SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Bab_69


__ADS_3

"sejak kapan sih kamu jadi ikut campur urusan rumah tangga saya, sejak kapan..?"tanya Denis.


"Denis kamu dengar ya, saya sama sekali tidak pernah bermaksud mau ikut campur urusan keluarga kamu, tapi ini demi kebaikan kalian juga"terang Riky.


"alah sudahlah mending sekarang kalian pergi dari sini"usir Denis.


"oke, yang jelas saya sudah peringatkan kamu. Jangan sampai kamu menyesal,karena di saat itu penyesalan kamu sama sekali tidak ada arti nya"ucap Riky.


"pergi kalian"teriak Denis.


Lalu Riky dan Indira pergi dari kantor Denis.


"Itu yang buat aku malas tadi nya, kamu lihat sendiri kan bagaimana respon Denis"ucap Riky saat di mobil.


"iya, aku gak abis pikir kenapa Denis keras kepala banget, gak mikir apa istri nya lagi hamil dan gak boleh stres"oceh Indira.


"ya begitulah Denis, maka dari itu saya sebenar nya tidak mau untuk membicarakan ini ke Denis, tapi semua demi kamu"terang Riky.


"uh.. so sweat nya, makasih honey"ucap Indira tersenyum.


Riky malu dan membalas senyuman dari Indira.


...


Tok.. tok.. tok... ting.. tung...(suara ketukan pintu dan bunyi bel rumah Alex)


"iya sebentar"teriak Raina.


Raina bergegas membuka pintu dan mendapati Boy yang ada di depan mata nya.


"Boy ada apa...?"tanya Raina.


"ini Buk"ucap Boy


"Boy jangan panggil aku Ibu"pinta Raina.


"oh iya maaf"ucap Boy.


"oke gak papa,jadi ada apa..?"tanya Raina.


"ini Rain, aku cuma mau antar tas Pak Alex aja. Tadi Pak Alex habis meeting buru-buru pergi jadi tas nya ketinggalan"ungkap Boy.


"oh gitu"ucap Raina.


"Pak Alex nya udah pulang kan..?"tanya Boy.


"belum, memang nya tadi Mas Alex pergi sama siapa...?"jawab Raina dan bertanya balik.

__ADS_1


"sendiri Rain, karena Pak Rey kan lagi cuti"jawab Boy.


"oh iya ya,aku lupa Boy"ucap Raina.


"ya udah deh kalau gitu aku pulang dulu ya"pamit Boy.


"gak masuk dulu...?"tawar Raina.


"makasih Rain, aku masih ada keperluan"jawab Boy.


"iya udah kalau gitu, makasih ya, hati-hati"ucap Ara.


"iya Rain"jawab Boy.


Lalu Boy pergi dari rumah Alex dan pulang ke rumah nya.


"kemana ya Mas Alex, tumben gak ada ngabarin aku"gumam Raina dalam hati.


...


"huft.. akhir nya kamu tenang dan tidur juga nak"ucap Stella kepada anak nya.


"iya kasian udah kelamaan nangis"ucap Alex.


"Mas makasih banyak ya kamu langsung datang kesini tolongin aku,aku bingung dan panik ,gak tau kenapa langsung kepikiran kamu untuk minta tolong"ucap Stella kepada Alex.


"Mas maaf ya aku repotin kamu, pasti Raina cemas nungguin Mas di rumah belum pulang-pulang"ucap Stella.


"oh iya aku lupa belum kabarin Raina, tapi no problem aku bisa jelasin nanti ke Raina saat di rumah, Raina pasti Paham kondisi nya.Kamu sama sekali gak ngerepotin kok, Raina sendiri minta aku bantuin kamu di saat kamu butuh bantuan"terang Alex.


"iya Mas ya udah kamu hati-hati ya Mas, jangan laju-laju nyetir nya"pesan Stella.


"iya Stel"ucap Alex lalu berlalu dari rumah stella.


Saat dalam perjalanan pulang Raina menghubungi Alex lewat telfon.


"halo sayang assalammualaikum"ucap Alex.


"wa'alaikumsalam, Mas kamu dimana dan kenapa belum pulang..?"tanya Raina.


"ini Mas udah di jalan pulang kok sayang.Nanti di rumah Mas jelasin ya, kamu mau di bawain apa...?"jawab Alex dan bertanya balik.


"oh ya udah hati-hati ya Mas, gak usah di bawain apa-apa yang penting kamu pulang selamat"jawab Raina.


"oh ya udah sayang sampai ketemu di rumah ya, i love you "ucap Alex.


"iya Mas, i love you too"jawab Raina.

__ADS_1


"wassalammualaikum"ucap Alex mengakhiri percakapan.


"wa'alaikumsalam"jawab Raina dan panggilan terputus.


"syukur lah Mas Alex baik-baik aja"gumam Raina.


...


"Pak, Bapak... "teriak Feby.


"kamu kenapa teriak-teriak Feby....? "tanya Bapak Feby.


"Mas Dimas Pak, Mas Dimas gak ada pak"ungkap Feby.


"kamu yakin sudah mencari nya ke semua ruangan...?"tanya Bapak Feby lagi.


"yakin Pak, Feby udah cari ke seluruh ruangan bahkan keliling rumah"jawab Feby.


"memang nya bisa lari kemana dia, di sini itu hutan, pedesaan ,kita saja tidak tahu dia itu asal nya dari mana ,kamu percaya sama Bapak dia tidak akan pergi jauh dan akan kembali lagi"ucap Bapak Feby.


"tapi Feby khawatir Pak"ucap Feby.


"Feby, kamu itu tidak mengenal siapa laki-laki itu sebenar nya. Kamu juga tidak tahu kan dia pasti sudah menikah karena ada cincin pernikahannya yang Bapak temukan di sakunya"ucap Bapak Feby lagi.


"Feby gak peduli Pak, bukan kah laki-laki itu boleh beristri lebih dari satu. Lagian sekarang kita juga gak tau istri nya dimana,dia juga lupa ingatan kan Pak, Bapak harus bantu Feby buat Dimas gak akan pernah mengingat lagi ingatan di masa lalu nya itu Pak, jadi Feby yakin bisa memiliki Dimas seutuh nya"ungkap Feby.


"Bapak tidak menyangka kamu bisa segila itu mencintai Pria yang baru kamu kenal"ucap Bapak Feby.


Ternyata Dimas yang dari tadi bersembunyi mendengar percakapan mereka dan merasa sangat marah karena di bohongi. Akan tetapi Dimas seolah tidak tahu dan merencanakan sesuatu. Dimas juga merasakan kepala nya sakit dan mengingat sesuatu.


Dimas perlahan keluar rumah melewati pintu belakang, lalu berjalan ke arah pintu depan seolah baru saja kembali.


"Mas Dimas"ucap Feby saat melihat Dimas.


Bapak Feby juga melihat ke arah Dimas yang jalan nya sempoyongan. Sementara Feby berjalan menghampiri Dimas.


"Mas kamu dari mana aja sih...?"tanya Feby.


"maaf Mas udah buat kamu khawatir"ucap Dimas.


"kamu bilang diri kamu Mas ke aku...?"tanya Feby tersenyum.


"iya, Mas minta maaf sama kamu ya. Mas sadar kalau Mas udah salah gak percaya sama kamu. Mas malah berusaha mencari kebenaran padahal kebenaran nya ada di depan mata, Mas janji mulai sekarang akan sepenuhnya percaya sama kamu"ucap Dimas.


"Mas, aku seneng banget dengar nya. Makasih ya Mas"ucap Feby terharu dan memeluk Dimas.


Meskipun Dimas merasa risih dengan pelukan dari Feby, tetapi ia berusaha tetap tenang dan berpura-pura bahagia. Sementara itu Bapak Feby juga mempercayai nya tanpa menaruh curiga sedikitpun.

__ADS_1


***


__ADS_2