
"Silahkan Bapak dan Ibu ikut Saya ke ruangan Dokter Tiara untuk keterangan lebih lanjut dan mendapatkan resep obat kandungan," ajak Dokter Ana.
Setelah mendapatkan resep obat dan di tebus, Alex mengantar Raina pulang. Dalam perjalanan pulang di dalam mobil, Raina dan Alex hanya terdiam.
"Rain, kamu baik-baik aja kan... ?" Tanya Alex membuka pembicaraan.
"iya Mas, aku baik-baik aja kok. Gimana sama kamu...?" Tanya Raina balik.
"Raina, kamu tenang aja ya, bentar lagi kita nikah, aku akan tanggung jawab atas anak ini, jangan khawatir ya," ucap Alex menggenggam tangan kanan Raina dengan tangan kirinya.
"Mas, bisa anterin aku dulu gak ke suatu tempat," pinta Raina.
"Tapi kamu harus pulang dan istirahat Rain, gak denger tadi dokter bilang apa, kasian dong calon anak kita," ucap Alex.
"Bentar aja kok Mas," rengek Raina.
"Ya udah ayok, tunjukkin jalannya ya," kata Alex.
Ternyata Raina mengajak Alex ke Makam keluarganya.
"Assalammualaikum Ma, Pa, Kak, Mas," ucap Raina dan di ikuti juga oleh Alex.
"ini calon suami Rain nama nya Alex, sebentar lagi kita akan menikah dan sebentar lagi Mama dan Papa akan punya cucu, Kakak dan Mas juga bakalan punya keponakan, aku sedang hamil calon adik buat Claudia. Maafin Rain ya karena udah melakukan kesalahan sama Alex, tapi Rain yakin kalian juga di sana pasti seneng kan kalau liat Rain bahagia. Kakak tenang aja ya, Rain akan jaga Claudia sebaik mungkin, Claudia itu anak aku sekarang Kak," ucap Raina dengan linangan air matanya.
Alex menenangkan Raina dengan mengusap pundak Raina pelan. Setelah itu Raina dan Alex pun pulang ke rumah Raina.
Setelah sampai di rumah, Alex tidak pergi ke kantor ataupun pulang ke rumah, ia memilih menemani dan menjaga Raina karena Raina hanya di rumah sendirian saat ini.
"Mas kamu gak ke kantor....? Maaf ya Mas aku jadi ngrepotin kamu, aku juga jadi gak bisa kerja hari ini," Raina berkata sambil menatap Alex dengan wajah memelas.
"Sayang kamu ngomong apa sih, kamu itu calon istri aku, semua orang di kantor juga udah pada tau kok. Kerjaan aku hari ini udah di handle semua sama Rey dan kamu juga udah aku ajukan cuti selama satu Minggu untuk istirahat" jelas Alex .
"Hah Satu Minggu Mas...? Aku udah gak papa Mas, besok aku udah bisa kerja, besok aku kerja ya...?" Raina memohon.
__ADS_1
"Tidak, sebagai Bos kamu aku udah kasih kamu cuti selama satu Minggu dan sebagai calon suami aku juga gak izinin kamu kerja dengan keadaan kayak gini, gak usah bandel ya," kata Alex tersenyum
"Tapi bosen Mas," rengek Raina.
"Hussttt..... Diem, sekarang aku mau buatin kamu bubur, terus kamu minum obat ya," Alex berkata lalu mencium kening Raina.
Raina merasa dirinya sangat beruntung bisa bertemu Alex dan menjadi calon istri Alex, apa lagi sekarang dia sedang mengandung anak nya Alex, Raina terus saja senyum-senyum sendiri sambil mengelus perutnya, ia tidak menyadari bahwa Alex sudah berdiri di depan pintu membawa semangkok bubur dan sedang memperhatikannya.
"Sayang, lagi mikirin apa kok senyum-senyum sendiri sambil ngelus-ngelus perut gitu?" Tanya Alex tersenyum.
"Gak papa Mas cuma gak nyangka aja bakalan jadi istri dan ibu dari kamu dan anak kita Mas," jawab Raina tersipu malu.
"Iya aku juga jadi gak sabar, pengennya itu besok aja gitu kita nikah," ucap Alex pula.
"Sabar dong Mas. Kita aja belum sempat fitting baju pengantin kan...?" Kata Raina mengingatkan.
"Oh iya untung aja Kamu ingatin, kata Oma fitting nya besok, tapi kamu kan lagi sakit," ucap Alex.
"Gak apa kok Mas, aku masih kuat jalan, masih bisa bangun, kerja udah gak di izinin, masak fitting juga di tunda, entar aku yang gak enak sama oma udah capek-capek siapin ini semua," kata Raina.
"Oke Bos," jawab Raina
"Ya udah sekarang makan buburnya aku suapin ya, abis itu minum obat dan istirahat!" }Perintah Alex dan tersenyum, Raina juga membalas senyuman Alex.
Sesuap demi sesuap bubur masuk kedalam mulut Raina. Raina makan dengan lahap sampai habis lalu meminum obat dan vitaminnya.
"Enak Mas buburnya, kamu jago juga ya masak," puji Raina.
"Ah masak sih, enak apa emang laper...?" Tanya Alex meledek Raina.
"Dua-duanya sih, tapi beneran enak, rahasia nya apa Mas...?" Tanya Raina pula.
"Rahasia.... Hahaha.... Udah ah sekarang kamu istirahat ya, Mas udah telpon Stella tentang keadaan kamu, Mas akan temenin kamu sampai Stella pulang," ucap Alex.
__ADS_1
"Oh iya ini udah jam setengah 12 siang Mas, Claudia bentar lagi pulang sekolah, aku lupa belum pesan taksi online buat Claudia," kata Raina panik lalu merogoh ponselnya yang ada di dalam tas.
"Gak perlu, Mas udah suruh Rey buat jemput Claudia, kamu tenang aja ya, sekarang istirahat, Mas mau ke belakang beresin dapur dan peralatan yang Mas pakai buat masak tadi," jelas Alex.
"Makasih banyak ya Mas, Mas baik banget sama aku, sini dulu deh," pinta Raina, lalu Alex mendekat.
Cup... Satu ciuman mendarat di bibir Alex.
Alex tersenyum dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di pancing oleh Raina duluan.
Mereka berdua berciuman beberapa saat.
"Mas katanya mau ke dapur, ya udah buruan gih," ucap Raina
"iya deh, Mas ke dapur dulu ya," pamit Alex.
Saat Alex sedang membersihkan dapur, Rey sudah sampai mengantar Claudia pulang. Rey yang melihat bos-nya sedang bersih-bersih tersenyum padanya .
"Eh Rey ngapain senyum-senyum? Ngeledek saya ya kamu, mau saya pecat...?" Teriak Alex.
"Gak Bos, cuma dapat pelajaran aja. Ternyata seorang CEO pun kalau udah bucin bisa seperti ini," ejek Rey.
"Memang kenapa dengan CEO? Ini udah kewajiban pria sebagai calon suami," jelas Alex.
Rey hanya manggut-manggut tersenyum tanpa suara.
"Om aku udah liat Mama di kamar, Mama lagi tidur Om," ucap Claudia.
"Iya, tadi Mama kamu minum obat dan efeknya itu buat ngantuk. Sekarang ganti baju, cuci tangan, kaki dan muka, abis itu kita makan ya," perintah alex.
"Rey mana pesanan makan nya...? Gak lupa kan kamu...?" Tanya Alex kepada Rey.
"Oh iya, ada kok masih di mobil, saya ambil dulu Bos," jawab Rey.
__ADS_1
Dan di saat Rey akan membuka pintu, di depan pintu rumah berdiri seseorang dengan membawa begitu banyak buah .
***