SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Kau Bahkan Melupakan ku


__ADS_3

Haisss... Dia sedang kesal dengan siapa, menumpahkan kemarahan disini.


An Han yang di buat binggung oleh tingkah Eliot.


"Hahahaha"


Gelak tawa pecah begitu saja dari mulut Aaron.


An Han melirikkan matanya.


Mereka semua sungguh aneh...


"Habiskan makanan mu, aku akan berbicara sebentar dengan kakak-ku"


Ucap Aaron beranjak dari duduknya.


Aaron melirik kearah kembar,


"Jaga kakak ipar kalian dengan baik. Jangan berulah dan macam-macam"


Nada Aaron terdengar seperti ancaman namun sedetik kemudian dia mengeluarkan senyuman yang menakutkan sebelum meninggalkan meja makan.


Aaron mengikuti langkah kakaknya yang terlihat kesal saat berdiri di dekat jembatan kolam teratai.


"Apa aku merebut barang mu sampai kau bersikap seperti tadi"


Aaron yang sudah berada di samping tubuh Eliot.


"Merebut katamu, harusnya kau yang berkaca" Tatap Eliot geram.


Tatapan mereka seperti sengatan aliran listrik. Jika ada siapapun di antara mereka pasti akan langsung tersengat dan mati di tempat.


"Apa salah ku dan istri-ku kak"


Seketika wajah Eliot memerah, kepalan di tangannya mengeras dan langsung meninju wajah Aaron hingga tersungkur.


"Apa pantas mulut-mu berbicara. Apa matamu buta, hah"


Teriak Eliot bergema di atas tubuh Aaron.


"Hahahaha..., kakak, kakak, kau sungguh bisa menahannya ya"


Sorot mata Aaron berubah kejam, rahangnya mengeras.


Eliot geram akan memukulnya, namun An Han sudah berada di hadapan mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan"


Aaron memutar bola matanya dan bangkit perlahan memeluk tubuh kakaknya,


"Aku mau lihat sampai di mana kau bisa menahannya. Aku akan mulai dari wanita yang kau sukai!"


Bisik Aaron di telinga Eliot.


Tangan Eliot mengeras,.


"Kau..., ah!" ringis An Han saat menyentuh tubuh Eliot yang dingin bagai duri tajam.


Aaron segera bangun,


"Kenapa ke sini" Aaron meraih tangan An Han yang masih kesakitan, menggengam sesaat lalu rasa sakit itu menghilang dari tangan An Han.


"Aku sudah selesai makan, aku ingin pulang sekarang! " Seloroh An Han tidak sabar.


"Baiklah, ayo kita berangkat!"


Aaron dan An Han menghilang dari pandangan Eliot. Eliot hanya bisa menatap kepergian An Han yang naik kereta kuda bersama Aaron.


Kau bahkan sudah melupakan ku. Batin Eliot.


.


.


.


Rumah Bordir.

__ADS_1


"Apa disini tempatnya?"


"Heem, kau mau ikut masuk ke dalam"


"Iya, aku tak sabar ingin bertemu dengan adikku"


Aaron yang turun lebih dahulu mengulurkan tangannya kepada An Han.


An Han mengikuti langkah kaki Aaron yang masuk lebih dahulu ke dalam rumah bordir.


Seorang wanita cantik segera menghampiri saat melihat Aaron masuk...


"Sa-salam pangeran Aaron" Sapa nya dengan wajah cemas.


"Di mana wanita yang terakhir kali aku titip kan Nyonya Fang, aku ingin bertemu dengan nya"


Wajah Nyonya Fang langsung berkeringat dan tubuhnya bergetar.


"Ma-maaf Tuan..., dia..., dia..., kabur saat aku suruh untuk melayani tamu"


Nyonya Fang langsung bersujud dan meminta maaf.


"Apa kau bilang, me-melayani tamu" Seketika emosi An Han membuncah tangannya langsung menarik wanita yang bernama Nyonya Fang tadi.


"Katakan, kau sungguh menyuruh adikku melayani tamu!" Bentak An Han.


"Ma-maaf Nona!"


PAK. PAK.


Tamparan bolak-balik melayang di wajah Nyonya Fang.


KRAK. KRAK.


Aaron memilin kedua tangan Nyonya Fang.


"Arghhh. Ampun Tuan. Maafkan saya!"


Nyonya Fang mengiba memohon ampun.


"Apa batangan emas yang kuberikan tak cukup, hah. Aku bilang , aku menitipkan nya bukan menyuruh mu melayani tamu"


An Han mengetahui adiknya sudah tidak berada di tempat bordir tersebut, berbalik dan berlari keluar meninggalkan Aaron.


Aaron yang tak rela melepaskan langsung mengejar nya.


"Kau mau kemana" Aaron mencengkram lengan An Han.


"Le-lepaskan! Aku ingin mencari adikku"


An Han langsung menghempaskan kasar tangan Aaron.


"Tidak. Kau sudah janji tidak akan pernah meninggalkan ku"


Sorot mata Aaron berubah kejam.


"Perjanjian kita batal. Adikku tidak disini dan aku tidak mau bertemu dengan-mu lagi. Kau sudah menipuku. "


Spontan An Han melemparkan gelang daun yang tersemat di lengannya kepada Aaron. An Han merasa tertipu dan di bohongi oleh Aaron.


An Han berlari kencang menghindari kejaran Aaron.


DAN.


BLASH.


Aaron sudah berada di hadapan An Han.


"Aku bilang jangan pergi!"


Teriak Aaron membuat tubuh An Han dihadapannya terpental dan membentur salah satu pohon.


CRETT.


Darah seger langsung mengalir di bibir An Han yang langsung meringis dan memegangi dadanya yang sakit.


"Ikut denganku"

__ADS_1


An Han menggeleng.


"Tidak. Aku mau pulang. Pergi aku tidak ingin bertemu dengan mu. Pergi" Usir An Han.


"Dasar manusia tak tahu diri!"


KRAK. KRAK.


Bunyi kepalan dari kedua tangan Aaron.


"Jangan, jangan..., jangan mendekat!"


BLASH.


An Han langsung lenyap dari harapan Aaron.


"Aku tidak akan melepaskan-mu, An Han"


Teriak Aaron yang terobsesi seperti orang gila.


.


.


.


UHUK. UHUK...


An Han masih memuntahkan darah hitam dari mulut nya, membuat Eliot yang membawa kabur An Han menepikan diri di salah satu mulut gua.


Eliot menurunkan An Han yang lemah tak berdaya,


"To-tolong jangan sakiti aku, Aaron. Aku mohon!" An Han mengiba dengan suaranya yang bergetar.


Cih, masih saja dia menyebutkan nama kotor itu. Batin Eliot kesal.


Perlahan An Han mengatur nafasnya karena dia tidak merasakan pergerakan yang mengancamnya. Ia menolehkan wajahnya kearah kaki yang masih berdiri tegak di hadapannya.


"Ka-kau!" pekik An Han kaget melihat sosok Eliot yang menyelamatkan nya dari amukan kejam Aaron.


"Kau ingin selamat!"


Pertanyaan yang bagai anak panah menghujam jantung An Han.


Tanpa ragu An Han mengangguk.


"Menikahlah denganku. Aku pastikan akan selalu melindungi-mu!"


"Apa?!"


Telinga An Han seperti kerasukan air, dia seolah tak percaya. Baru saja dia berhasil lepas dari mulut buaya sekarang di hadapannya seekor singa sudah menantinya.


"Antarkan aku pulang dulu. Baru aku mau menikah dengan-mu"


Seloroh An Han.


Aku tak perduli syarat nya, yang terpenting aku pulang dulu, bertemu ayah dan segera mencari adikku.


Eliot mendekati An Han dan berjongkok di hadapannya.


"Kau tidak akan ingkar"


Ucap Eliot mendadak melembut saat An Han menyetujui menikah dengannya dan mendengarkan suara hati An Han yang tulus ingin membantu adiknya.


An Han mengangguk tanpa ragu, Eliot mengulurkan tangan nya, An Han menatap ragu tangan Eliot. Dia masih takut terluka saat menyentuh tubuh Eliot.


"Kemarin-lah" Ucap Eliot yang masih tangannya terulur.


"An Han. Tidak jangan lakukan itu" Aaron yang muncul di hadapan mereka meneriaki An Han agar merubah fikiran nya.


An Han menoleh sesaat, namun dia masih sangat marah dengan Aaron yang sudah membohongi nya soal adiknya. An Han pun menyentuh tangan Eliot.


BLASH.


Sebuah cahaya muncul.


Dalam ingatan An Han saat dia pertama kali terjerambab ke dalam lubang bersama adiknya dan bertemu dengan Aaron.

__ADS_1


An Han melihat Aaron yang menyadari soalan dirinya sudah di beri tanda lebih dulu oleh Eliot saat dia akan meminum darah An Han pertama kali, namun Aaron yang marah dan cemburu karena dia pun menginginkan hal yang sama akhirnya dengan kekuatan Aaron menutupinya, dan mengambil paksa ikatan pasangan dengan An Han.


__ADS_2