
Alex sangat terkejut mendengar permintaan Raina yang tidak masuk akal.
"maksud kamu apa..?"tanya Alex dengan mata terbelalak.
"Mas udah jelas maksud aku, aku mau kamu nikahin Stella"jawab Raina.
"enak banget ya kamu ngomong kayak gitu, kamu pikir mudah, aku ini seorang pria yang udah punya istri dan anak, memang nya gak ada pria lain di dunia ini sampai aku yang harus menikahi Stella"ucap Alex dengan amarahnya.
"Mas, kamu pasti bisa. Kamu adalah orang yang udah kenal lama sama Stella bahkan sebelum kita kenal, kalian udah saling mengenal terlebih dahulu, Stella cinta sama kamu Mas"ucap Raina.
"enggak aku gak setuju sama ide gila kamu, atau kamu memang udah gak cinta sama aku sehingga kamu minta aku buat nikahin wanita lain"tuduh Alex.
"aku cinta sama kamu Mas"ungkap Raina.
"kalau kamu cinta sama aku, apa yang ada dalam otak kamu Raina, sampai kamu mau berbagi suami meski itu sahabat atau saudara kandung kamu sendiri, kalau kamu cinta sama aku seharusnya kamu menjaga aku agar tidak tergoda dengan orang lain apa lagi sampai meminta aku menikah lagi"ucap Alex dengan suasana hati yang semakin memanas.
"Mas.... "ucapan Raina langsung di celah oleh Alex.
"Rain, ternyata benar perasaan aku dan Oma dari tadi gak tenang sejak kedatangan Stella, Oma juga yakin setelah Stella berbicara dengan kamu ,pasti kamu akan meminta sesuatu yang tidak masuk akal, apa gak cukup selama ini aku memperhatikan Stella seperti yang kamu mau Rain, apa gak cukup"bentak Alex dengan suara lantang sehingga membuat Adrai menangis.
"Hu.. hu.. hu.."Adrai menangis dengan sangat kuat.
Oma yang mendengarnya segera masuk ke kamar Alex dan menggendong Adrai.
"keterlaluan sekali kalian ini, selesaikan masalah kalian dulu biar Oma bawa Adrai keluar"ucap Oma lalu pergi bersama cicit nya.
Alex ikut keluar meninggalkan Raina seorang diri karena kekesalannya itu.
"Mas Alex dengerin aku dulu Mas, Mas Alex..."panggil Raina dan mengejar Alex.
Sementara Alex bergegas masuk ke dalam mobil dan melaju.
"Mbak Raina ada apa...?"tanya Rey yang saat itu baru saja tiba.
"kamu mau ketemu Mas Alex kan Rey...?"tanya Raina.
"iya Mbak"jawab Rey.
"ya udah kita susul Mas Alex sekarang"ajak Raina.
"baik Mbak"jawab Rey.
Rey membuka pintu untuk Raina,setelah itu Rey segera masuk dan melajukan mobilnya.
...
__ADS_1
"Mbak Stella ada apa kesini pagi-pagi...?"tanya Maya.
"emang nya gak boleh Mbak ke rumah sepupu Mbak...?"tanya Stella balik dengan wajah arogan nya.
Maya hanya terdiam tidak berani bertanya lagi, ia tahu pasti Kakak sepupunya itu sedang ada masalah sehingga langsung marah saat di tanya.
"ya udah ayo masuk Mbak, sini Kayla sama aunty Maya ya"ucap Maya lalu mengambil Kayla dari tangan Stella.
Stella memberikan Kayla kepada Maya lalu masuk ke dalam rumah.
"silahkan duduk Mbak"ucap Stella.
"iya terimakasih, Rey kemana weekend begini...?"ucap Stella dan bertanya.
"nemuin Mas Alex Mbak ada kerjaan sedikit katanya, bentar lagi juga pulang kok"jawab Stella.
"heh benar-benar gila kerjaan banget ya, sampai weekend juga masih di suruh kerja, apa lagi kamu kan lagi hamil, sangat butuh suami. Seharusnya Raina sebagai istri juga harus bisa dong ngomong ke Suami"ucap Stella dengan wajah jutek.
Maya terdiam, tidak pernah sekalipun Stella membicarakan kejelekan sahabat dan cinta pertama nya itu meskipun sedang kesal, Maya yakin kali ini pasti masalah nya ada pada mereka dan sangat fatal.
"Mbak ada apa...?"tanya Maya memberanikan diri.
"Sepertinya Raina udah gak menganggap Mbak sahabatnya lagi"ungkap Stella.
"Raina udah gak percaya lagi sama omongan Mbak, apa kamu bisa percaya sama Mbak"ucap Stella yang tiba-tiba bersedih.
"Mbak jangan sedih ya, sebenarnya ada apa sih ayo cerita Mbak, aku akan selalu percaya sama Mbak"ucap Maya.
"iya Mbak tau kok dari dulu cuma kamu yang selalu percaya sama Mbak, tulus"ungkap Stella.
"iya Mbak ,jadi ada apa..?"tanya Maya.
"kemaren Mbak bertemu sama Mas Ken, tapi Mas Ken gak kenal sama Mbak"ungkap Stella.
"duh.. gimana nih pantesan aja Mbak Raina gak percaya, tapi aku gak boleh menunjukkan kalau aku juga gak percaya, harus tenang Maya"gumam Maya dalam hati.
"May kenapa diam,kamu gak percaya juga kan...?"tanya Stella.
"gak Mbak bukan gitu, aku gak nyangka aja ternyata Mas Ken masih hidup dan udah ketemu sama Mbak, ketemu dimana Mbak..?tanya Maya seolah percaya.
"Mbak lupa nama restauran nya,Mbak juga kemaren gak sengaja ketemunya May"jawab Stella.
"Mbak gak kejar...?"tanya Maya.
"enggak,dia buru-buru pergi sama seorang wanita yang di panggil sayang"jawab Stella dan mulai menangis lagi.
__ADS_1
"Mbak yang sabar ya"ucap Maya mencoba menenangkan Stella.
...
Ting..tung..tok..tok..tok..(suara bel dan ketukan pintu rumah Stella berulang kali).
"Stella saya minta tolong keluar dan jelasin ke saya,Stella keluar"teriak Alex.
"maaf Pak Alex sudah saya katakan Bu Stella tidak ada di rumah,kalau Bapak terus berteriak akan mengganggu tetangga Pak" ucap Satpam penjaga rumah Stella.
"iya maaf Pak" ucap Alex.
Saat itu Raina dan Rey tiba dan langsung saja menghampiri Alex.
"Rey,Raina kalian ngapain kesini berdua...?"tanya Alex.
"aku yang minta Rey buat anterin aku ngejar kamu Mas,kamu ngapain ada di sini Mas..?"jawab Raina dan bertanya balik.
Alex sama sekali tidak merespon pertanyaan Raina.
"Rey mumpung kamu ada di sini,kamu tolong tanya ke istri kamu ada Stella tidak di sana tapi jangan bilang kalau saya sedang mencari nya"perintah Alex.
"baik Pak"jawab Rey.
Beberapa saat kemudian Rey selesai menelfon dan memberikan informasi yang di inginkan oleh Alex.
"kamu ikut aku"ucap Alex kepada Raina.
Raina hanya mengikuti apa kemauan suami nya itu.
Setengah jam kemudian Alex,Raina dan Rey tiba di rumah Rey.
"siapa May, kok lebih dari 1 mobil deh kayaknya ?"tanya Stella.
"kayak nya Mas Rey Mbak, mungkin sama temannya, aku cek dulu ya Mbak"jawab Maya agak gugup.
"oh iya May"jawab Stella.
"ini Kayla nya Mbak"ucap Maya memberikan Kayla kepada Stella dan langsung di sambut oleh Stella.
Maya bergegas membukakan pintu, ia tahu yang datang adalah Suami nya Rey dan Alex,Rey tadi memberitahunya akan tetapi tidak boleh memberitahukannya kepada Stella,namun ia tidak menyangka bahwa ada Raina juga yang ikut bersama mereka.
"duh.. gawat ada masalah apa lagi sih ini"gumam Stella dalam hati.
***
__ADS_1