
"Ha ha ha udah ah yuk makan, Claudia udah nungguin tuh di meja makan," ajak Raina.
"Iya deh ayok, tapi secepatnya ya kenalan," teriak Stella sambil berjalan menyusul Raina dan Raina hanya tertawa lagi.
Setelah selesai makan, Raina yang dari tadi menunggu cerita Stella mulai menanyakannya.
"Stell, jadi apa nih ceritanya?" Tanya Raina.
"hm oh iya ya, aku kan belum cerita. Jadi aku mau bilang kalau my the first love come back," ucap Stella kegirangan.
"Seriusan, cinta monyet kamu waktu kecil itu kan? ini kamu gak salah orang kan? Kok bisa-bisanya kamu masih ingat orangnya sih?" Tanya Raina tidak percaya.
"Ya ingatlah, meskipun dia lupa sama aku tapi aku sama sekali gak lupa. Dua hari yang lalu, kita ketemu gak jauh dari rumah, kita kenalan ulang deh," cerita Stella dengan penuh kebahagiaan.
"Hahahaha jadi dia lupa sama kamu, dulu kamu masih kucel sih, kasian amat," ejek Raina.
"Ih tapi dia ingat kok kejadian waktu itu, cuma dia lupa aja dulu kan aku masih kecil, sekarang udah gedek katanya," kata Stella.
"iya deh iya, terus siapa namanya?" Tanya Raina lagi.
"Ada deh, entar kenalan langsung aja," jawab Stella membalas kata-kata Raina tadi.
"Gak aci dong, balas dendam gitu," protes Raina.
Mereka berdua sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah mencintai lelaki yang sama.
Claudia yang dari tadi tidak mengerti tentang pembicaraan tante dan mamanya hanya terdiam saja menikmati makan malamnya yang belum selesai. Kalau soal makan Claudia emang paling lambat siapnya.
Tiba-tiba ponsel Raina yang ada di ruang TV berdering, Raina langsung saja beranjak dari tempat duduk dan bergegas meraih ponselnya itu.
"Cieh, gak biasanya deh malam-malam ada telpon, pasti dari pangeran kodok," ledek Stella.
"Ih apaan sih kok pangeran kodok, keren tau," kata Raina.
"Iya deh, sekeren apa sih dia sampai bisa buat seorang Raina jatuh Cinta," ejek Stella lagi.
"Udah ah, aku angkat dulu ya," Raina berlari menuju ke kamarnya.
"Pangeran kodok apaan sih Tante, jangan-jangan mama udah dapat papa ya buat aku?" Tanya Claudia penasaran.
__ADS_1
"eh anak kecil bobok gih sana! Ini udah jam 9 malam lho, besok kan kamu mau sekolah, kalau kesiangan gimana?" kata Stella.
"iya deh Tante," jawab Claudia laku masuk ke kamarnya.
Sementara itu Stella membersihkan meja makan dan cuci piring terlebih dahulu, setelah semua bersih dan rapi ia juga masuk ke dalam kamarnya. Begitulah mereka yang selalu bergantian membersihkan rumah, sedangkan Raina sedang menjawab telepon dari Alex.
"Assalamualaikum Mas," ucap Raina saat menjawab telepon.
"Wa'alaikumsalam, Raina aku ganggu kamu gak?" jawab Alex dan bertanya.
"Gak kok Mas, maaf ya tadi aku baru selesai makan, jadi agak lama deh angkat telpon nya" jelas Raina.
"Oh berarti aku ganggu kamu dong" ucap Alex.
"Gak kok Mas, udah selesai juga makan nya" jawab Raina.
"Bagus deh, jadi gimana? Udah di omongin kan sama keluarga, jawaban kamu apa Rain?" Tanya Alex.
"Iya Mas, aku udah punya jawaban, tapi boleh gak jawabnya besok aja pas jam makan siang kita ketemu," pinta Raina.
"Jadi aku harus sabar lagi ni sampai besok?" Tanya Alex.
"Iya gak apa kok, kalau gitu sekarang kamu tidur gih! Selamat malam," ucap Alex.
"iya Mas juga ya, selamat malam juga Mas, Wassalammualaikum," ucap Raina.
"Wa'alaikumsalam," jawab Alex.
Telepon terputus, Raina dan Alex sama-sama senyum memikirkan satu sama lain.
"Mudah-mudahan jawaban Raina gak buat aku kecewa deh, kenapa rasanya sebahagia ini ya Apa dengan secepat ini aku udah mulai jatuh cinta sama Raina?" Gumam Alex dengan senyum manisnya lalu tertidur.
...
Keesokan hari nya di Kantor...
Semua aktifitas berjalan seperti biasanya, Indira menghampiri Raina yang sedang mengambil air minum karena baru menyelesaikan tugas Paginya
"Eh Raina, bisa-bisanya ya kamu di belain sama Pak Alex, ada hubungan apa kalian? Awas aja kalau sampai berani macam-macam dekatin Pak Alex," ancam Indira dengan wajah sinisnya karena Indira menyukai Alex.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu Nona Indira yang terhormat," ucap Raina lalu pergi meninggalkan Indira
"Ih awas ya kamu!" Teriak Indira kesal.
Waktu istirahat makan siang telah tiba,
Alex dan Raina sudah duduk di resto sebrang kantor sesuai yang mereka sepakati.
"Rain, jadi apa keputusan kamu? "Tanya Alex membuka pembicaraan.
"Sebelum aku kasih tau jawaban aku, boleh gak aku nanya satu hal," pinta Raina.
"Tanya aja Rain, pasti aku jawab kok," kata Alex.
"Kenapa tiba-tiba kamu mau nikah sama aku murni karena mau tanggung jawab atau ada hal lain? " Tanya Raina dengan wajah seriusnya.
"Oke aku jawab. Jujur, Oma aku selalu aja menuntut aku buat menikah dan punya anak, kalau aku gak punya calon, Oma akan cariin aku jodoh, ini kan bukan jaman Siti Nurbaya lagi. Aku udah lama gak punya pacar, aku cuma sibuk kerja aja selama ini. Itu juga yang buat aku stres dan mabuk waktu itu, jadi apa ada yang salah kalau aku mau tanggung jawab atas perbuatan aku? Aku berpikir mungkin kamu emang jodoh yang di kirim Tuhan buat aku meskipun awalnya cara kita yang salah, jodoh gak akan pernah salah kan? Pokoknya kamu gak usah khawatir, aku gak akan mainin pernikahan ini kok, aku janji. Entar malam kita ketemu Oma ya," jawab Alex menjelaskan semuanya.
"Hah entar malam? Apa gak kecepetan Mas?Tanya Raina dengan kagetnya.
"Terus mau kamu kapan? Ini kabar bahagia, jadi gak usah di tunda-tunda. Aku mau secepatnya kenalin kamu sama Oma, setelah itu aku juga akan ketemu sama orang tua kamu, aku juga akan bicarakan hal ini sama mami dan papi aku," ucap Alex dengan wajah penuh keyakinan.
"sebenarnya aku udah gak punya orang tua Mas, mereka udah meninggal dua tahun yang lalu bersama kakak dan juga abang ipar aku, yang selamat waktu itu cuma aku dan keponakan aku aja Mas. Sekarang aku cuma tinggal sama Claudia keponakan aku itu dan sahabat aku yang udah aku anggap kayak kakak aku sendiri," Raina menceritakan Masa lalu dan kehidupannya sekarang, tanpa di sadari air matanya menetes.
"Raina maafin aku ya, aku gak bermaksud buat kamu mengingat semua kejadian pahit itu, udah jangan nangis lagi ya," Alex meminta maaf dan menyeka air mata Raina dengan jarinya.
"It's oke Mas, aku gak papa kok," Raina menenangkan diri dengan menundukkan wajahnya.
" Jadi entar malam mau kan kita ketemu Oma?" Tanya Alex.
"Iya Mas, aku mau," jawab Raina tersenyum.
"Ya udah kalau gitu entar malam aku jemput ya jam 7, kamu kirim alamat kamu, sekarang kita makan dulu, udah keburu dingin makanannya," kata Alex.
Malam hari nya...
Alex sudah tiba di depan rumah Raina, dengan Anggunnya Raina keluar dari rumah, Raina menggunakan dress hitam di atas lutut dan sepatu hak tinggi, dengan rambutnya yang terurai bergelombang membuat Alex begitu terpana dan tidak mengedipkan mata nya.
***
__ADS_1