
"ini serius...?"tanya Indira tidak percaya.
"apa menurut kamu saya sedang main-main...?"tanya Riky balik.
"tapi kamu kan tau aku gak sebaik wanita di luar sana, terus apa kamu yakin kalau kamu udah sepenuhnya lupa sama Rania Kakak nya Raina, aku gak mau cuma jadi pelampiasan kamu aja"ucap Indira.
"kamu dengar ya soal Rania itu hanya masa lalu, dia juga udah gak ada lagi, cuma kamu satu-satunya wanita yang bisa buat saya jatuh cinta.Masalah sifat saya juga bukan orang baik, asal kita sama-sama mau memulai nya dari awal,belajar untuk menjadi orang baik, gak nyakitin Raina lagi dan orang-orang yang gak bersalah"ucap Riky.
"iya aku mau"jawab indira sembari menjulurkan jarinya ke hadapan Riky.
Dengan sangat bahagia Riky segera memasangkan cincin tersebut di jari manis milik Indira.Riky dan Indira saling berdiri dan berpelukan dengan erat,Riky juga mencium kening Indira dengan penuh kasih sayang.
"kamu mau gak temenin saya ketemu dengan Alex dan Raina...?"tanya Riky.
"mau ngapain...?"tanya Indira.
"saya mau minta maaf"jawab Riky.
"mau"jawab Indira mengangguk.
Indira dan Riky saling melepaskan pelukan mereka dan kembali duduk.
"oh ya kamu kayaknya udah bisa deh ngomong gak pakai bahasa formal ke aku, cuma saya nya aja tuh yang belum bisa di hilangin, apa lagi kita kan sekarang udah tunangan ya, bisa gak pakai aku aja gitu"pinta Indira.
"seperti nya kalau itu agak terasa sulit"ungkap Riky.
"ya udah gak apa deh"jawab Indira.
"jadi kapan saya bisa bertemu dengan orang tua kamu untuk melamar kamu secara resmi dan membahas soal pernikahan kita...?"tanya Riky.
"akan aku atur secepatnya"jawab Indira tersenyum.
Riky membalas senyuman Indira.
...
"Papa.. panggil Claudia saat memasuki ruang kerja Alex.
"sayang, kamu sama siapa...?"tanya Alex sembari memeluk anak angkatnya itu.
"Mas"panggil Raina yang baru saja masuk.
"sayang, kok gak bilang mau datang...?"tanya Alex gantian memeluk dan mencium pipi istrinya.
"supraise dong, tadi aku abis belanja jadi sekalian aja jemput Claudia terus mampir ke sini mau makan siang bareng kamu"jawab Raina.
"oh.. gitu"gumam Alex.
"kamu gak suka ya Mas, maaf ya kalau aku ganggu kerjaan kamu"ucap Raina.
"kamu ngomong apa sih sayang, masak iya aku gak suka di samperin sama anak dan istri tercinta. Mas juga udah istirahat, yuk kita makan"ajak Alex.
__ADS_1
"beneran Mas... ?"tanya Raina.
"benar sayang"jawab Alex.
Alex menggandeng tangan Raina dam Claudia membawa mereka ke luar ruangan.
"Boy kita makan di luar"ucap Alex saat melewati meja kerja Boy.
"baik Pak"jawab Boy dan bergegas menyiapkan mobil untuk Bos dan keluarga kecilnya itu.
Sampai di sebuah restauran Alex, Raina dan Claudia turun dari mobil.
"Boy kamu ikut ya"ajak Alex.
"gak usah Pak, saya tunggu di sini aja"tolak Boy.
"Boy ikut aja, emang nya kamu udah makan, belum makan juga kan"pujuk Raina.
"saya gak lapar kok Mbak Raina"ujar Boy.
kruk.. kruk... tiba-tiba perut Boy berbunyi.
"nah itu perut Om bunyi, berarti Om lapar"ucap Claudia yang mendengar suara gemuruh dari perut Boy.
"he.. he.. he.. tiba-tiba Om lapar Claudia"ungkap Boy nyengir.
Raina tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"baik Pak"jawab Boy menyetujui.
...
"owek.. owek.. owek.."terdengar suara bayi dari ruangan operasi, Denis merasa sangat bahagia mendengar suara anaknya,akan tetapi dia juga bersedih karena ulahnya Rita harus melahirkan secara operasi cesar meski usia kandungannya baru memasuki 9 bulan.
"Dokter bagaimana kondisi anak dan istri saya...?"tanya Denis pada Dokter yang baru saja keluar dari ruang Operasi.
"selamat Pak anak Bapak sudah lahir dengan sehat dan selamat, jenis kelamin nya perempuan, cantik sekali seperti Bu Rita"ucap Dokter.
"Alhamdulillah terima kasih banyak Dokter, lalu bagaimana dengan istri saya...?"tanya Denis lagi.
"meskipun istri anda sudah sadar, tetapi kondisinya masih belum stabil, kami akan pindahkan Bu Rita ke ruang rawat inap segera"jawab Dokter.
"baik Dok"ucap Denis.
Setelah di pindahkan ke ruang rawat inap,Denis bergegas menghampiri istri dan anaknya.Denis menggendong anak perempuannya, tampak Rita hanya diam dan mengalihkan pandangannya dari Denis.
"sayang, anak kita cantik sekali, persis seperti kamu"ucap Denis.
Rita hanya terdiam tidak menggubris ucapan Denis.
"sayang, aku tau aku salah, maafin aku ya"ucap Denis.
__ADS_1
Denis menaruh anaknya kembali di samping Rita, Rita tampak menangis memandang anaknya itu. Denis juga ikut meneteskan air mata karena merasa bersalah terhadap istrinya.
"sayang, kalau kamu mau maafin aku, aku janji tidak akan meneruskan ambisi aku lagi untuk membalas dendam ke Alex"ucap Denis.
Rita terkejut dan memandang Denis.
"kamu yakin...?"tanya Rita.
"iya aku yakin"jawab Denis.
"buktikan ucapan kamu itu"ucap Rita.
"iya sayang, aku janji akan buktikan ke kamu"jawab Denis.
Rita hanya terdiam karena tidak yakin dengan ucapan suami nya itu.
"sayang menurut kamu bagaimana kalau anak kita di kasih nama Dania Thalita"usul Denis.
"nama yang indah, aku setuju"jawab Rita mengangguk.
"makasih ya sayang sudah kasih aku kesempatan"ucap Denis sembari memeluk istrinya itu.
...
"wah suatu kehormatan ya buat saya, saya kedatangan tamu yang tidak di undang"ucap Alex saat melihat Riky dan Indira ada di rumahnya.
"Mas, jangan ngomong gitu dong, aku yakin kok tujuan mereka ke sini baik"ucap Raina.
"tidak apa-apa Rain, wajar dengan sifat saya dan Indira yang terlalu buruk ke kalian membuat Alex bicara seperti itu"ucap Riky.
"iya Rain,wajar kok Pak Alex benci ke aku dan Riky"sambung Indira.
"to the point aja, mau apa kalian datang ke rumah saya...?"tanya Alex.
"sebenarnya kita berdua ke sini mau minta maaf sama kalian, dan ini ada undangan untuk kalian"ungkap Riky lalu meletakkan undangan pernikahan di atas meja.
Raina mengambil dan membuka undangan khusus tamu VVIP tersebut, sementara Alex hanya diam saja.
"ini undangan pernikahan kalian...?"tanya Raina.
"iya Rain aku harap kamu bisa datang ya"jawab Indira.
"hm... selamat ya buat kalian, semoga lancar sampai H, mudah-mudahan aku gak ada halangan jadi bisa hadir di acara kalian"ucap Raina.
"aamiin, makasih Rain"ucap Indira.
"In ikut aku yuk sebentar"ajak Indira sembari memberi kode.
Indira yang mengerti akan maksud Raina itu langsung menyetujuinya.Lalu Raina dan Indira meninggalkan dua pria tampan yang dingin agar dapat dengan leluasa berbicara dari hati ke hati.
***
__ADS_1