SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Janjimu Palsu


__ADS_3

Tubuh mereka di putar kembali dan saat posisi kepala mereka sudah di atas,


GUBRAK!!


Mereka berdua seakan di lempar hingga pantat mereka menyentuh lantai.


"Aww..., sakit... " teriak mereka berdua meringgis kesakitan sambil memegangi pantat mereka.


Kemudian Hana dan Rani menghela nafas mereka berdua yang tak beraturan.


Hana yang sudah merasa mual tidak tahan akhirnya dia mengeluarkan semua isi perutnya, dan Rani hanya mengurut perutnya juga yang mulai ikutan seperti Hana.


Mereka berdua jackpot. Dan tiba-tiba Hana dan Rani melihat ada seseorang yang memberikan mereka botol air minum, mereka berdua menaikan wajahnya, menatap yang ada di hadapan mereka.


"Akhhh!!!" teriak mereka lagi. Hana dan Rani hanya bisa mengelus dada dan mengelap bekas muntah mereka masing-masing dengan lengan mereka.


"Han..." Rani menyenggol sikut Hana yang ketakutan.


"He-em" ucap Hana dengan tubuh bergetar nya.


Hana menatap Eliot, Rani menatap Lucas yang menyeringai mereka dengan tatapan meremehkan dan penuh amarah.


Rani langsung mengambil botol air minum yang di berikan Lucas, Rani berpikir cepat saat ini adalah melindungi dirinya sendiri dulu, tidak ingin memperkeruh suatu hati serigalanya Lucas.


Sedangkan Hana masih menatap Eliot dengan tajam,


"Apa perlu aku yang buka dan menyiram air ini di kepala-mu agar kau sadar" ucap Eliot yang geram dengan tingkah Hana, tangannya bergerak dengan cepat menuju ubun-ubun kepala Hana.


"Ah" Hana reflek menutupi rambutnya dengan kedua tangan Hana.


"Jangan siram... aku mohon" rajuk Hana mencoba merayu Eliot.


Eliot tersenyum meremehkan, "Kau sedang menggodaku lagi, hah" ucap Eliot menarik dagu Hana dengan kasar. Hana memalingkan wajahnya.


"Cih, siapa juga yang menggoda!" umpat Hana kesal sendiri sambil mulutnya komat kamit.


"Apa kau tuli, aku sudah memperingati jangan pernah memikirkan sampah itu" bentak Eliot mendelik tajam dan tangan nya menggenggam botol air tadi ke hadapan mata Hana, seketia botol air tadi hancur oleh kekuatan Eliot.


Leher Hana seperti tercekik, dia kehabisan nafas, Hana kehilangan akal mengahadapi sosok kejam Eliot.


"Ha-naa... " renggek Rani yang mulia tidak nyaman dengan tatapan Lucas. Hana melirik pelan Rani yang ketakutan. Dan balik menatap wajah Eliot yang tak bergeming dengan tatapan nya yang mematikan.


Hana yang tidak tega kalau temannya terkena imbas Lucas dan di jadikan abu oleh kemarahan Lucas, tanpa ragu Hana langsung melompat kearah Eliot, mengalungkan kedua tangan nya di leher Eliot, Hana bersikap tak tahu malu demi menyelamatkan Rani.


"Jangan marah lagi El- ..., eh... sua-mi yah... " ucap Hana yang sudah bergelayut manja di leher Eliot. Eliot mendelik tajam ke wajah Hana.

__ADS_1


Cih, bisa-biaa nya kau membuat trik licik seperti ini, rupanya kau sudah benar-benar menyerahkan dirimu. Pekik Eliot.


"Antarkan dia dengan selamat, Lucas" perintah Eliot kepada Lucas,


"Sa-yaangg, jangan sakiti Rani, aku mohon" pinta Hana lagi melirik kearah Lucas yang akan bersiap menggendong Rani.


"Kau dengar perintah istriku, Lucas" Eliot yang melirik kearah Lucas.


"Saya mengerti, Tuan" ucap Lucas menarik Hana kedalam pelukan Lucas,


"Han, aku pulang, sampai jumpa besok di kan-tor..." ucap Rani, seketika Lucas menghilang sebelum Rani selesai dengan ucapannya.


Mata Eliot beralih kepada Hana, dia bangun dan menarik Hana ke pelukannya, menggendong Hana masuk kembali ke kamarnya.


"Jadi apa imbalan yang akan kau berikan atas pertolongan ku tadi" ucap Eliot sambil merebahkan perlahan tubuh Hana di kasurnya.


"Apa tak punya apapun" Jawab Hana seadanya.


"Kau" Eliot mencengkram dagu Hana, menaikan wajahnya yang terus menghindari tatapan mata Eliot.


Hana menepis perlahan tangan Eliot dan duduk di pinggir ranjang sambil Hana menarik bantal ke pangkuannya.


Eliot yang frustasi melihat sikap Hana ikutan duduk di sebelah Hana.


"Bisakah kau jangan terlalu marah atau... " ucap Hana ragu-ragu.


Hana berbalik menatap wajah Eliot dengan sedih, Hana sedang berusaha membujuk hati serigalanya Eliot.


"Kau" ucap Hana.


"Tidak" Eliot menggeleng tegas.


Huft.


Hana membuang nafasnya kesal.


"Ya sudahlah!" rajuk Hana melemparkan bantal dengan kesal ke kasur dan beranjak duduk dari sisi Eliot.


Eliot menarik tangan Hana,


"Berani sekali kau mengacuhkan ku, selama ribuan tahun hidup, hanya kau saja yang berani melakukan itu padaku..." ucap Eliot kesal dengan tingkah Hana.


Hana berbalik malah makin kesal,


"Aku begini salah, begitu salah, aku bicara tidak boleh, iihhh... " Hana menghentakkan kedua kalinya dengan kesal.

__ADS_1


"Astaga. Astaga, apa itu... kau sekarang marah padaku?" cerca Eliot pada Hana.


Ihh, dasar pria serigala, apa dia tidak bisa mengalah sedikit padaku. Apa dia tidak punya hati. Pekik Hana di hati.


Eliot berdiri dan merengkuh Hana dari belakang.


"Kau marah" ucap Eliot.


Hana masih tak bergeming, malas menanggapi sikap Eliot.


"Sudahlah..., aku mengantuk, besok aku harus bekerja" ucap Hana sambil mengeliat mencoba melepaskan pelukan Eliot yang makin kencang.


"Ayolah..., aku sungguh lelah melayani mu, biarkan aku istirahat" ucap Hana kembali mencoba menyentuh tangan Eliot yang tak bergerak dan tak bisa di buka.


Hana membalikkan wajahnya, menatap Eliot yang terus menatapnya dan Hana memutarkan tubuh nya, dan...


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Eliot, membuat Eliot kaget dengan sikap spontan Hana,


"Kau benar-benar sedang menggodaku sayang" ucap Eliot sambil tersenyum,


tangan Eliot mulai mengendur perlahan tubuh Eliot di dorong oleh Hana sehingga tubuhnya terhempas ke kasur Hana.


Eliot melepaskan pelukan nya, membiarkan Hana menaiki tubuhnya, Hana berhasil melapaskan diri, sambil tersenyum Hana segera bergeser dari atas tubuh Eliot yang matanya sudah terpejam.


Hana melompat kearah selimut dan segera menarik selimut agar menutupi nya, seketika mata Eliot terbuka, berbalik menatap Hana yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut,


"Awas saja kalau kau pakai kekuatan-mu, aku bersumpah akan melompat dari jendela kamarku" ancam Hana dari balik selimut, membuat Eliot tersenyum geli melihat tingkah lucu Hana.


Eliot yang merasa di permainan oleh seorang manusia, membuatnya merasa kesal, dan...


"Akh..., Aw... Aw, geli... hentikan!!" teriak Hana segera menyibak kan selimut karena Eliot sudah berada di dalam selimut bersamanya.


"Eliot kau gilaaa!!!" Hana membenarkan posisinya, duduk sambil memukuli pundak Eliot.


Eliot malah menarik pinggang Hana membuatnya lumpuh kembali di mata Eliot. Eliot sudah menahan tubuh Hana di bawahnya.


"Jadi kita akan mulai dari mana sayang... " seringainya, Hana menggeleng.


"Tolong maafkan aku Eliot, aku janji tidak akan mengulangi nya" pinta Hana mengiba mode on dengan wajahnya yang meringis pura-pura menangis.


"Janjimu palsu, aku tidak akan percaya atau tertipu lagi" ucap Eliot mengangkat tubuh Hana dan menyibakan leher Hana.


"Ti-tidak..., aku mohon jangan lakukan " ucap Hana berusaha meronta dengan tubuhnya yang sudah lemas seketika di buat Eliot.

__ADS_1


Seketika Hana melihat kembali mata Eliot berubah warna dan keluar taring dari mulutnya, Hana membulatkan matanya masih tak percaya, reflek seketika Hana bisa bergerak dan segera Hana melakukan gerakan tak terduga Eliot, Hana memegang wajah Eliot, Eliot tertegun, Hana langsung mendaratkan ciumannya lebih dahulu. Hana berisiatif mengambil peran utamanya...


__ADS_2