SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Malam hari, Stella menuju kamar Maya bermaksud akan mengajak Maya makan malam di luar.


tok.. tok..tok... suara ketukan pintu.


"iya Mbak ada apa..? "tanya Maya saat membuka pintu.


"wow.... cantik banget"puji Stella saat melihat Maya yang sudah rapi dan cantik mempesona dengan riasannya.


"aku baru mau bilang sama Mbak, kalau malam ini aku di ajakin Mas Rey makan malam di rumahnya Mbak, mau di kenalin ke orang tua nya"jawab Maya.


"oh.... cieh... mau kenalan sama camer nih ,pantes udah cantik begini.Semoga sukses ya "ledek Stella.


"ihhh Mbak Stella, aku kan jadi malu"ucap Maya.


"kenapa harus malu, cantik tau"puji Stella lagi.


"beneran Mbak...? "tanya Maya.


"beneran ,perfect banget"jawab Stella.


"makasih ya Mbak"ucap Maya tersenyum malu.


"iya sama-sama, tadi nya Mbak sama Mas Ken mau ajak kamu makan di luar, tapi ternyata kamu udah ada acara jadi Mbak keluar sama Mas Ken aja deh"ungkap Stella.


"maaf ya Mbak, sampaikan ke Mas Ken juga ya"ucap Maya.


"iya gak papa dong, ya udah lanjutin gih. Entar hati-hati ya, Mbak duluan ya,bye...."Kata Stella dan pergi meninggalkan kamar Maya lalu pergi keluar bersama suami nya.


"Mbak hati-hati juga ya, bye.... "balas Maya.


Beberapa menit kemudian Rey pun sudah tiba di depan rumah Ken untuk menjemput Maya. Maya dengan senang hati membukakan pintu untuk Rey.


"Mas..... kok bengong...? "tanya Maya yang melihat Rey bengong memperhatikannya.


"kamu cantik banget"puji Rey.


"makasih Mas"ucap Maya.


"iya sama-sama, kamu udah siap kan ketemu orang tua aku....? "tanya Rey.


"jujur sebenar nya aku gugup banget Mas,aku kepikiran terus kira-kira orang tua kamu bakalan suka gak ya sama aku"jawab Maya.


"kamu tenang aja May, orang tua aku udah pasti suka kok sama pilihan anaknya ,apa lagi calonnya ini baik, cantik, pinter masak"jawab Rey dan memuji.


"Mas Rey gak usah berlebihan deh"pinta Maya.


"gak berlebihan kok ini fakta"ungkap Rey.


"tapi aku malu Mas"ungkap Maya pula.


Rey tersenyum melihat Maya yang malu dan wajah nya memerah.

__ADS_1


"ya udah yuk jalan"ajak Rey dan menggandeng tangan Maya lalu membukakan pintu mobil untuk Maya.


"makasih ya Mas"ucap Maya tersenyum.


Rey mengangguk dan membalas senyuman Maya.


...


"Baby Adrai udah tidur sayang...? "tanya Alex saat ia baru masuk ke kamar.


"iya nih Mas baru aja tidur, Claudia gimana apa udah tidur ? "Jawab Raina dan bertanya balik.


"udah juga sayang"jawab Alex.


Raina mengangguk.


"tumben banget Claudia malam ini mau nya di bacain dongeng sama Mas, di peluk dulu baru mau tidur"ucap Alex.


"iya Mas, mungkin dia lagi kangen sama Papanya, kasian banget Claudia Mas masih kecil udah di tinggal sama kedua orang tuanya .Time-nya sih sama dengan aku kehilangan kedua orang tua aku. Tapi Claudia masih sangat kecil untuk menerima kenyataan sepahit ini"ungkap Raina dan meneteskan Air matanya.


"sayang kenapa kamu jadi mengungkit masa lalu yang buat kamu sedih sih, Orang tua kamu dan orang tua Claudia udah tenang di Syurga .Sekarang Claudia punya Mama dan Papa yaitu Mas dan kamu,kamu juga punya Mama dan papa yaitu orang tua Mas, kamu punya Oma, dan kita punya baby Adrai sayang"jelas Alex dan memeluk Raina.


"iya Mas, aku tau sekarang aku punya keluarga lagi. Tapi terkadang aku masih selalu ingat kejadian itu Mas. Makasih ya Mas kamu udah anggap Claudia itu anak kamu juga"ucap Raina.


"iya sayang, Mas tulus kok sayang sama Claudia"jawab Alex.


"besok kamu pulang kerja mau gak antar aku ke makam orang tua aku dan orang tua Claudia...?"tanya Raina.


"iya Mas, aku kangen sama mereka"ungkap Raina.


...


"Ini Mama aku, Ma ini Maya pacar aku Ma"ucap Rey memperkenalkan Mamanya dan Maya.


"malam Buk... "ucap Maya dan menyalami serta mencium tangan Bu Indah.


"malam sayang, wah... cantik sekali ya kamu ,pantas saja anak saya itu tergila-gila sama kamu"ucap Mama Rey.


"Mama..... "gumam Rey malu.


"ha.. ha.. ha"hanya terdengar suara tertawa Mama Rey.


"Makasih Buk"ucap Maya.


"iya Maya ,yuk langsung saja kita makan malam "ajak Mama Rey.


Setelah makan malam bersama dan ngobrol-ngobrol, Maya pun berpamitan pulang karena sudah malam dan di antar oleh Rey kembali.


"kamu harus sering datang kesini ya May, Tante tungguin lho"ucap Mama Rey.


"Iya Buk insyaallah aku akan selalu mampir ke sini kalau aku ke Jakarta. Makasih banyak ya Buk makan malam nya, semua nya enak"ucap Maya.

__ADS_1


"loh kok panggil Ibu lagi, panggil Tante aja atau panggil Mama juga boleh"pinta Bu Indah.


"maaf Buk, eh Tante"ucap Maya.


"udah, gak masalah kok"jawab Bu Indah.


"kalau gitu saya pamit ya Tante"pamit Maya.


"Ma aku antar Maya dulu ya"ucap Rey .


"hati-hati sayang bawa mobilnya, jangan kebut-kebutan" pesan Bu Indah.


"iya Ma"jawab Rey dan segera mengantar Maya pulang.


Dalam perjalan pulang, Maya merasa sangat bahagia hingga tidak di sadari ia tersenyum sendiri dan di perhatikan oleh Rey.


"kamu kenapa sayang...?"tanya Rey.


"sayang.... "panggil Rey lagi dan membuat Maya terkejut.


"iya Mas kenapa...? "tanya Maya pula.


"kamu kenapa senyum-senyum sendiri...? "tanya Rey lagi.


"oh... ada deh"jawab Maya.


"oh.. jadi kamu main rahasia-rahasiaan ni sama Mas, oke ..."ucap Rey ngambek.


"cieh... ada yang ngambek"ledek Maya.


"siapa yang ngambek"ucap Rey jutek.


"idih gitu doang kamu ngambek Mas, iya deh aku kasih tau.. mau dengerin gak ni.... "kata Maya sambil melirik Rey.


"iya mau, kasih tau cepetan"pinta Rey.


"iya, aku seneng aja Mas ternyata Mama kamu itu baik banget sama aku, mau merima aku walaupun aku dari kampung"jelas Maya.


"kan Mas udah bilang kalau Mama pasti akan suka sama kamu, Mas juga seneng karena hubungan kita bisa di lanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi"ungkap Rey.


"maksud nya Mas....? " tanya Maya.


"iya aku sama udah ada rencana"jawab Rey .


"rencana...? rencana apa Mas... ?"tanya Maya lagi.


"hm.... ada deh... "ucap Rey.


"Mas Rey.... "teriak Maya kesal yang melipat kedua tangan nya dan menghadap keluar.


Rey tersenyum puas karena telah membalas calon istrinya tesebut.

__ADS_1


***


__ADS_2