
"apa kabar Alex, tidak di sangka kita bisa bertemu disini sebagai pesaing bisnis" ucap Riky.
Alex hanya terdiam menatap Riky.
"silahkan duduk Pak Alex dan Bu Raina" ucap Pak Andre Direktur pemilik Perusahaan tempat mereka rapat itu.
"terima kasih Pak" ucap Alex.
"jadi Pak Alex dan Pak Riky ini sudah saling mengenal ? " tanya Pak Andre.
"bukan hanya sekedar mengenal, akan tetapi sangat kenal, ya kan Pak Alex...?" Riky menjawab pertanyaan Pak Andre dan bertanya pula kepada Alex.
" oh iya benar sekali"jawab Alex.
"baiklah karena waktu nya telah tiba ,rapat akan segera kita mulai.Berhubung Pak Riky yang tiba duluan, jadi apa Pak Alex tidak keberatan jika mereka dulu yang presentasi...? " tanya Pak Andre kepada Alex.
"silahkan, saya sama sekali tidak keberatan" jawab Alex.
Riky mulai mempresentasikan materi di depan mereka semua ,betapa kaget nya Alex dan Raina karena ternyata materi itu adalah materi yang Alex buat semalaman hingga kurang tidur.
"bagaimana ini bisa...?" gumam Raina panik dan menatap Alex.
"stop... ini adalah materi perusahaan saya yang telah saya buat dengan susah payah, bagaimana anda bisa mencuri nya" ucap Alex.
"Pak Alex apa yang anda katakan..? " tanya Pak Andre.
"ini adalah materi perusahaan saya Pak, saya yakin orang ini telah mencuri nya" jelas Alex.
"jangan asal menuduh, apa bukti nya jika saya mencuri materi anda, saya tiba disini terlebih dahulu, bagaimana saya bisa mencuri nya" ucap Riky membantah.
"iya benar ,anda harus bisa menunjukkan bukti nya Pak Alex.Tunjukkan pada kami semua mana file materi yang anda buat ini" ucap Indira pula.
"oke, fine... Raina cepat tunjukkan" ucap Alex dan memerintahkan Raina.
Raina mengangguk dan mulai mencari file materi itu di laptop nya, wajah Raina panik, Riky dan Indira tersenyum licik melihat akan hal itu.
"bagaimana Bu Raina...? " tanya Pak Andre.
"gawat Pak Alex, materi itu hilang" ucap Raina panik.
"apa hilang.. ?" ucap Alex terkejut.
"iya Pak saya juga tidak tahu kenapa bisa hilang jelas-jelas sudah saya save" ucap Raina lagi.
__ADS_1
"cek surel kamu, saya telpon Rey untuk cek di laptop saya" perintah Alex.
"baik Pak" jawab Raina.
Raina melakukan apa yang di perintahkan oleh Alex dan Alex segera menghubungi Rey.
Akan tetapi semua hasil nya nihil dan membuat Raina juga Alex putus asa.
"bagaimana Pak...?" tanya Pak Andre.
"jelas saja tidak ada bukti, mereka ini hanya mengada-ngada Pak"ucap Riky.
"jangan asal bicara ya kamu"ucap Alex dengan Amarah nya.
"saya tidak asal bicara, kamu yang asal nuduh dan saya bisa laporkan kamu atas pencemaran nama baik"kata Riky .
"kamu ni ya " ucap Alex dan akan memukul Riky.
Tetapi Raina mencegah nya.
"cukup Pak Alex, jangan bikin keributan di Perusahaan saya, saya tidak menyangka bahwa Pak Alex yang terkenal sangat pintar dan berwibawa bisa melakukan hal rendah seperti ini" ucap Pak Andre.
"Tapi Pak ini bukan kesalahan Pak Alex, benar Pak ini adalah materi kami, saya sendiri yang membackup nya dan menyiapkan berkas meeting hari ini, ini kesalahan saya. Karena keteledoran saya yang membuat file itu hilang" jelas Raina.
"sudahlah kita juga gak bisa berbuat apa-apa sekarang, ini bukan sepenuhnya kesalahan kamu. Lihat saja saya pasti akan menemukan bukti itu" gumam Alex.
"saya tunggu Pak Alex" ucap Riky yang mendengar gumaman Alex.
...
"ayo Boy cepat ikut saya" ajak Rey.
"oke " jawab Boy.
Rey dan Boy terburu-buru menuju ke Perusahaan Pak Andre untuk menemui Alex. Mereka juga membawa seorang karyawan dari Perusahaan X.
Rey melajukan mobil dengan kecepatan tinggi hingga dalam waktu 20 menit saja mereka sudah tiba karena jarak Perusahaan mereka juga tidak terlalu jauh.
Setiba nya di sana, Rapat telah usai.Boy dan Rey melihat Pak Andre yang sedang mengantar Alex dan Raina juga Riky dan indira ke luar.
"tunggu Pak" panggil Rey dan tidak tahu Pak siapa yang ia panggil itu.
Karena panggilan dari Rey ,membuat semua nya berhenti berjalan dan melihat ke arah Rey. Rey dan Boy menghampiri para Direktur tersebut, sementara seorang karyawan yang mereka bawa menunggu di dalam mobil.
__ADS_1
"Rey ,Boy ada apa..?"tanya Alex.
"begini Pak Alex, Pak Andre saya kesini bawa bukti bahwa Memang benar Pak Alex lah yang membuat materi meeting itu" jelas Rey.
wajah Alex dan Raina yang tadi nya murung menjadi cerah dan senang seketika
"apa lagi sih ini.. ?Pak Alex gak puas juga ya, sudah jelas bukti itu tidak ada Sekarang Bapak malah menyuruh anak buah Bapak untuk mengada-ngada" ucap Riky.
"saya tidak mengada-ngada, tolong dengar penjelasan saya Pak Andre" pinta Rey tanpa memperdulikan ucapan Riky.
"baik, saya tidak punya banyak waktu. Anda jelaskan secara detail" ucap Pak Andre.
"terima kasih Pak,ada orang licik yang sengaja menyuruh salah satu karyawan kami untuk mencuri file tersebut, mungkin orang itu lupa kalau di kantor ada cctv, dan ini buktinya" jelas Rey lalu menunjukkan bukti cctv yang ada di ponsel nya kepada Pak Andre .
"hm lalu" ucap Pak Andre.
"nama karyawan ini adalah Pak Hadi, beliau mengatakan bahwa ia di suruh pak Riky untuk mencuri file dan di beri imbalan 100 juta karena Pak Hadi sedang butuh biaya untuk operasi anak nya yang sakit gagal ginjal" lanjut Rey.
"bohong, sekarang kalian malah menfitnah saya" bantah Riky.
"hustt... tenang aja kalau tidak melakukan jangan takut" ucap Alex.
"apa bukti nya kalau Pak Riky yang memerintahkan Pak Hadi, bisa saja kalian yang membuat cerita karena Pak Hadi adalah karyawan kalian" ucap Indira pula.
"kamu mau bukti, banyak bukti nya" ungkap Boy.
Lalu Boy berjalan ke mobil dan meminta Pak Hadi untuk turun dan menghampiri mereka.
"ini Pak bukti-bukti nya" ucap Pak hadi memberi selembar kertas kepada Pak Andre.
Disitu tertera bukti transfer dari rekening Riky di tujukan kepada Pak Hadi.
"jangan percaya Pak,bisa saja itu editan yang mereka buat, saya tidak kenal dengan Pak Hadi ini, untuk apa saya memberi dia uang sebanyak itu.
"oh ya, lalu bagaimana dengan mutasi rekening, apa bisa data nya salah" ucap Rey.
"saya juga punya bukti lain" ucap Pak Hadi.
Pak Hadi memberikan ponsel nya kepada Pak Alex dan membuka rekaman suara.
"setelah salin file nya ,pastikan semua data yang ada di laptop sekretaris Alex dan Alex juga harus terhapus bersih ,kamu tenang saja uang 100 juta bukan apa-apa buat saya" ucap Riky dalam rekaman itu.
wajah Riky dan Indira sangat pucat setelah mengetahui hal itu.
__ADS_1
***