lets go," ajak Boy.


Rey dan Boy pergi ke suatu tempat yang di perintahkan oleh Alex tadi.


Rey dan Boy pergi ke yayasan yang menyalurkan Suster Anggit.


"Permisi Bu,"ucap Rey dan Boy kepada seorang wanita paruh baya yang menyambut mereka di depan pintu yayasan.


"Iya ,maaf kalian cari siapa ya?" Tanya wanita itu .


"Maaf Bu kami mengganggu, kami mau cari ketua yayasan yang bernama Ibu Irma ada..?" jawab Rey dan bertanya pula.


"Dengan saya sendiri, silahkan masuk dulu Pak," ucap bu Irma.


Rey dan Boy mengikuti Bu Irma masuk ke dalam sebuah ruangan dalam yayasan tersebut.


"Terima kasih Bu,"ucap Rey dan Boy.


"Iya sama-sama, jadi apa ya tujuan kalian ke sini menemui saya? apa kalian butuh baby sister..?" Tanya bu Irma.


"oh bukan begitu Bu, jadi begini, kami datang kesini karena di utus oleh pak Alex Bos kami," jawab Rey.


"Pak Alex... ? oh iya saya tahu, ada apa...?" Tanya bu Irma lagi .


"Boleh kami sedikit bertanya tentang Suster Anggit yang menjaga anak dari Pak Alex..?" Tanya Rey.


"Tergantung pertanyaan apa yang akan Bapak sampaikan, silahkan Pak!" Kata bu Irma.


"Siapa Suster Anggit itu dan dari mana asal-usulnya Bu?" Tanya Rey.


"Maaf Pak, kita tidak bisa membocorkan data-data Baby Sister yang kami salurkan kepada sembarang orang," ucap bu Irma.


"Bagaimana bisa Ibu bilang dengan sembarang orang, ini permintaan Pak Alex Bos-nya Anggit. Bagaimana kalau sesuatu terjadi yang membahayakan anak Pak Alex dan penyebabnya adalah Suster dari yang Ibu salurkan, lalu Suster tersebut kabur, siapa yang mau tanggung jawab..? Ibu...? Atau yayasan ini..?" Ucap Boy tiba-tiba dengan penuh emosi.


"Maaf Pak, apakah terjadi sesuatu..?" Tanya bu Irma pula.


"Bu, kita hanya perlu tau asal usul Suster Anggit, kita hanya tau dia berasal dari sini dan ini gak cukup, tolong Bu," pinta Rey.

__ADS_1


Bu Irma menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Baiklah, tunggu sebentar Pak," ucap bu Irma.


Bu Irma mencari berkas Suster Anggit lalu memberitahukan kepada Rey dan Boy, setelah mendapatkan informasi itu, Rey dan Boy pun pergi meninggalkan yayasan.


"Kita harus cepat balik ke Kantor untuk memberitahu Pak Alex tentang kabar ini," ucap Rey kepada Boy saat mereka di dalam mobil.


"Iya segera!" Jawab Boy.


Sesampainya di Perusahaan X, Rey dan Boy langsung berjalan menuju ke ruangan Alex.


"Permisi Pak," ucap Rey membuka pintu dan masuk ke dalam juga di ikuti oleh Boy .


"Informasi penting apa yang kalian dapat?" Tanya Alex.


"Jadi begini Pak, Suster Anggit itu hanya seorang yatim piatu dari kampung, dia tidak punya saudara di sini, tapi ada seseorang yang merecomend sehingga ia bisa berada di yayasan penyaluran itu Pak," jelas Rey.


"Lalu siapa yang merecomend..?" Tanya Alex lagi .


"Bu Irma mengaku tidak sempat menanyakan namanya karena orang itu buru-buru pergi sehabis mengantar Suster Anggit ke yayasan," jawab Rey.


"Tidak ada pilihan lain, saya akan tanyakan langsung sama orangnya, sudah waktunya pulang. Kalian boleh pulang, Rey kamu pulang sama Boy. Saya mau bawa mobil sendiri," ucap Alex.


"Baik Pak," jawab Rey dan mereka semua pulang meninggalkan Perusahaan.


...


"Suster Anggit.... Sus.... " Panggil Alex saat baru tiba di rumah.


"Ada apa Alex....?" Tanya oma yang mendengar teriakan Alex.


"Oma, dimana Suster Anggit...?" Tanya Alex.


"Suster Anggit tadi izin ke rumah saudaranya. Karena Raina mau menjaga Baby Adrai hari ini, jadi Raina suruh Suster Anggit untuk libur," jawab oma.


"syit.." Gumam Alex panik.


"Ada apa Alex...?" Tanya oma lagi.


"Sekarang Raina mana...?" Alex balik bertanya.


"Ada di kamarnya," jawab oma.


Dengan wajah paniknya dan tidak menjawab pertanyaan Oma, Alex segera berlari tergesa-gesa menaiki tangga menuju kamar untuk menemui Raina.


***


Hai guys.... maaf banget ya udah seminggu lebih baru bisa up karena lagi ada kesibukan lain beberapa hari ini.

__ADS_1


Makasih banget buat yang udah mendukung aku. jangan lupa tinggalin jejak ya. 🥰


__ADS_2