SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
SUAMI TUNGGAL


__ADS_3

"Aku setuju. Tapi, tolong kau tepati janjimu. Asalkan aku bisa lolos dari ketiga lorong dimensi ini, aku bisa menentukan pilihan yang kumau dan apapun keinginanku itu harus kau kabulkan!" Hana maju ke tengah arena dan menatap Matius saat melakukan perjanjiannya.


"Hahaha. Aku suka. Kau memang benar-benar menarik. Tak salah kalau kau disebut sebagai gadis pilihan. Apa kita perlu bersumpah darah dan saling meminumnya?" kembali perut Hana terasa terkoyak. Dia merasa mual ketika membicarakan darah.


Gadis pilihan? Apalagi maksudnya? Sudahlah. Aku hanya ingin semua segera berakhir. Aku ingin segera kembali ke kehidupanku dan kalau memang bisa. Aku hanya ingin, Eliot saja yang menjadi suamiku.


Begitu saja tiba-tiba pikiran Hana terlintas. Eliot dan Aaron hanya saling menatap. Ada sakit yang tak bisa Aaron ungkapkan ketika dia benar-benar tahu, dan sadar kalau Hana ikut serta karena menginginkan suami tunggal. Sedangkan dirinya, rela melakukan apapun, asalkan bisa menjadi suaminya yang sah.


"Ya ampun, bisakah kau tak membicarakan hal itu. Aku mual mendengarnya. Kenapa sih kalian suka sekali menyebutkan kalimat ekstrim seperti itu?" Hana memegangi perutnya yang seperti naik rollercoaster. Benar-benar mual ketika dia membayangkannya.

__ADS_1


"Hahaha, kau memang benar-benar manusia lucu dan menggemaskan. Pantas saja para pangeran serigala memperebutkan dirimu! Mungkin, jika aku tak menjadi kepala kongres, akupun akan ikut serta dalam pertandingan ini!" cetus Matius. Mendadak dia mengagumi keberanian dari Hana. Dan menatap Hana dengan instens.


"Sayang, aku mohon. Hentikan. Aku tidak ingin kau terluka. Dalam tiga lorong itu bukan main-main. Nyawamu adalah taruhannya!" Eliot angkat suara. Dia benar-benar mencemaskan keselamatan istrinya. Apalagi kalau dia ikut andil, Matius akan melarang keras dirinya untuk membantu.


Akhirnya, wanita itu ikut juga. Ini kesempatan sempurna yang diberikan Tuhan untuk diriku. Aku tidak akan melepaskan kesempatan ini. Jika dia lengah, aku pasti akan melenyapkannya.


Baginda Raja dan Permaisuri hanya mampu saling menatap. Keputusan apapun dalam kongres menjadi mutlak ketika si pemain yang memintanya. Mereka benar-benar tak ada hak untuk ikut campur.


"Hana, kau gila. Kau sungguh-sungguh? Hana, aku tidak mau pulang sendirian, aku cuma mau pulang denganmu!" Teriak Rani histeris mencoba menghampiri. Tapi, tubuhnya sudah dicegah oleh Lucas agar istrinya tak ikut campur dengan keputusan yang Hana buat.

__ADS_1


Hana hanya menoleh sesaat. Tak mampu berkata. Dia tahu keputusan yang dia ambil sekarang, mungkin saja taruhan dirinya tak akan kembali lagi. Sebagai salam perpisahan Hana hanya bisa tersenyum dan berharap senyumannya dapat menghilangkan rasa kecemasan mereka.


"Baiklah, saatnya kita mulai sekarang!" Matius memberi kode pada Norman dan Spargo untuk membuka pintu lorong dimensi pertama. Semua mata peserta, Hana, Aaron, Asher dan Sheira menatap lurus ke depan.


Sheira menoleh pada Hana kembali. Senyuman smirk muncul diwajah cantiknya. Seolah berkata, "Selamat datang di gerbang neraka dan mati saja kau!"


Namun, yang ditatap tak sedetikpun menoleh. Dia menatap lurus ke depan dengan degub jantungnya yang kian meledak. Dia bahkan tak tahu apa yang akan terjadi didalam sana.


Kumpulan asap dan cahaya biru berbaur dengan udara. Percikan kilatan bergema. Suara dentuman dari energi yang dikeluarkan oleh Norman dan Spargo membuat seluruh tubuh bergetar. Lorong dimensi pintu pertama telah dibuka.

__ADS_1


__ADS_2