
"udah ah jangan ngambek-ngambek, entar kamu juga tau kok" ucap Rey.
"hmm..... "gumam Maya.
"jangan marah lagi ya sayang, yang jelas ini untuk masa depan kita"ungkap Rey.
"iya Mas aku gak marah kok, oya Mas aku mau nanya boleh...? "tanya Maya.
"boleh, tanya aja"jawab Rey.
"kata Mama kamu, Papa kamu meninggal dari kamu masih umur 6 tahun, emang meninggal kenapa Mas...? "tanya Maya.
"ohh iya Papa aku sakit jantung, tapi kenapa tadi gak tanya Pas Mama cerita ke kamu..?" jawab Rey dan bertanya pula.
"aku gak enak Mas, baru ngomong Papa kamu meninggal aja Mama kamu udah sedih, maka nya langsung aku alihkan ke topik pembicaraan yang lain"jelas Maya.
"iya Mama memang masih selalu sedih kalau ingat Papa. Mama Cinta banget sama Papa sampai sekarang,makanya Mama belum ada nikah lagi. Padahal aku gak ngelarang kalau Mama bisa nemuin orang yang buat Mama bahagia"ungkap Rey.
"Cintanya abadi ya Mas, mudah-mudahan Papa kamu selalu tenang di alam sana dan Mama kamu juga bisa bahagia terus sama kamu walaupun Papa kamu udah gak ada"ucap Maya sambil menatap Rey.
"Aamiin, makasih ya sayang"ucap Rey sambil membelai rambut Maya dan tersenyum.
Maya mengangguk dan membalas senyuman Rey.
Hingga tanpa di sadari mereka telah tiba di rumah Ken.
"makasih ya Mas, hati-hati pulangnya"ucap Maya.
"iya Sayang ,kamu langsung istirahat ya, bye.."jawab Rey dan melambaikan tangan.
"iya Mas, bye... "jawab Maya dan melambaikan tangan nya juga.
Setelah Rey berlalu dari pandangannya, Maya masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang sangat bahagia.
...
"mau kemana kamu...? "tanya Riky kepada Indira saat berada di rumah Indira.
"mau kabur"jawab indira singkat.
"kabur....?kabur kemana....? dan kenapa harus kabur...? "tanya Riky lagi.
"bisa gak Pak gak usah banyak nanya, berisik tau gak, lagian saya mau kemana itu bukan urusan kamu"jawab Indira.
"jelas lah urusan saya, saya sudah jauh-jauh datang kesini jemput kamu, mau ajak kamu sarapan, tapi kamu malah mau kabur ninggalin saya"jelas Riky
__ADS_1
"terus kenapa...? apa Bapak pikir saya harus mau terima ajakan Bapak...?"tanya Indira.
"iya harus lah"jawab Riky.
"kenapa harus,Bapak gak bisa ya cari temen lain yang bisa Bapak ajak sarapan bareng "ucap Indira.
"enggak, saya mau nya sama kamu"jawab Riky.
"kenapa enggak...?"tanya Indira lagi.
"ya Karena kamu itu adalah bawahan saya, jadi kamu harus ikutin apa mau saya"jawab Riky.
"hellow...... Bapak Riky Sentosa yang terhormat"ucap indira.
"Santoso bukan Sentosa"bantah Riky kesal.
"what ever..... dengar ya Pak, kita hanya sebatas Bos dan sekretaris. Jadi gak ada hubungannya sama sarapan bareng"jelas Indira.
"kamu ini kebanyakan drama ya"ucap Riky.
"drama apaan Pak...? "tanya Indira yang mulai kesal.
"sudah lah jangan banyak membantah, sekarang kamu ikut saya, gak ada kabur-kaburan"ucap Riky dan menarik tangan Indira keluar rumah.
"Sarapan"jawab Riky singkat.
"saya udah bilang gak mau, lepasin Pak"pinta Indira.
Riky tidak perduli dan tetap menarik Indira sampai ke pintu mobil.
"Bapak kalau suka sama saya bilang aja dong Pak, gak usah gini caranya"ucap Indira.
Riky terkejut mendengar ucapan Indira dan merasa malu ,tetapi ia tetap berusaha tegas karena gengsi untuk mengakuinya.
"ngomong apa sih kamu, cepat masuk mobil ada yang mau saya bahas juga sama kamu soal Alex"ucap Riky mencari alasan dan mendorong indira masuk ke dalam mobil.
"aw"rintih Indira kesakitan karena dorongan Riky.
Riky merasa khawatir dan diam-diam memperhatikan Indira.
"kasar banget sih Pak, pantes gak laku-laku.Percuma ganteng Pak kalau kasar"guman Indira.
"diam kamu"perintah Riky.
Akan tetapi Riky juga bahagia karena Indira ikut dengan nya dan tersenyum dapat pujian dari Indira bahwa diri nya Tampan.
__ADS_1
...
"Ma, Pa apa kabar...? Raina datang sama Mas Alex,Rain kangen sama kalian, Mama dan Papa tenang aja ya, mas Alex jaga Rain dengan baik kok, meskipun Mama dan Papa udah lama pergi tapi Rain sekarang punya keluarga baru yang sangat Rain sayang dan menyayangi Raina.Semoga Mama dan Papa selalu bahagia di alam sana"ucap Raina saat di Makam.
Tetesan air mata keluar dari kelopak mata Raina,Alex yang berada di samping Raina pun mencoba menenangkan Raina dan mengusap pundaknya.
Setelah menabur bunga di makam kedua orang tua nya, Raina berpindah ke makam Kakak dan abang Iparnya.
"Kak, Mas, Rain datang.Rain mau kasih tau kalau Claudia sekarang udah makin besar, makin pintar dan makin cantik pula. Kalian pasti bisa lihat kan, semoga kalian juga bahagia ya di alam sana.Aku kangen sama Kakak"ucap Raina menangis sambil menabur bunga.
"sayang udah ya, kalau kamu sedih semua akan ikut sedih"ucap Alex mengusap air mata Raina.
"iya Mas"jawab Raina mengangguk dan tersenyum.
"nah gitu dong senyum, sekarang kita pulang ya"ajak Alex.
"iya Mas, Ma, Pa, Kak, Mas ,aku pamit pulang dulu ya ,aku akan sering kesini buat liat makam kalian"jawab Raina dan berpamitan.
Setelah itu Raina dan Alex pergi meninggalkan Makam dan akan pulang ke rumah. Saat itu juga Alex dan Raina bertemu dengan Riky yang juga ada di makam.
"ngapain kamu di sini, kamu ngikutin saya ya..? "tanya Alex dengan emosi nya dan mengangkat kerah baju Riky.
"Mas udah Mas, tahan emosi kamu.Ini di makam"pinta Raina pada Alex.
"santai dong Pak Alex, saya kesini karena mau ziarah. Kenapa juga saya harus ikuti Bapak sampai ke makam"ucap Riky.
"alah gak usah banyak bacot ya kamu"ucap Alex lagi.
"terserah kamu aja mau bilang apa"ucap Riky pula.
"Mas udah, ayo pulang"ajak Raina dan menarik tangan Alex untuk pulang.
Alex pun pulang mengikuti keinginan istrinya.
"heh gitu doang, ciut banget nyali depan istri"gumam Riky nyinyir dan melanjutkan ke makam untuk berziarah.
"Sayang harus nya kamu jangan tahan Mas seperti tadi dong,Mas udah greget banget mau nonjok muka bajingan itu"ucap Alex dalam perjalanan pulang
"gak Mas, aku gak mau kamu kotorin tangan kamu untuk orang seperti itu. Sabar aja dulu Mas, kita proses ke jalur hukum aja biar jera"ungkap Raina.
"iya tapi sebelum nya Mas pengen banget hajar bajingan itu"ungkap Alex.
"gak usah ya Mas, please..... "pinta Raina dan Alex pun terdiam.
***
__ADS_1