
"Stella.... Stella.... Stella bangun sayang.... "panggil Bunda Ken.
Stella terbangun dari mimpi nya dan memeluk Ibu mertua nya itu.
"Bunda..."ucap Stella menangis.
"kamu mimpi Ken ya..? yang sabar ya sayang, saat ini Ken sedang berjuang untuk pulang. Bunda yakin Ken baik-baik aja"ucap Bunda Ken menenangkan Stella sambil menahan kesedihan nya.
...
Hari-hari telah berlalu, tidak terasa kepergian Ken sudah 2 tahun lama nya. Stella sudah melahirkan anak perempuan cantik yang ia beri nama Kania Putri seperti yang Ken inginkan, usia Kania sudah 20 bulan.
Sementara anak itu anak Raina dan Alek sudah akan merayakan ulang tahun nya yang ke 3 tahun.
"Mas jangan lupa ya entar pulang cepat, harus nya weekend gak perlu ke kantor kan"ucap Raina.
"iya sayang, mendadak banget harus meeting pagi ini dan ada kerjaan juga dikit"ucap Alex pula.
Alex mencium kening Raina lalu berpamitan untuk pergi ke kantor.
"hati-hati Mas"ucap Raina.
"iya sayang"jawab Alex.
"jangan lupa juga ya pulang meeting langsung jemput Stella dan Kania, aku udah bilang Stella tadi Mas"ucap Raina lagi.
"iya sayang entar Mas jemput"jawab Ken berteriak.
"Raina Oma mau bicara sama kamu"panggil Oma yang baru keluar dari kamar Claudia.
"iya Oma"jawab Raina lalu mendekati Oma.
"Raina, kamu sengaja mendekatkan sahabat kamu dengan Alex. Oma lihat semenjak kepergian suami Stella, kamu selalu aja melibatkan Alex dengan masalah Stella seolah Alex itu suami Stella, bahkan Alex gak mau kamu paksa.Oma tau maksud kamu baik. Tapi ini gak baik buat keluarga kalian nanti nya. Gimana kalau Stella merasa nyaman dengan perlakuan suami kamu, apa lagi kamu juga tidak ada rasa cemburu nya sama sekali terhadap mereka sayang"ucap Oma.
"Oma, aku percaya kok sama mereka. Aku udah anggap Stella seperti Kakak aku sendiri, jadi Oma jangan khawatir ya"ungkap Raina.
"iya sudah terserah kamu saja"ucap Oma dan memegang bahu Raina lalu pergi meninggalkan Raina.
Raina memikirkan ucapan Oma, akan tetapi ia tepis pikiran buruk nya karena hanya ingin menolong sahabat nya tersebut.
...
Tiba saat nya malam perayaan ulang tahun Adrai, seluruh keluarga besar sudah berkumpul termasuk orang tua dari Alex. Sementara itu Alex yang yang baru saja pulang lembur sedang menjemput Stella dan Kania dan rumah nya.
"sayang itu Om Alex udah datang, yuk kita pergi"ucap Stella kepada anak nya karena mendengar suara mobil Alex.
"Stella udah siap..? "tanya Alex ketika melihat Stella dan anak nya keluar rumah.
__ADS_1
"udah Mas, maaf ya jadi repotin terus. Padahal aku bisa lho bawa mobil sendiri"ucap Stella.
"udah gak papa, gak repotin kok. Aku juga di suruh Raina. Sini barang kamu aku bawain ya, kamu langsung masuk ke mobil aja"ucap Alex pula.
Setelah meletakkan barang Stella di bagasi, Alex pun masuk ke dalam mobil.Alex melihat Stella yang sudah duduk di kursi depan dan memangku Kania. Stella tampak kerepotan sehingga ia pun lupa memasang sabuk pengaman.
"Mas mau ngapain...?"tanya Stella karena melihat Alex yang mendekati diri nya.
"maaf aku liat kamu tampak repot dan susah mau pasang sabuk pengaman, jadi aku mau pasangin sabuk pengaman nya"ucap Alex.
"oh.. iya Mas, makasih ya"ucap Stella pula.
"Ya ampun kenapa jantung ini kembali berdetak kencang saat dekat-dekat dengan Mas Alex. Ingat Stella pria yang di sebelah kamu ini adalah suami Raina sahabat kamu"gumam Stella dalam hati.
"Stell kenapa kok bengong...? "tanya Alex.
"hm.. gak papa kok Mas"jawab Stella gugup.
"ya udah kalau gitu aku jalan ya.
"iya Mas"jawab Stella.
Sesampai nya di rumah Alex...
"Assalammualaikum..." ucap Stella dan Alex
"Papa.... "teriak Adrai dan berlari menghampiri Alex.
Alex memeluk dan mencium Adrai
"eh sayang nya Papa, selamat ulang tahun ya sayang, Papa mandi dan ganti baju dulu. Abis itu kita tiup lilin"ucap Alex.
"iya Pa"Jawab Adrai.
"Adrai sini main sama adek Kania dulu ya sambil nunggu Papa"ucap Raina.
"iya Ma"jawab Adrai.
"Stell sini Kania nya aku gendong, kamu tarok barang-barang aja dulu di kamar ya. Kamu jadi nginep kan, aku udah siapin kamar di atas. Sebelah kamar Claudia ya"jelas Raina.
"iya.. iya.. aku nginep kok"jawab Stella.
"ya udah sini Kania nya"pinta Raina.
"sayang, Mama tarok barang kita dulu ya"ucap Stella dan menyerahkan anak nya ke tangan Raina.
"iya Mama, Kania tunggu ya. Kania mau main dulu sama Abang Adrai"jawab Raina seolah menjadi Kania.
__ADS_1
Stella tersenyum lalu meninggalkan mereka.
...
"cowok brengsek, plak.... "teriak Indira dan menampar seorang pria di sebuah restauran.
Indira juga menuang jus jeruk nya ke wajah pria itu. Pria itu murka dan berdiri lalu hendak menampar Indira. Indira ketakutan dan memejamkan mata nya. Akan tetapi tangan pria itu di hentikan oleh Riky.
"siapa loe...? gak usah ikut campur"ucap pria itu.
"anda gak perlu tau siapa saya, tapi ini akan jadi urusan saya karena anda sudah berani kurang ajar dan kasar sama wanita, apa lagi sama wanita yang saya sayang.
Indira terkejut mendengar ucapan Riky.
"bacot loe"ucap pria itu dan menghantam wajah Riky.
Riky yang murka langsung memberi perlawanan tiada ampun sehingga suasana restauran menjadi tidak karuan.
"Riky stop.... "teriak Indira.
Setelah security datang, pria tersebut pun segera bangun dan berjalan dengan sempoyongan.
"dasar wanita dan pria gila, ****"ucap pria itu dan mengacungkan jari tengah nya lalu pergi begitu saja.
Sementara itu Riky dan Indira setelah di introgasi oleh security di perbolehkan untuk pulang.
"aneh banget tu security, penjahat di biarin bebas, malah kita yang di introgasi"gerutu Indira.
"udah lah yang penting sekarang kita juga boleh pulang kan"ucap Riky.
"iya, oh iya kamu gak papa kan"tanya Indira.
"ya kamu pikir, melihat keadaan saya sekarang apa saya baik-baik saja...? "tanya Riky balik.
"kok malah balik nanyak sih, iya aku tau kamu terluka gara-gara aku. Aku minta maaf ya"ucap Indira.
"saya bukan bocah, ini hanya luka kecil. Kamu ngapain sih kayak tadi...?"tanya Riky.
"aku kesel sama playboy itu, bisa-bisa nya aku pacaran 6 bulan sama cowok yang udah punya istri"jelas Indira.
"bukan nya saya udah pernah bilang ya, kamu yang gak mau dengerin kata saya"gumam Riky pelan.
"kamu ngomong apa...? "tanya Indira.
"bukan apa-apa kok"jawab Riky.
***
__ADS_1