
"Mas, ini dia tamu kita, supraise..... "ucap Stella kepada Ken yang membawa tamunya masuk.
"Ayah, Bunda, kok gak ngomong sih mau datang. Kalau tau kan bisa Ken jemput atau suruh supir yang jemput"ucap Ken.
"ini anak, bukannya senang orang tuanya datang malah banyak protes ya kan Yah"ucap Bunda Ken.
"bukan gitu Bun, aku senang,i'm very happy tapi kenapa gak ngomong dulu gitu lho"protes Ken.
"namanya juga kejutan, istri kamu tadi bilang kan supraise... "ungkap Ayah Ken.
"sayang...... "gumam Ken melirik Stella.
Stella hanya tersenyum melihat suaminya tersebut.
"udah ah ayok makan ,sudah gak sabar mau makan masakan menantu Bunda yang super enak ini"ajak Bunda Ken.
"pantes aja masak sebanyak dan semewah ini, ada Mertua toh yang datang"gumam Ken.
"Ken.. udah ayok makan, entar ada kejutan lagi lho buat kamu"ucap Ayah Ken.
"apa lagi yah...? "tanya Ken.
"makan dulu ya "ucap Ayah Ken dan mulai menyantap makanan di meja dengan lahapnya.
Begitu juga yang lain ikut menyantap makanan lezat yang telah di masak oleh Stella tersebut.
"Alhamdulillah, masakan kamu makin enak aja ya Stell"puji Bunda Ken.
"makasih Bun"ucap Stella.
"iya sayang,beruntung banget Ken bisa dapat istri yang jago masak seperti kamu"puji Bunda Ken lagi.
"Bunda berlebihan deh, biasa aja kok Bun"ucap Stella malu.
"iya benar, jago masak udah sama seperti Bunda"puji ayah ken pula.
"apaan sih ayah"ucap Bunda Ken.
"Lah kan memang benar"ungkap ayah Ken.
"duh.. apaan sih, Ken memang beruntung punya Ibu dan Istri yang jago masak, sekarang apa kejutannya....?"ungkap Ken dan bertanya.
"kejutannya Ayah dan Bunda mau nginap di sini malam ini"jawab Bunda Ken.
"hah seriusan Bun, Yah...? "tanya stella.
"ini kamu beneran gak tau juga sayang...?"tanya Ken kepada Stella.
__ADS_1
"gak Mas, aku belum kemas kamarnya kan buktinya"jawab Stella.
"Loh kenapa pada ribut sih, ini serius dan ini kejutan buat kalian berdua"ungkap Ayah Ken.
"iya nih, memang tidak boleh ya kalau Ayah dan bunda nginap di sini..? "tanya Bunda Ken.
"boleh kok Bun, ya udah aku kemas kamar dulu ya buat Ayah dan Bunda"ucap Stella.
"eits.. no..no... entar kamu kecapean, tadi kan sudah masak sendirian ,biar Mas aja ya "ucap Ken.
"gak usah Mas, aku gak papa kok"bantah Stella.
"Stella, benar kata Ken kamu istirahat aja"ucap Bunda.
Stella pun menurutinya, Ken membersihkan Kamar untuk kedua orang tuanya, sementara Stella menemani mertuanya menonton Tv.
...
tok... tok.. tok.. suara ketukan pintu.
Pagi hari ,Maya di kejutkan oleh suara ketukan pintu rumah sewaannya tersebut .
"duh... siapa sih ganggu mimpi Indah aku aja, baru jam 6 lho ini, weekend lagi. Gak bisa apa biarin aku tidur dengan tenang"gerutu Maya.
tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu terdengar berulang kali.
Lalu dengan jalan sempoyongan karena masih ngantuk, Maya pun bergegas untuk membuka pintu.
"supraise.... "teriak Rey saat pintu terbuka.
"Mas Rey"ucap Maya lalu menutup pintu kembali.
"duh... mampus, kenapa gak ngintip dulu sih tadi May, liat dulu siapa yang dateng. Malu kan sekarang keluar dengan muka kucel bangun tidur seperti ini"gumam Maya malu.
Sementara itu Rey terkejut dengan sikap calon istrinya itu.
"Maya kamu kenapa...?kok di tutup lagi pintu nya. Kamu gak suka ya Mas dateng, Mas minta maaf ya "ucap Ken bertanya-tanya.
tok.. tok.. tok... "May buka pintunya dong"pinta Rey sambil terus mengetuk pintu.
"Mas Rey aku malu dengan keadaan aku yang baru bangun tidur, boleh gak aku mandi dulu.Aku akan buka pintu tapi setelah 5 menit baru kamu masuk.Aku mau mandi dulu"ucap Maya.
"oh gara-gara itu,kenapa harus malu ,kamu tetap cantik sayang meskipun bangun tidur"ungkap Rey .
"tapi aku beneran malu Mas"ucap Maya Lagi.
"oke,ya udah Mas tunggu di luar aja ya. Gak enak sama tetangga kalau masuk. Mas mau ajakin kamu sarapan"ungkap Rey dan tersenyum.
__ADS_1
"iya Mas, aku mandi dulu ya"ucap Maya.
...
"Bi, mumpung lagi libur, aku mau masakin makanan kesukaannya Mas Alex hari ini, jadi biar aku aja yang masak ya. Bibi cukup bantuin aku aja entar. Tapi sebelumnya kita harus belanja dulu ke pasar," ucap Raina kepada pembantu yang biasa masak yaitu Bi Ina.
"Baik Buk, kalau gitu biar saya saja yang belanja dan Ibu cukup kasih catatan buat saya"ucap Bik Ina.
"no.. no.. no.. kita belanja bareng ya Bik, lets go"ajak Raina.
"iya Buk"jawab Bik Ina.
Raina dan Bik Ina belanja ke Pasar di antar oleh supir Oma.
Setelah sampai di Pasar, dari kejauhan tampak ada seseorang yang selalu mengikuti dan memperhatikan Raina, sekilas Raina melihat tingkah aneh orang tersebut. Namun Raina menepiskan prasangka buruk dan rasa takut nya serta tetap berpikiran positif.
"Bik masih ada yang kurang gak, kalau di rumah bahan pangan udah ada yang mau habis dan stok gak ada sekalian di beli aja biar Bibik gak bolak balik belanja kan"ucap Raina.
"Baik Buk"jawab Bik Ina.
Setelah selesai belanja, Raina dan Bik Ina serta Supir yang membantu bawa belanjaan langsung masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.
Setibanya di rumah, Raina dan Bik Ina langsung saja membongkar belanjaan mereka dan membersihkan bahan-bahan yang akan di simpan ataupun yang akan di masak.Sembari memasak Raina terus memikirkan sosok misterius yang ia lihat tadi dan ia yakin orang tersebut sedang mengawasinya, bisa saja itu orang jahat yang akan mencelakainya lagi, pikirnya.
"sayang.... "panggil Alex.
Akan tetapi Raina tidak menjawab panggilan dari Alex.
"Bik, Raina kenapa...? "tanya Alex kepada Bik Ina.
"aw... "tiba-tiba Raina merintih karena jarinya terkena pisau saat memotong bawang.
"sayang kenapa...?"tanya Alex panik dan menghampiri Raina.
"Mas Alex kamu ngapain di sini...?"tanya Raina balik.
"tuh kan berdarah, udah sini Mas obatin dulu"ucap Alex dan menarik Raina.
"tapi Mas aku gak papa, aku lagi masak Mas nanggung"ungkap Raina.
"gak papa gimana, berdarah lho ini. Bik lanjutin ya"ucap Alex dan memerintahkan Bik Ina.
"baik Pak"jawab Bik Ina.
Alex mengobati jari Raina di meja makan.
"Mas itu dari tadi perhatiin kamu, bahkan Mas datang kamu gak sadar, kamu kenapa melamun sayang...?"tanya Alex yang membuat Raina terkejut.
__ADS_1
***