SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU

SUAMIKU CINTA PERTAMA SAHABATKU
Penculikan Claudia


__ADS_3

"Non... Non Claudia"panggil Mang Ujang panik sembari mencari di sekeliling.


"saya harus hubungin Pak Alex sekarang"gumam Dante lalu menelfon Alex.


"halo Dante ada apa...?"jawab Alex dari sebrang telfon.


"Pak Alex, Non Claudia di culik"ungkap Dante.


"apa, kenapa bisa...? bagaimana cara kalian menjaganya"tanya Alex syok.


"maaf Pak, tadi...... "ucapan Dante di potong oleh Alex.


"sudahlah jelaskan nanti saja, sekarang kalian cari Claudia sebelum penculik itu terlalu jauh, kerahkan yang lain untuk membantu kamu, tapi jangan sampai Oma dan istri saya tahu, share lock juga ke saya dan saya akan langsung menyusul"perintah Alex.


"baik Pak"jawab Dante.


Panggilan telfon berkahir.


"Mang biar saya saja yang bawa mobil, kita cari Non Claudia sekarang"ucap Dante.


"baik Mas"jawab Mang Ujang langsung bertukar posisi dengan Dante .


Dante melajukan mobil berusaha mencari keberadaan Claudia.


Sementara itu Alex yang sedang berada di Perusahaan dan sedang sibuk meneliti berkas bersama Rey, merasa sangat khawatir akan kabar itu.


"akh.. sialan..... "teriak Alex penuh emosi.


"ada apa Pak...?"tanya Rey.


"Claudia di culik, saya yakin ini ulah Denis"jawab Alex.


ting... sebuah pesan wathsap masuk di ponsel Alex, dari Dante yang mengirim lokasi.


"kita cari Claudia sekarang Rey"ajak Alex.


"tapi bagaimana..... "ucapan Rey di potong oleh Alex.


"serahkan dulu semua urusan pekerjaan kepada Boy, saat ini keselamatan anakku lebih penting Rey"bentak Alex dengan wajah murka nya.


"ba.. baik Pak"jawab Rey tidak berani lagi membantah.


Alex dan Rey segera menuju ke parkiran mobil.


"kunci"pinta Alex.


Rey memberikan kunci mobil kepada Alex, Alex akan menyetir dan meminta Rey untuk duduk di kursi depan. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi yang Dante kirim.

__ADS_1


Rey yang tahu perasaan Bos nya itu sedang tidak tenang, hanya bisa pasrah di dalam mobil yang melaju sangat kencang dan berpegangan erat.


"Claudia,Om juga khawatir sama kamu ,semoga kamu baik-baik aja. Om yakin Papa kamu tidak akan memberi ampun untuk orang-orang yang sudah menculik kamu"gumam Rey dalam hati.


...


"Oma kenapa perasaan aku gak enak banget ya"ucap Raina saat Oma menemaninya di kamar.


"ada apa sayang...?"tanya Oma.


"gak tau Oma, tiba-tiba aku kepikiran sama Claudia"jawab Raina.


Sama seperti Raina, sebenarnya Oma juga merasa tidak tenang terlebih Mang Ujang juga belum pulang selepas mengantar Claudia pergi ke sekolah. Akan tetapi Oma tidak mau menambah kekhawatiran Raina jika tahu dirinya juga khawatir dan kepikiran.


"sayang kamu jangan pikir yang macam-macam ya, kamu tenang saja. Claudia kan lagi di sekolah, dia pasti sedang belajar sekarang dan baik-baik saja"ucap Oma.


"iya Oma, mungkin ini khawatirkan aku aja"jawab Raina.


"iya wajar kok seorang Ibu mengkhawatirkan anaknya"ucap Oma lagi


"Oma, Adrai mana...?"tanya Raina.


"ada tadi di suapin sama Suster Lala"jawab Oma.


"boleh minta tolong bawa ke sini Oma kalau makannya udah selesai....?"pinta Raina.


"boleh, nanti Oma sampaikan ya.Keadaan kamu gimana sekarang, sudah baikan atau mau muntah lagi...?"jawab Oma lalu bertanya.


"ya sudah kalau gitu kamu bawa baring saja dulu,Oma mau turun,nanti Oma kasih tahu ke Suster Lala untuk membawa Adrai ke sini dan temani kamu ya"ucap Oma.


"iya Oma makasih ya"ucap Raina.


"sama-sama Rain"jawab Oma lalu keluar dari kamar Raina.


Setelah Oma keluar,Raina meraih ponselnya yang ada di meja kecil samping kasur,Raina segera membuka wathshap lalu menelfon Alex suami nya.


Beberapa kali Raina mencoba telfon akan tetapi Alex tidak menjawabnya,bahkan Raina menelfon Rey juga sama tidak ada yang menjawab.


"Mas Alex kenapa ya,gak biasa nya kayak gini,apa benar-benar lagi sibuk banget,bahkan Rey juga sama gak angkat telpon,kenapa perasaan aku semakin gak enak"gumam Raina merasa sangat khawatir.


Akhirnya Raina memutuskan untuk menghubungi Boy,meski agak lama akan tetapi Boy menjawab telfon Raina.


"halo Bu Raina"ucap Boy dari sebrang telfon.


"Boy akhirnya kamu angkat telpon aku juga"ucap Raina.


"iya maaf ya Bu Raina aku lagi banyak kerjaan di kantor makanya lama angkat telpon"ucap Boy.

__ADS_1


"maaf ya Boy jadi ganggu kamu"ucap Raina.


"gak kok Bu ada apa..?"tanya Boy.


"aku cuma mau tanya apa Mas Alex ada di kantor...?"tanya Raina.


"Boy kalau Bu Raina telpon dan tanyain Pak Alex bilang aja kita lagi meeting di luar sama investor penting dari luar Negeri"pesan Rey terngiang di kepala Boy.


"a.. anu Buk, Pak Alex sama Rey lagi ada meeting di luar sama investor penting dari luar Negeri"jawab Boy gugup.


"oh.. pantes aja dua-duanya sama gak jawab di telpon, ya udah kalau gitu kamu lanjutin aja kerjanya, makasih ya Boy"ucap Raina.


"iya sama-sama Buk"jawab Boy.


Panggilan telfon berakhir.


Sementara itu Oma yang juga merasa hatinya tidak tenang sama dengan Raina telah mencoba menghubungi Alex dan Rey akan tetapi tidak ada jawabannya.


Dari balik jendela Oma melihat para bodyguard yang hanya tinggal 4 orang sedang berbincang-bincang seperti ada sesuatu.


...


"kalau anda mau anak anda ini selamat, mundur dari proyek itu sekarang atau anak anda ini akan mati"ancam Denis lewat telfon.


"jangan gila ya anda,anda lihat saja kalau sampai terjadi sesuatu sama anak saya, saya tidak akan mengampuni anda"ancam Alex balik sambil mengepalkan tangan menahan amarah.


Kini Alex bergantian menyetir mobil dengan Rey karena dia harus menggunakan ponselnya untuk menghubungi anak buah atau bodyguard nya setelah ia mendapat telfon dari Denis.


"Pak Alex kami telah melacak keberadaan Denis"lapor Dante dari sebrang telfon.


"share lock dan langsung ke sana sekarang"perintah Alex.


"baik Pak"jawab Dante.


Telfon dari Dante berakhir, ada panggilan dari Joe bodyguard Alex yang lainnya.


"kami sudah menyergap target Bos"lapor Joe.


"Bagus, kamu bawa mereka ke alamat yang akan saya share"perintah Alex.


"baik Pak"jawab Joe.


Panggilan telfon berakhir.


"Rey kita ke alamat xxx sekarang"ucap Alex.


"baik Pak"jawab Rey lalu melaju ke arah yang Alex sebut tadi.

__ADS_1


"kamu lihat saja Denis kalau sampai anak saya kenapa-napa kamu pasti akan menyesal, jangan main-main sama saya, saya tidak akan pernah mengusik keluarga kamu kalau bukan kamu duluan yang berani mengusik keluarga saya"gumam Alex dalam hati dengan menampakkan wajah amarahnya.


***


__ADS_2