
"Kamu yakin gak mau ke rumah Raina...?" Tanya Ken pada Stella.
"Aku takut Mas, karena aku sendiri yang udah mutusin persahabatan kita dan aku yang minta Raina gak ganggu aku lagi," jawab Stella.
"Gak usah takut Sayang, Mas yang akan temenin kamu dan ngomong ke Alex. Toh yang kamu bilang juga benar kan? Mas benar-benar masih hidup, malahan udah tiga hari Mas kembali ke rumah ini," kata Ken.
"Tapi Mas, apa Raina mau maafin aku?" Tanya Stella yang tidak percaya diri.
"Sayang, Mas yakin kok Raina pasti mau maafin kamu. Bisa aja kan sebenarnya dalam dua bulan ini dia ada hubungin kamu, tapi gak bisa karena semua akses untuk menghubungi kamu udah kamu blok seperti cerita kamu tadi. Ditambah lagi keadaan Raina yang lagi hamil muda, pasti dia jarang banget main hp," kata Ken.
"Tapi aku belum siap Mas buat ketemu Raina," kata Stella.
"Atau gini aja deh, kamu buka dulu semua blokiran terus kamu hubungin Raina, bilang aja kamu mau ketemu dia," kata Ken.
"Ya udah Mas nanti aku coba deh," kata Stella.
"Hm....Sayang, mumpung Kayla udah tidur, boleh gak Mas minta hak Mas lagi?" Tanya Ken.
"Lagi Mas? Perasaan udah tiap malam deh, entah berapa kali kita lakuinnya dalam semalam," kata Stella.
"Kita udah dua tahun lebih gak ketemu Sayang, aku kangen banget sama kamu, kangen belaian kasih sayang dari seorang istri," kata Ken. "Boleh ya?" Tanyanya dan dibalas anggukan oleh Stella.
Langsung saja Ken mencumbu mesra bibir Stella, Stella melingkarkan tangannya di leher Ken, dengan agresif Stella juga membalas ciuman dari Ken hingga ciuman itu semakin dalam dan panas, Ken mulai melucuti satu persatu pakaian yang melekat pada istrinya itu hingga tidak mengenakan sehelai benangpun, setelah itu diciuminya leher jenjang milik Stella sambil memainkan pu**** berwarna merah kecoklatan yang ada di dada Stella, membuat Stella mendesah merasakan kenikmatan setiap sentuhan di berikan oleh Ken.
Setelah lama melakukan pemanasan, Ken mulai melucuti pakaiannya sendiri hingga mereka sama-sama tidak mengenakan apapun yang melekat di tubuh mereka. Segera saja Ken memasukkan benda pusaka miliknya kedalam lembah yang sudah basah itu.
"Akh..."Suara ******* terus terdengar dari pasangan yang sedang memadu cinta di atas ranjang itu hingga mereka sama-sama merasakan Puncak kenikmatan dan tertidur karena kelelahan.
...
Keesokan hari...
Raina telah siap dengan segala aktivitasnya di dapur, yaitu membuatkan sarapan untuk keluarganya, setelah itu ia kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.
Raina memandang wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas, diusapnya rambut Alex dengan penuh kasih sayang, lalu memberikan kecupan manis pada keningnya sehingga membuat Alex terbangun dari mimpi indahnya.
"Pagi Sayang," sapa Raina.
__ADS_1
"Morning, morning kiss dulu dong," pinta Alex, lalu Raina pun mencium sekilas bibir Alex.
"Bangun Mas, udah siang nih. Aku udah buatin sarapan untuk kita," kata Raina.
"Sayang, Mas kan udah bilang, kamu gak usah capek-capek masak, biar aja Bibi yang masak," kata Alex.
"Gak apa Mas, gak capek kok. Lagian ini anak kamu yang semangat banget ajak aku masak," kata Raina sembari memegang perutnya.
Alex tersenyum, lalu ia pun ikut memegang perut Raina yang usia kandungannya kini memasuki trimester 2 dan sudah kelihatan sedikit membuncit. Alex dan Raina tampak sangat bahagia karena akan di karunia anak kedua mereka.
"Sayang, kapan jadwal kontrolnya...? Aku gak sabar deh mau tau jenis kelamin anak kedua kita," kata Alex.
"Besok, kamu bisa kan temenin aku?" Tanya Raina.
"Bisa dong, buat kamu apa sih yang enggak," jawab Alex.
"Makasih ya Sayang," ucap Raina. " Ya udah sekarang kamu mandi gih!"
"Mandi bareng yuk," ajak Alex.
"Apaan sih Mas," Kata Raina tidak mau meladeni pikiran mesum suaminya di pagi hari.
"Iya," jawab Raina terpaksa agar suaminya itu bergegas mandi.
Selesai mandi, Alex mengenakan pakaian yang telah di siapkan oleh Raina di atas kasur, lalu menghampiri keluarganya yang sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.
"Pagi semuanya," ucap Alex.
"Pagi Lex," balas Oma.
"Pagi Pa," balas Claudia.
Saat ini kondisi Claudia telah membaik karena selalu di temani kemana pun dan dimana pun ia berada, akan tetapi jika Claudia menemui suatu kejahatan atau melihat berita tentang penculikan, maka trauma kecil yang dialami Claudia terkadang akan kambuh lagi.
"Mumpung semua lagi ada di sini, ada yang mau aku sampaikan," kata Raina di selah sarapan.
Oma dan Alex menatap Raina dengan penuh tanya, sementara Claudia tetap menyantap makanannya karena tidak mau terlalu mencampuri urusan orang tua.
__ADS_1
"Ada apa Sayang...?" Tanya Alex.
"Iya Rain, ada apa...?" Tanya Oma pula.
"Tadi pagi Stella wa aku dan ajak buat ketemu nanti malam di Resto Japanese," jawab Raina.
"Enggak, kali ini entah apa lagi yang mau dia pengaruhi ke kamu," kata Alex.
"Alex, kamu dengar dulu Raina mau ngomong apa," kata Oma.
"Kali ini Stella janji gak akan buat masalah, dia benar-benar menyesal dan minta maaf Mas," kata Raina. "Tolong Mas kasih Stella kesempatan, Mas lupa ya kalau Stella itu udah kayak Kakak aku sendiri, mau ya temenin aku ketemu Stella," pintanya.
"Alex..." Gumam Oma lalu menganggukkan kepalanya sebagai permintaan untuk menyetujui apa yang Raina inginkan.
Alex menghembuskan nafas kasar lalu menjawab permintaan istrinya, "oke, nanti malam Mas akan temenin aku.
"Makasih ya Mas," ucap Raina tersenyum bahagia.
"Iya Sayang sama-sama," jawab Alex.
...
Alex dan Raina sudah tiba di Resto Japanese terlebih dahulu, ini semua karena Raina yang begitu antusias ingin bertemu dengan sahabat yang sudah sangat ia rindukan itu. Padahal mereka janji untuk bertemu pada pukul 8 malam, akan tetapi Raina mengajak Alex pergi sehabis magrib karena takut jalanan macet dan akan terlambat.
"Sayang, kamu udah bilang ke Stella kalau kita udah sampai?" Tanya Alex.
"Udah Mas," jawab Raina.
"Tapi kenapa mereka belum sampai juga? Udah setengah jam kita nunggu di sini," kata Alex.
"Sabar dong Mas, kan janjinya juga jam 8, kita aja yang kecepetan," kata Raina.
"Kamu sih buru-buru banget," kata Alex yang tampak sangat tidak senang akan bertemu dengan Stella.
"Nah itu dia Stella," kata Raina saat melihat sosok Stella yang berjalan menghampiri mereka, akan tetapi Raina dan Alex dibuat tidak percaya saat pandangan mereka tertuju pada seorang pria yang di gandeng oleh Stella.
"Ken," gumam Alex.
__ADS_1
"Mas Ken," gumam Raina pula.
***