
"aku harus segera cari tahu sendiri besok"gumam Riky lagi dan mencoba memejamkan matanya.
Akan tetapi Riky tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu. Hingga jam 4 dini hari ia baru bisa tertidur dan membuatnya bangun kesiangan.
tok.. tok.. tok... Indira mengetuk pintu kamar Riky.
Karena Riky tidak juga bangun, Indira langsung masuk ke dalam kamar Riky karena mendapati pintunya tidak terkunci. Indira membuka tirai jendela sehingga membuat Riky terbangun karena menyilaukan matanya.
"Indira apa-apaan kamu, berani-beraninya kamu masuk ke kamar Bos kamu"ucap Riky kesal.
"Pak ini sudah jam berapa ,kalau saya tidak membangunkan Bapak dengan cara ini kita bisa telat meeting Pak, Bapak lupa saya bilang meeting jam 8 pagi"jelas Indira.
"iya Tapi tetap aja ini tidak sopan"terang Riky lagi.
"udah ya Pak, sekarang udah jam 7 jadi Bapak bangun mandi dan siap-siap. Saya tunggu ya Bapak di bawah"ucap Indira lalu keluar dari kamar Riky dan menutup pintunya.
"heh dia pikir dia siapa bisa atur-atur saya seperti ini"gumam Riky.
Singkat cerita rapat pun berlangsung sangat lancar dan tanpa hambatan.
"Baik Pak Riky terimakasih banyak ya dan saya pamit dulu"ucap partner Riky dan mereka saling berjabat tangan.
"iya Pak, terima kasih kembali Pak"jawab Riky.
Lalu rapat pun berakhir dan semua staf keluar dari ruang rapat kecuali Riky dan Indira.
"hua...... ngantuk nya"gumam Riky.
"tumben banget, you want coffe...? "tawar Indira.
"no... saya mau istirahat saja di ruangan saya dan kamu lanjutkan pekerjaan kamu sendiri"ucap Riky lalu meninggalkan Indira.
"okey"jawab Indira mengangguk pelan.
...
"gimana May kamu seneng gak bisa kerja di sini..? "tanya Stella yang menghampiri Maya di meja kerja nya saat mereka di kantor.
"ya seneng banget lah mbak, gak usah di tanya lagi"jawab Maya.
"iya syukur deh kalau kamu seneng. Kerja yang rajin ya, kalau mau ngopi buat aja sendiri seperti Mbak ini"ucap Stella menunjukkan segelas kopi yang sedang ia bawa.
"siap Mbak, makasih ya Mbak dan Mas Ken udah kasih aku kesempatan untuk kerja di Perusahaan sebesar ini"ucap Maya.
"iya sama-sama ,kamu memang punya bakat di bidang ini May jadi udah seharusnya. Kalau ada yang gak paham kamu bisa tanya langsung sama Laras senior kamu ya, Mbak mau ke ruangan Mbak dulu"ucap Stella lalu pergi.
__ADS_1
"iya Mbak, sekali lagi makasih Mbak"ucap Maya tersenyum.
Stella hanya mengangguk tersenyum.
Maya bekerja di Perusahaan Ken sebagai Staf pemasaran.
Saat istirahat jam makan siang tiba, Rey menjemput Maya untuk makan siang bersama di luar kantor.
"Hai sayang.." sapa Rey saat melihat Maya yang sudah berdiri menunggu nya di depan Kantor.
"hai juga sayang.."balas Maya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.
Rey dan Maya makan di sebuah cafe yang tidak jauh dari Perusahaan tempat Maya bekerja.Sambil makan mereka pun berbincang-bincang.
"gimana hari pertama kerja kamu,lancar... ?"tanya Rey.
"hmmm lancar-lancar aja sih Mas, namanya masih baru jadi aku harus banyak belajar lagi"jawab Maya.
"iya sayang, semangat ya. Mas yakin kok kamu pasti bisa"ucap Rey dan memegang tangan Maya.
"iya Mas makasih ya"ucap Maya pula.
"iya sama-sama sayang"jawab Rey.
"terus kapan kamu mau pindah..? "tanya Rey.
"boleh juga tu, entar Mas yang temenin kamu ya cari kos-kosannya"ucap Rey.
"memang gak ngerepotin kamu Mas...? "tanya Maya .
"iya gak lah, masak buat calon istri sendiri repot sih"jawab Rey tersenyum
"makasih ya Mas"ucap Maya dan membalas senyuman Rey.
"makasih terus deh kamu"ucap Rey.
"ya harus dong, ya udah yuk Mas kita balik ke kantor lagi,entar kamu di cariin Pak Alex lho lama-lama di luar"ajak Maya.
"gak kok May, kalau Pak Alex butuh yang urgent ada Boy, tapi tadi Mas liat Pak Alex juga pulang karena memang gak ada kerjaan yang harus Pak Alex kerjakan"jelas Rey.
"Loh memang nya kamu gak antar Pak Alex pulang Mas ...?"tanya Maya.
"enggak, tadi Pak Alex bawa mobil sendiri"jawab Rey.
"owhh gitu"gumam Maya.
__ADS_1
"ya udah yuk "ajak Rey dan mereka kembali ke Kantor.
...
"Mas, kamu gak balik lagi ke kantor...? "tanya Raina.
"gak sayang, Mas capek banget karena akhir-akhir ini banyak kerjaan"jawab Alex.
"ohh gitu, ya udah Mas istirahat aja gih biar fit lagi badannya"perintah Raina.
"iya sayang, tapi Mas mau nya di temenin kamu. Mumpung anak-anak lagi bobok siang sama suster nya, Mas juga mau dong di nina boboin sama suster Mas ini"pinta Alex merayu Raina.
"kamu ya Mas, jadi sekarang aku suster kamu Mas...?"tanya Raina.
"iya dong, kamu yang selalu ngerawat Mas, jagain Mas, kamu bukan hanya istri atau suster tapi kamu bisa jadi apa pun buat Mas"ungkap Alex yang membuat Raina tersenyum malu.
"sayang sini deh"pinta Alex.
Raina menghampiri Suaminya yang sedang berbaring di atas kasur.
"baring juga dong sayang"pinta Alex.
Raina mengikuti permintaan suaminya untuk baring di samping nya. Alex dan Raina saling bertatapan. Alex mencium kening, lalu pipi dan bibir Raina. Lalu Alex pun memejamkan matanya dengan memeluk tubuh istrinya tersebut, tanpa di sadari Raina juga ikut tertidur.
tok.. tok.. tok... Oma mengetuk pintu kamar Alex dan Raina.
Karena tidak jawaban Oma membuka pintu kamar yang tidak terkunci, Oma tersenyum melihat Alex Raina yang sedang tidur sambil berpelukan. Oma kembali menutup pintu dan terkejut melihat Claudia yang tiba-tiba berdiri di samping nya.
"Claudia, kamu buat Oma uyut terkejut sayang, kamu ngapain di sini...? "tanya Oma.
"aku mau ketemu Mama dan Papa, Oma uyut ngapain di sini, kok senyum-senyum...? "jawab Claudia dan balik bertanya.
"oh ini sayang, uyut juga mau ketemu sama Mama dan Papa kamu, tetapi karena mereka lagi bobok jadi kita gak boleh ganggu dulu ya"ucap Oma.
"iya Oma uyut"jawab Claudia.
"Claudia, bukannya tadi juga bobok siang...?" tanya Oma lagi.
"iya, tapi udah bangun oma, makanya mau ajak Mama dan Papa main"jawab Claudia.
"oh... entar ya tunggu Mama Papa bangun, sekarang Oma uyut yang temenin mau..?" tawar Oma.
"mau..... "jawab Claudia kegirangan.
"ya udah lets go"ajak Oma.
__ADS_1
"lets go.... "teriak Claudia.
***