SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Penghianat


__ADS_3

Suster Anggit yang masih panik itu berusaha mencari serbuk yang hilang.Ia mencari di seluruh sudut dan di dapur tetapi tidak menemukan serbuk tersebut.


"cari apa Sus...? " tanya Bik Inem.


"ini Bik saya lagi cari barang saya ada yang terjatuh, kemungkinan ada di dapur" jawab Suster.


"oh... tapi tadi saya sapu dapur ini Sus dan tidak menemukan apa pun" jelas Bik Inem yang tidak menyadari bahwa ia yang telah membuang serbuk itu ke dalam tong sampah.


"mungkin ketinggalan di kamar, saya permisi dulu ya Bik" ucap Suster dan berlalu dari pandangan Bibik.


"Sus ada apa ,kenapa lama sekali dan wajah kamu keliatan pucat...? " tanya Mami Alex.


"maaf Buk, perut saya sakit jadi agak lemes " jawab suster Anggit mencari alasan.


"ya ampun, kok bisa...? salah makan ya Sus...?" tanya Mami lagi.


"saya gak tau Buk" jawab suster Anggit.


"kebetulan Raina sudah pulang ,Saya antar suster ke rumah sakit ya " ucap Mami Alex.


"gak usah Buk terima kasih, gak terlalu sakit kok. Saya minum obat aja lalu istirahat, pasti nanti sore sudah membaik" ucap Suster Anggit menolak.


"tapi Sus, Suster pucat sepeti itu lho" ucap Mami Alex lagi.


"Ada apa Mi, Sus...? " tanya Raina yang baru saja masuk ke kamar Baby Adrai setelah ia selesai mandi.


"Suster Anggit sakit perut, lihat tu sampai pucat ,tapi gak mau Mami ajak berobat" jelas Mami Alex.


"loh kenapa gak mau sus ? " tanya Raina.


"gak usah ke Dokter Buk, seperti nya ini karena saya tadi pagi kebanyakan makan sambal ,udah biasa Buk. Hanya perlu minum obat dan istirahat" jelas Suster Anggit.


"ya udah kalau gitu Suster istirahat gih. Baby Adrai sama saya " perintah Raina.


"Terima kasih Buk, saya permisi" ucap Suster dan keluar menuju kamar nya.


...


"hai calon istri, yuk pulang" ajak Ken yang menghampiri Stella di meja kerja nya .


"ayuk" jawab Stella.


"hm... calon pengantin berduaan terus" ledek Pak Johan ayah nya Ken.


"Pak Johan" sapa Stella tersenyum.


"apaan sih Yah, cuma mau pulang bareng aja kok"ucap Ken.


"iya deh, oya jangan lupa tu pesan Ibu kamu" ucap Pak Johan.


"apaan Yah...? " tanya Ken yang bingung.

__ADS_1


"jadi kamu beneran lupa Ken sama pesan Ibu kamu tentang nanti malam" kata Ayah Ken berteriak.


"oh iya" ucap Ken menepuk jidat nya.


"ada apa Mas...? " tanya Stella.


"Mas lupa bilang ke kamu, entar malam Ibu suruh Mas jemput kamu dan ajak ke rumah" ucap Ken.


Pak Johan dan Stella hanya geleng-geleng kepala.


"ya udah yuk kita pulang" ajak Ken lagi.


Stella pun mengangguk.


"Yah kami pulang duluan ya" pamit Ken.


"Pak ,saya pulang dulu" pamit Stella pula.


"iya hati-hati Ken bawa mobil nya" teriak ayah Ken.


"iya Yah tenang aja" jawab Ken berteriak juga karena jarak mereka yang sudah cukup jauh.


...


Pada malam hari nya, Stella dan Ken sedang duduk di ruang keluarga setelah makan malam bersama. Lalu kedua orang tua Ken datang menghampiri mereka berdua dengan membawa sebuah kotak perhiasan.


"Stella kamu cobain ini deh" pinta Ibu Ken dengan menyodorkan kotak perhiasan dari tangan nya.


"apa ini Tante ? " tanya Stella.


Lalu dengan perlahan Stella membuka kotak perhiasan itu.


"gelang" gumam Stella


"iya itu gelang turun temurun keluarga Tante,karena kamu mau menikah sama Ken jadi gelang ini sekarang milik kamu. Coba sekarang di pakai " ucap Ibu Ken.


Stella memakai gelang tersebut di pergelangan tangan nya dengan di bantu oleh Ken.


"wahhh sangat bagus dan imut sekali di pakai sama kamu sayang,iya kan Yah,Ken ? " puji Ibu Ken serta bertanya kepada suami juga anak nya.


"iya Buk bagus " jawab ayah Ken.


"iya, tapi memang udah dasar nya Stella pakai apa aja itu cocok " ucap Ken.


"iya Ken Ibu paham kok maksud kamu" ucap Ibu Ken pula.


"makasih ya Tante" ucap Stella dan mengembalikan gelang itu kepada Ibu Ken.


"Stella ini buat kamu, kamu pakai lagi ya. Kelak jika anak kalian laki-laki maka gelang ini harus di serahkan kepada menantu kalian yang paling pertama" jelas Ibu Ken.


"Baik Tante ,terima kasih banyak lho "ucap Stella lagi.

__ADS_1


"iya sama- sama" jawab Ibu Ken.


"yah, Buk aku antar calon istri aku pulang dulu ya " ucap Ken.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Ken, Stella pulang ke rumah nya di antar oleh Ken.


Setibanya di depan rumah rumah stella,Stella yang hendak keluar dari mobil di tarik tangan nya oleh Ken sehingga wajah mereka berhadapan dan saling berdekatan.


Ken semakin mendekati wajah Stella, Stella menatap wajah tampan Ken lalu memejamkan mata, Ken mencium bibir Stella dengan bibir nya. Saat hendak melanjutkan aksi ciuman tersebut ada sorotan senter dari luar yaitu senter Pak hansip yang sedang jaga malam .


Pak Hansip pun mengetuk pintu mobil Ken.


"maaf Mbak Stella dan Mas Ken saya mengganggu, ini sudah malam sebaik nya Mas Ken pulang" ucap Hansip tersebut yang sudah sangat mengenal Stella dan juga Ken.


"Baik Pak, terima kasih" ucap Ken.


Stella turun dari mobil Ken, sedangkan Hansip pergi meninggalkan mereka berdua.


"Hati-hati ya Mas, da..... " ucap Stella.


"iya sayang, da..... " jawab Ken.


...


"sayang, tadi aku udah kirim materi meeting ke surel kamu,kamu udah siapin berkas meeting kita siang nanti ?" tanya Alex kepada Raina saat di kantor.


"Mas kamu kebiasaan deh ,ini kan di Kantor jadi biasakan panggil Raina aja. Aku gak enak di dengar sama yang lain" pinta Raina.


"oke baik lah, jadi gimana Rain...? " tanya Alex lagi.


"sudah hampir selesai Pak" jawab Raina.


"ya sudah, kita harus menang tender hari ini .Saingan kita bukan perusahaan yang sembarangan" ucap Alex.


"baik Pak" jawab Raina.


Sebelum Mereka pergi rapat, Raina pergi ke toilet dan meninggalkan materi meeting yang baru saja ia selesaikan.


Raina dan Alex pergi ke Sebuah Perusahaan untuk rapat dan memenangkan tender. Tidak hanya dari perusahaan mereka tetapi ada saingan mereka dari perusahaan lain yang akan berjuang memenangkan tender.


Pukul 09.50 mereka sudah tiba di perusahaan tersebut, akan tetapi Perusahaan saingan mereka sudah sampai terlebih dahulu.


tok.. tok.. tok... Raina mengetuk pintu ruang rapat lalu masuk bersama Alex.


"permisi Pak" ucap Alex dan Raina kepada Direktur Perusahaan.


"Raina... " gumam Indira.


"Indira.. " gumam Raina pula.


"Riky, Indira" gumam Alex.

__ADS_1


Mereka saling bertatapan dan terkejut.


***


__ADS_2