
"Stella yok bareng Ayah ke Kantor nya"ajak Ayah Mertua Stella.
"iya Yah"jawab stella.
"Ayah pergi dulu ya Bun, Bunda hati-hati di rumah"ucap Pak Johan.
"iya ayah hati-hati juga ya berangkat nya"ucap Bunda Ken pula.
"Bunda gak papa kan sendirian, tapi hari ini Bibok kata nya udah balik kesini sih"ungkap Stella.
"oh ya Bagus dong, gak apa-apa kok sayang. Kamu tenang aja ya"jawab Ibu Mertua Stella.
Setelah berpamitan dengan sang Istri dan Ibu mertua, Stella dan Pak Johan Pun berangkat ke Kantor bersama.
...
"Mas aku kangen deh sama Stella.Kata nya Mas Ken juga lagi ke luar kota, mau gak entar malam kita ke rumah Stella"ajak Raina.
"mau dong sayang, kita ajak anak-anak ya sekalian"jawab Alex.
"iya Mas, Stella juga pastu kangen sama-sama Claudia dan baby Adrai"ungkap Raina.
"begitu pula sebaliknya, Claudia juga pasti udah kangen banget sama Tante nya"sambung Alex pula.
"iya bener Mas"jawab Raina.
"ya udah yuk kita makan siang, makasih ya sayang kamu udah repot-repot antarin makan siang buat aku"ucap Alex.
"sama-sama sayang, gak ada yang repot kalau untuk suami aku tercinta"ucap Raina.
"so sweat banget sih istri Mas"ucap Alex tersenyum.
Raina hanya membalas senyuman Alex sembari menyiapkan makan siang buat Alex. Raina dan Alex makan siang bersama dengan makanan yang di antar oleh Raina dari rumah nya.
"ini kamu lagi ya yang masak...? "tanya Alex.
"iya Mas, kenapa....?gak enak ya...? "tanya Raina balik.
Alex tidak menjawab, ia fokus mengunyah makanan dalam mulut nya secara perlahan.
"maaf ya Mas, Mas kan tau aku gak ahli masak, belum lama juga aku belajar masak"ucap Raina tertunduk.
"sayang.. hei, makanan kamu ini enak banget"puji Alex.
"serius Mas...? "tanya Raina tidak percaya.
"serius sayang"jawab Alex.
"syukur deh, ya udah Mas lanjutin makan nya"ucap Raina lega.
"ya sayang, sini Mas suapin kamu"ucap Alex dan menyuapi Raina.
__ADS_1
Raina tersenyum dan sangat bahagia atas perlakuan suami nya tersebut.
...
"tidak ada meeting di luar jam kantor hari ini"ucap Riky.
"tapi Pak ini permintaan klien"jelas Indira.
"kenapa tidak selepas makan siang saja, kebiasaan ya tu orang, seolah perusahaan kita yang sangat membutuhkan kerja sama ini, jadi seenaknya mereka saja mengatur jadwal"ucap Riky kesal.
"memang iya kan"gumam Indira lirih.
"ngomong apa kamu...? "tanya Riky.
"gak ngomong apa-apa kok Pak"jawab Indira.
"ah sudah lah, ingat saya tidak bisa meeting sore ini. Kalau mau malam atau besok pagi sekalian"ungkap Riky.
"tapi Pak malam juga bukan jam kantor, dan besok pagi Pak Andre akan berangkat ke Singapur"jelas Indira.
"kamu ngajarin saya....? "tanya Riky menatap Indira dengan mata terbelalak.
"gak Pak, maaf Pak"ucap Indira.
"ya sudah keluar kamu, sekarang"pinta Riky.
"baik Pak, saya permisi"ucap Indira menundukkan kepala nya lalu keluar dari ruang kerja Riky.
"nyebelin banget sih tu orang, di kira nya gampang kali ya ngatur jadwal meeting sama Pa Andre. Biarin aja di batalin sekalian ,biar mampus tu orang" gerutu Indira kesal.
"gimana apa kah sudah kamu persiapkan semua rencana kita, oke Bagus" ucap Riky di dalam obrolan nya melalui ponsel.
"sayang kamu kenapa....? "tanya Alex kepada Raina.
"Mas, barusan ada yang nelpon aku kata nya dari penjaga dan pengurus makam kak Rania"ungkap Raina.
"mang Toyib..? "tanya Alex.
"bukan Mas"jawab Raina.
"aneh, terus siapa sayang dan apa kata nya...? "tanya Alex lagi.
"aku gak tau Mas, yang jelas kata nya ada yang acak-acak makam kak Rania, kita harus kesana sekarang Mas"jelas Raina cemas.
"iya sayang, kamu yang tenang ya. Sekarang juga kita kesana"ajak Alex dan mereka pergi ke makam.
...
"Pak ternyata selama ini dugaan Bapak benar kalau Raina itu adalah adik nya Rania"ucap anak buah Riky.
"diam kamu"bentak Riky.
__ADS_1
Riky dan anak buah nya melihat Raina dan Alex ada di makan Rania dari kejauhan .
"saya mau tanya, apa tadi ada yang datang kesini Mang..? "tanya Alex kepada Mang Toyib.
"gak ada Pak, dan makam nya Mbak Rania juga baik-baik saja"jawab Mang Toyib.
Alex dan Raina tampak kebingungan.
"sayang, coba kamu telpon orang yang nelpon kamu tadi"perintah Alex.
"iya Mas"jawab Raina dan bergegas menelpon.
"gak aktif Mas nomor nya"ungkap Raina.
"ini jelas-jelas ada yang gak beres sayang"ucap Alex.
"iya Mas, tapi ya udah lah aku bersyukur karena makam kakak aku gak kenapa-kenapa Mas"ucap Raina.
"iya tapi kan sayang, kita harus cari tau apa maksud orang itu"ucap Alex lagi.
"Mas.... udah dong, sekarang kita pulang ya"ajak Raina.
"hm.... ya udah yuk"jawab Alex.
"entar malam kita jadi ke rumah Stella kan Mas...? "tanya Raina saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Mas oke aja sayang, kamu udah bilang Stella kan"jawab Alex.
"aku tadi cuma tanya aja Stella di rumah gak malam ini, tapi kalau soal kesana itu supraise Mas"jelas Raina.
"terserah kamu aja deh sayang"ucap Alex sembari mengelus rambut istri nya.
Malam pun tiba dan waktu menunjukkan pukul 7 malam. Alex ,Raina dan kedua anak nya akan pergi ke rumah Ken dan Stella.
Sementara itu Stella di rumah sedang gelisah karena belum juga mendapatkan kabar tentang Suami nya.
"Mas kamu dimana sih ,biasa nya nyampe aja udah ada kabar. Ini udah malam lho Mas meskipun langsung meeting masak iya sampai gak bisa ngabarin"gumam Stella khawatir.
tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu kamar Stella.
Stella bergegas membukakan pintu dam ternyata Bunda nya Ken.
"Bunda... ada apa...? "tanya Stella.
"sayang kamu udah ada kabar soal Ken....? tanya Bunda Ken.
"belum Bun"jawab Stella mengangguk.
Lalu tiba-tiba di televisi yang sedang Stella tonton ada berita tentang kecelakaan nya pesawat tujuan Indonesia-Singapur tadi siang. Bunda Ken dan Stella terkejut dan sangat syok melihat berita itu sehingga membuat kedua nya pingsan.
Ayah Ken yang baru saja juga melihat berita itu bergegas mencari Istri dan menantu nya itu karena khawatir.
__ADS_1
"Bunda... Stella.... Bunda... Stella"teriak Ayah Ken kesana kemari hingga tiba di depan kamar Stella dan melihat kedua perempuan yang ia sayangi tergeletak pingsan.
***