SUAMIKU SERIGALA

SUAMIKU SERIGALA
Lorong Dimensi


__ADS_3

"Pangeran, jika anda punya rencana yang tidak baik, sebaiknya katakan saja. Aku sedang tak ingin melayani permainan gilamu!" Aaron yang geram menyambar berbicara. Dia pun tak senang dengan rencana diluar perkiraan mereka.


"Aku serius dengan ucapanku. Kongres ini kan dilaksanakan hanya untuk tahu saja, apakah aku juga layak menjadi suaminya. Aku rasa, di kaum serigala kita tak ada pantangan untuk itu, bukankah begitu Master Matius?" Asher penuh percaya diri. Dia tak akan mundur untuk menjadi suami ketiga Hana.


Hana yang mendengarkan tambah pusing. Otaknya seperti benang kusut di awang-awang. Rencana dua suami saja sudah membuatnya sakit kepala. Apalagi di tambah satu.


Baginda Raja dan Permaisuri saling menatap, "Pangeran Asher, kau bukannya sudah ada Sheira. Apa kau melupakannya." Permaisuri berbicara, dia tak ingin rencana gila anaknya terkabul.


"Sheira, uhm, dia, bisa kujadikan sebagai istri keduaku. Itupun jika dia tak keberatan dan menolakku." Asher setengah mencibir saat mengucapkan nama Sheira.


Hah, jadi ini rencananya. Dia tetap ingin jadi Raja serigala dengan memanfaatkan wanita itu sebagai istrinya. Pintar juga, posisinya pasti tidak akan tergeser kalau sudah menjadi suami wanita itu. Sheira memahami situasinya. Orang ambisius seperti Asher akan melakukannya segala hal demi mencapai tujuannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku juga ingin ikut naik kongres, Master!" Sheira si biang rusuh angkat suara. Kini pandang mata mereka teralih pada suara Sheira.


Apa lagi ini? Wanita itu mau ikut kongres? Otak Hana tambah kusut saat mendengar ucapan Sheira.


Asher melayangkan pandang tajamnya pada Sheira. Dia pun tak tahu jika gadis itu memiliki rencana seperti itu.


"Apa maksudnya, Sheira? Kau sadar dengan ucapanmu barusan?" Asher berkata dengan tajam pada gadis itu. Dia tak ingin gadis itu merusak rencana yang sudah dibuatnya.


"Aku serius dengan ucapanku, Pengeran Asher. Aku ingin ikut kongres sekaligus mencalonkan diri sebagai istri Pangeran Eliot. Aku ingin menjadi istri kedua Pangeran Eliot. Aku, Sheira resmi mencalonkan diri, Master Matius, tidak ada larangan kan, Master?" Sheira sengaja mengajukan pada moment seperti ini.


Apapun yang diadakan pada kongres asalkan peserta mau mengikuti, tugas kepala kongres hanya menyetujui. Tidak berhak menolak. Karena dalam kongres pun ada resikonya, yang tidak lolos akan mati di ruang dimensi. Dan peserta tak bisa protes, sebagai dari konsekuensinya.

__ADS_1


Matius dan keduanya rekannya hanya saling melirik. Mereka tak menyangka akan mendapatkan tontonan secara gratis. Seolah mereka sendiri yang mengantarkan nyawa.


"Manarik. Menarik. Aku sangat setuju! Baiklah, kita adakan sekarang saja. Aku tak sabar menantikan hasil dari kongres ini!" ucap Matius.


Ketika putusan kepala kongres berbicara, tak satupun dari mereka berhak protes. Meski ingin. Eliot dan Aaron geram menatap kedua orang dihadapannya, Asher dan Sheira. Saat ini mereka tak bisa berbuat apapun, selain mengikuti aturan dari Matius.


"Aku akan bacakan peraturannya. Semua ada tiga tahapan pada ruang dimensi. Pertama, semua peserta wajib memasuki ruang dimensi yang sudah dibuat oleh Norman dan Spargo. Tiga ruangan itu harus bisa kalian masuki dan selamat keluar dari sana."


"Lorong dimensi pertama batas waktu maksimal 3 hari, jika lewat dari 3 hari, kalian selamat pun tetap dinyatakan gagal. Di lorong itu kalian akan kami uji dengan melawan berbagai ilusi yang dibuat oleh Norman dan Spargo. Hukuman kalian adalah mati dibakar Norman jika kalian kalah. Karena aku, tidak akan membiarkan seekor serigala hidup. Dia harus tetap mati."


Semua tampak serius mendengarkan penjelasan Matius karena sambil menjelaskan Matius menatap wajah para peserta kongresnya.

__ADS_1


__ADS_2